Lifestyle

Kenapa Banyak Orang Pijat Pelipis dan Pundak saat Pusing – Ini yang Terjadi pada Tubuh

Kenapa Banyak Orang Pijat Pelipis saat Pusing – Ini Penjelasannya

Mengapa Pijat Pelipis dan Pundak Efektif untuk Pusing

Kenapa Banyak Orang Pijat Pelipis dan Pundak – Sakit kepala adalah gangguan yang sering dialami oleh banyak orang, terutama saat mengalami stres atau kelelahan. Banyak individu memilih memijat area pelipis dan pundak sebagai cara mengurangi rasa sakit. Teknik ini ternyata memiliki dasar medis yang jelas, seperti yang dijelaskan oleh Dr. Cecep Hermawan, dokter umum dan influencer kesehatan. Pijat pelipis dan pundak tidak hanya mengusir nyeri, tetapi juga membantu mengalirkan darah dan menenangkan otot-otot yang kaku.

“Ketika seseorang merasa pusing, area pelipis dan pangkal leher sering menjadi sasaran utama. Ini karena tempat tersebut terletak di jalur saraf yang terhubung dengan otak, sehingga memijatnya bisa meredakan keterangsangan saraf,”

Mekanisme Penekanan Pelipis untuk Meredakan Nyeri

Pelipis berada di bagian tempat pertemuan antara rahang dan tengkorak. Memijat area ini bisa membantu mengurangi tekanan pada saraf yang berperan dalam mengirimkan sinyal nyeri ke otak. Teknik penekanan pelipis juga memicu respons relaksasi, yang berdampak positif pada otot-otot di sekitar kepala dan leher. Menurut Dr. Cecep, selain pelipis, area pangkal rambut juga bisa menjadi fokus saat mengalami pusing.

“Teknik ini tidak hanya menghambat nyeri, tapi juga meningkatkan aliran darah ke otak. Karena itu, memijat pelipis dan pundak sering direkomendasikan sebagai cara sederhana untuk menangani gejala pusing,”

Pijatan Pundak dengan Teknik Ischemic Compression

Mencubit dan menahan otot-otot di bagian belakang pundak dengan teknik ischemic compression bisa mengurangi ketegangan yang terjadi di area tersebut. Teknik ini dilakukan selama satu menit per sisi, memastikan aliran darah tetap lancar sambil memanjakan otot yang kaku. Dengan meredakan tekanan otot, tekanan pada saraf yang terhubung ke kepala bisa berkurang, sehingga meredakan pusing secara alami.

“Ischemic compression bekerja dengan cara menekan saraf secara sementara, sehingga mengakibatkan relaksasi. Teknik ini sangat efektif untuk mengatasi ketegangan harian, tetapi perlu dilakukan secara teratur dan dengan teknik yang benar,”

Kapan Pijat Pelipis dan Pundak Bisa Jadi Solusi Utama

Metode memijat pelipis dan pundak biasanya dianjurkan untuk nyeri kepala ringan atau sementara, seperti migrain akut atau pusing karena kelelahan. Namun, untuk nyeri kepala berkepanjangan atau berulang, sebaiknya diperiksa oleh ahli medis untuk mengetahui penyebabnya. Selain itu, teknik ini juga berguna untuk mengurangi ketegangan otot yang sering terjadi akibat aktivitas sehari-hari, seperti berdiri lama atau bekerja di depan komputer.

“Pijat pelipis dan pundak bisa menjadi pilihan utama saat gejala nyeri kepala tidak terlalu parah. Tapi, jangan lupa untuk memperhatikan frekuensi dan durasi pemijatan agar tidak memicu efek samping,”

Manfaat Pijat Pelipis dan Pundak untuk Kesehatan Tubuh

Memijat pelipis dan pundak memiliki manfaat lebih dari sekadar mengurangi nyeri. Selain membantu aliran darah dan mengendurkan otot, teknik ini juga mendorong pelepasan endorfin, hormon alami yang mengurangi rasa sakit. Selain itu, memijat area tersebut bisa memberi efek relaksasi pada sistem saraf, sehingga membantu mengurangi kecemasan dan stres yang sering menjadi penyebab pusing. Ini menjelaskan mengapa banyak orang memilih memijat pelipis dan pundak saat merasa tidak nyaman.

“Dengan menggabungkan memijat pelipis dan pundak, seseorang bisa merasakan manfaat ganda dalam menjaga kesehatan tubuh. Teknik ini menjadi pilihan populer karena cara melakukanannya sederhana dan bisa dilakukan sendiri di rumah,”

Pentingnya Teknik yang Benar dalam Pijat Pelipis dan Pundak

Untuk memaksimalkan manfaat pemijatan, teknik yang dilakukan harus tepat. Menekan pelipis dengan lembut dan menahan selama satu menit bisa membantu mengurangi tekanan saraf. Sementara itu, memijat pundak dengan teknik ischemic compression memastikan otot-otot yang kaku benar-benar rileks. Teknik ini juga bisa diikuti dengan pemanasan ringan sebelum memijat untuk menghindari cedera atau ketegangan yang berlebihan.

“Teknik pemijatan yang benar bisa membuat perbedaan besar. Jika dilakukan secara konsisten dan dengan cara yang tepat, bisa menjadi solusi jangka panjang untuk mencegah nyeri kepala berulang,”

Leave a Comment