Lifestyle

Latest Update: Dokter Ingatkan Penderita Diabetes Batasi Konsumsi Buah Manis, Durian dan Semangka Disorot

Latest Update: Peringatan Dokter untuk Penderita Diabetes Batasi Konsumsi Buah Manis

JAKARTA

Latest Update – Dalam Latest Update terbaru, seorang dokter dari channel YouTube Tirta PengPengPeng memberikan peringatan penting bagi penderita diabetes. Ia mengingatkan bahwa buah manis seperti durian dan semangka tidak boleh dikonsumsi secara bebas. Meskipun buah-buahan umumnya dianggap sehat, penelitian menunjukkan bahwa buah dengan kadar gula tinggi bisa berkontribusi signifikan pada peningkatan kadar gula darah.

Mengapa Buah Manis Berisiko Tinggi untuk Penderita Diabetes?

Dokter kesehatan Tirta Mandira Hudhi menjelaskan bahwa konsumsi buah manis perlu dikontrol karena mengandung fruktosa yang masuk ke dalam tubuh langsung tanpa memerlukan enzim pencernaan seperti insulin. “Banyak orang berpikir buah alami tidak berdampak besar, tapi buah manis bisa memicu respons glikemik yang cepat,” kata dr. Tirta, yang mengutip pernyataannya Rabu (13/5/2026). Ia menekankan bahwa jenis buah tertentu, seperti durian dan semangka, perlu dibatasi untuk menghindari lonjakan gula darah.

Dampak Konsumsi Berlebihan Buah Manis

Konsumsi berlebihan buah manis dapat meningkatkan risiko hiperglikemia, kondisi di mana kadar gula darah melonjak secara drastis. Hal ini bisa menyebabkan komplikasi jangka panjang seperti penyakit jantung, gagal ginjal, atau gangguan penglihatan. Selain itu, buah manis juga memiliki kandungan kalori tinggi yang berpotensi memicu peningkatan berat badan, sebuah faktor risiko untuk diabetes tipe 2. “Jika pasien diabetes tidak mengawasi konsumsi buah manis, efeknya bisa sama dengan mengonsumsi gula buatan,” tambah dr. Tirta dalam Latest Update terbarunya.

Strategi Pengaturan Pola Makan Diabetes

Dokter Tirta menyarankan bahwa penderita diabetes sebaiknya membagi porsi buah manis ke dalam jadwal makan yang teratur. Misalnya, mengonsumsi durian atau semangka dalam jumlah kecil dan diimbangi dengan aktivitas fisik serta makanan rendah indeks glikemik. Ia juga menyoroti pentingnya menghindari konsumsi buah manis saat berada dalam keadaan lapar berlebihan atau setelah makan berat. “Dengan disiplin, kelebihan gula bisa dikelola dengan baik,” ujarnya.

Konsultasi dengan Ahli Gizi untuk Manajemen Diabetes

Menurut dr. Tirta, pengaturan konsumsi buah manis tidak bisa dilakukan secara mandiri tanpa pengawasan profesional. Ia menyarankan penderita diabetes untuk berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter untuk menentukan batas konsumsi yang sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing. “Setiap pasien memiliki toleransi yang berbeda terhadap gula, jadi rencana diet harus disesuaikan secara individu,” jelasnya. Konsultasi ini juga membantu dalam memahami bagaimana buah manis memengaruhi kadar gula darah di berbagai situasi.

Praktik Harian untuk Mencegah Kenaikan Gula Darah

Untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil, dr. Tirta merekomendasikan beberapa praktik harian. Pertama, mengukur kadar gula darah secara rutin untuk memantau dampak konsumsi buah. Kedua, mengonsumsi buah manis pada waktu tertentu, seperti pagi hari atau setelah olahraga, agar tubuh bisa menyerap gula secara bertahap. Ketiga, mengganti buah manis dengan buah rendah gula, seperti apel atau pir, sebagai alternatif sehat. “Dengan mengikuti Latest Update ini, pasien diabetes bisa mengurangi risiko komplikasi dan memperpanjang kualitas hidup,” pungkas dr. Tirta.

Leave a Comment