KUR BRI Dorong Sate Ayam Barokah Mayestik Naik Kelas, dari Trotoar Kini Sewa Ruko
Perjalanan Bisnis Sate Ayam Barokah Mayestik
Latest Program – Usaha sate ayam Barokah Mayestik, yang dikelola oleh Moch Haidir di Kawasan Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kini mengalami kemajuan signifikan setelah mendapat bantuan dari program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Pria berusia 30 tahun ini mengakui perubahan drastis dalam bisnisnya sejak menerima pinjaman tersebut, yang memungkinkan usaha yang awalnya beroperasi di trotoar kini berkembang ke ruang kosong dengan konsep lebih modern.
“Kalau melihat proses dari awalnya, susah cari langganan, bisa 5 tahun, gak kayak sekarang,” ujarnya.
Haidir mengawali bisnisnya pada 2013 dengan berjualan sate ayam di trotoar Jalan Kiai Maja, seberang Pasar Mayestik. Lokasi tersebut sempat membuatnya sering terkena penertiban oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) karena penggunaan jalan umum untuk kegiatan dagang. “Di trotoar situ sampai saya sering dikejar-kejar Satpol PP,” katanya sambil menceritakan tantangan awal yang dihadapinya.
Manfaat KUR BRI dalam Meningkatkan Bisnis
Keputusan besar datang saat Haidir ditawari menyewa ruko di belakang trotoar tempatnya berjualan. Meski harga sewa mencapai Rp200 juta per tahun, ia memilih mempertaruhkan keuangan untuk maju. “Saya antara maju harus berani bayar utang, mundur gak ada perkembangan,” ujarnya. Dana dari program KUR BRI yang diberikan dengan pinjaman Rp200 juta berperan krusial dalam mewujudkan langkah ini, karena memungkinkan Haidir menutupi biaya sewa dan memperluas operasional.
“BRI ini gak repot. Misalnya pengajuan kemarin, saya hari ini isi data, besoknya sudah akad,” kata Haidir.
Proses pencairan dana melalui KUR BRI dinilai efisien dan memudahkan Haidir dalam membangun bisnis. Selama tiga tahun, ia membayar cicilan sebesar Rp3 jutaan per bulan untuk menyelesaikan pinjaman. Omzet usaha kini mencapai Rp8 juta per hari, melampaui capaian sebelumnya yang hanya ratusan tusuk sate per hari. Dengan konsep yang lebih terstruktur, penjualan mencapai 2.000 tusuk setiap hari, menunjukkan perbaikan drastis dalam skalabilitas bisnis.
Dari awal, Haidir mengikuti jejak ayahnya yang sudah berjualan sate di Kebayoran Lama. Namun, ia menyadari bahwa lokasi Mayestik, yang dipenuhi area perkantoran dan sering dikunjungi karyawan sepanjang jam makan siang, menjadi peluang besar. Dengan dukungan Latest Program KUR BRI, bisnisnya tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang, membuktikan bahwa program tersebut memberikan solusi finansial yang terjangkau dan efektif.
Keberhasilan sate ayam Barokah Mayestik juga menunjukkan dampak positif dari KUR BRI dalam meningkatkan kualitas usaha mikro. Program ini tidak hanya memperbesar cakupan pemasaran tetapi juga mengurangi risiko operasional, karena Haidir kini memiliki ruang yang lebih nyaman untuk menawarkan produknya. “Saya pikir, Latest Program KUR BRI adalah langkah yang tepat untuk usaha kecil seperti saya,” tambahnya.
Di masa depan, Haidir berencana mengembangkan usaha ke kawasan Blok M yang dianggapnya sebagai pusat aktivitas muda. “Karena sekarang banyakan anak-anak muda itu nongkrongnya pada di Blok M,” katanya. Dengan pengalaman ini, ia yakin lokasi strategis tetap menjadi kunci utama untuk menjaga loyalitas pelanggan dan memperluas jaringan pasar.
Sebagai bagian dari Latest Program KUR BRI, usaha sate ayam Barokah Mayestik menjadi contoh sukses bagaimana program tersebut mendorong pertumbuhan bisnis. Dengan bantuan pinjaman yang terjangkau, Haidir mampu mengubah model usaha dari penjualan spontan di trotoar menjadi bisnis yang lebih terorganisir, menunjukkan potensi KUR BRI sebagai alat pendorong ekonomi lokal. Pengalaman ini juga memberikan harapan baru bagi pengusaha mikro lainnya yang ingin meningkatkan kelas usaha mereka.