Kaos Bra Kontroversial Fadly Faisal: Dibuat Lokal dan Viral di Media Sosial
Reaksi Masyarakat Terhadap Kaos Bra yang Viral
Kaos Motif Bra Kontroversial Fadly Faisal – Sebuah trend baru yang menarik perhatian publik di Indonesia adalah kaos motif bra yang dikenakan selebgram Fadly Faisal saat berlibur di London, Inggris. Kaos ini menjadi bahan perdebatan karena dianggap menggambarkan perempuan secara eksplisit, sehingga memicu berbagai pendapat yang beragam dari warganet. Meski model ini hadir dengan gaya yang unik, Fadly Faisal justru menemui kritik negatif yang tidak terduga, terutama dari kelompok yang menilai desainnya terlalu feminin untuk dianggap netral.
Kontroversi tersebut mulai merambat ke berbagai platform media sosial, memicu tumbuhnya tren warganet yang memperdebatkan peran pakaian dalam menyampaikan pesan gender. Beberapa menyebut desain kaos itu sebagai bentuk inovasi, sementara yang lain berargumen bahwa ini bisa mengurangi ruang bagi perempuan dalam berpakaian secara mandiri. Meski demikian, kaos tersebut tetap menjadi objek pembicaraan panas dan menarik perhatian banyak pihak, termasuk brand lokal yang ternyata mengeluarkan produk serupa.
Brand Lokal Mote-Mote: Penjelasan di Balik Kaos Bra yang Viral
Dilansir dari investigasi iNews.id, kaos motif bra yang memicu polemik tersebut dibuat oleh brand lokal Mote-Mote. Brand ini mengunggah desain kaos itu di akun Instagramnya sebagai bagian dari koleksi
‘La Piscine’
, yang dirilis beberapa waktu lalu, tepatnya di akhir Mei 2026. Mote-Mote menjelaskan bahwa kaos ini diproduksi dengan konsep yang fleksibel, dapat dipakai oleh pria maupun perempuan, sehingga tidak terbatas pada stereotip gender.
Menurut laman resmi Mote-Mote, kaos motif bra ini belum terdaftar dalam katalog mereka, namun dalam foto promosi, pakaian tersebut dipakai oleh seorang wanita. Selain itu, brand ini juga menyebut bahwa desain ini dipilih karena menawarkan estetika yang berani dan menarik, yang bisa menjadi pilihan unik untuk konsumen yang ingin mengekspresikan identitas pribadi. Mote-Mote mengklaim bahwa ini bukanlah upaya menghina perempuan, melainkan bentuk kreativitas dalam merayakan kebebasan berpakaian.
Kaos motif bra yang menjadi perbincangan ini memperlihatkan potensi peningkatan kesadaran akan gender dalam desain pakaian. Meski awalnya dianggap eksplisit, desain ini justru mendorong perdebatan tentang bagaimana pakaian bisa menjadi alat ekspresi dan simbol identitas. Mote-Mote juga memperkenalkan serangkaian produk lain dalam koleksi
‘La Piscine’
yang diharapkan bisa menarik perhatian konsumen dengan konsep desain yang sama, yaitu menggabungkan kesan feminin dengan pilihan yang inklusif.
Dalam beberapa hari terakhir, penjualan kaos motif bra ini mulai menunjukkan peningkatan di pasar lokal. Meski ada kritik, banyak konsumen tetap tertarik dengan inovasi desain yang tidak konvensional ini. Mote-Mote menambahkan bahwa mereka terus berusaha memberikan pilihan fashion yang lebih beragam, termasuk menghadirkan produk untuk semua jenis kelamin. Kaos ini dijual dengan harga sekitar Rp400 ribuan, harga yang cukup terjangkau untuk produk dengan desain yang dinamis.
Sejauh ini, Fadly Faisal dan Mote-Mote masih menunggu respons lebih lanjut dari publik terhadap isu ini. Brand ini menilai kaos tersebut sebagai bentuk kontribusi positif dalam dunia fashion, sementara selebgram itu merasa terbawa oleh perdebatan yang terjadi di media sosial. Meski demikian, keduanya sepakat bahwa desain ini bisa menjadi salah satu trend yang menarik perhatian dan memicu diskusi lebih dalam mengenai peran gender dalam industri mode.
Menariknya, kaos motif bra ini juga menggambarkan tren perancangan pakaian yang semakin muncul di Indonesia. Dengan adanya brand lokal yang mulai menghadirkan desain yang tidak lagi terbatas pada norma tradisional, kini muncul kebebasan dalam memilih pakaian yang lebih beragam. Fadly Faisal dan Mote-Mote menjadi contoh nyata bagaimana desain bisa menjadi media untuk mengekspresikan identitas, sekaligus memicu perdebatan mengenai peran dan makna pakaian dalam masyarakat.