Oknum Polisi di Makassar Ngamuk di Kos Mantan Pacar, Picu Keributan dengan Warga
What Happened During: Kota Makassar menjadi sorotan setelah terjadi keributan antara seorang anggota polisi dengan warga di kawasan BTP, Tamalanrea. Insiden tersebut terjadi pada dini hari Kamis (15/5/2026), di mana Briptu R, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Tamalanrea, mengamuk di tempat tinggal mantan pacarnya, D (23), seorang mahasiswi. Peristiwa ini menimbulkan ketegangan di lingkungan kos dan memicu reaksi dari warga sekitar.
Detail Konflik dan Penyebabnya
Konflik bermula dari masalah hubungan cinta. Briptu R, yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Polsek Tapalang, datang ke kosan mantan kekasihnya setelah terjadi perpisahan. Menurut laporan, ia tidak terima dengan keputusan D untuk memutus hubungan dan memutuskan berkunjung ke tempat tinggalnya untuk menegur. Namun, kehadirannya dianggap mengganggu ketenangan warga, sehingga menimbulkan kegaduhan.
Briptu R dituduh membuat kegaduhan di lingkungan kos tersebut. Ia sempat menaikkan suara dan menyatakan dirinya sebagai anggota Resmob Polda Sulawesi Barat, mengklaim bahwa tindakannya bertujuan menegakkan ketertiban. Namun, warga setempat menilai kehadiran Briptu R memicu konflik yang tidak terduga. What Happened During berawal dari kesalahpahaman antara dua pihak yang berujung pada bentrok.
Langkah Kepolisian dan Penyelesaian
Personel kepolisian yang datang ke lokasi menegaskan bahwa Briptu R didampingi ke Mapolsek Tamalanrea untuk mediasi. Iptu Muhammad Ismail, Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, mengungkapkan bahwa insiden terjadi karena perasaan pribadi Briptu R. Menurutnya, apa yang terjadi di kawasan BTP adalah peristiwa kecil yang dipicu oleh emosi.
“Kita mengetahui bahwa Briptu R datang ke kosan mantan pacarnya untuk menegur, tetapi karena muncul perbedaan pendapat, situasi memanas,” jelas Iptu Muhammad Ismail. Ia menambahkan bahwa apa yang terjadi di Tamalanrea akhirnya diselesaikan dengan damai setelah proses mediasi selesai.
Setelah mendapat penjelasan dari kedua belah pihak, polisi memutuskan tidak menindaklanjuti kasus kepolisian. Briptu R dan D sepakat berdamai, sehingga What Happened During di kawasan tersebut berakhir tanpa konsekuensi hukum. Kepolisian juga menegaskan bahwa Briptu R adalah anggota yang profesional, meski tindakannya sempat menimbulkan kekacauan.
Peristiwa ini memberi pelajaran tentang pentingnya pengendalian emosi dalam tugas sehari-hari. Kepolisian menyatakan bahwa apa yang terjadi di Tamalanrea adalah konflik lokal yang tidak memengaruhi keamanan daerah secara signifikan. Namun, kejadian ini tetap menimbulkan perhatian publik terhadap sikap oknum polisi dalam situasi pribadi.
Sebagai tindak lanjut, Polsek Tamalanrea memberikan evaluasi terhadap peristiwa tersebut. Apa yang terjadi di kawasan BTP menjadi contoh bagaimana hubungan pribadi bisa memengaruhi tugas resmi. Anggota polisi diminta untuk lebih waspada dalam berinteraksi dengan masyarakat, terutama saat terjadi situasi emosional.
Di sisi lain, warga sekitar menilai bahwa apa yang terjadi di Tamalanrea menunjukkan perlu adanya sosialisasi lebih baik tentang tanggung jawab oknum polisi dalam situasi seperti ini. Meski konflik berakhir dengan damai, kekacauan yang terjadi memberi dampak terhadap citra kepolisian di wilayah tersebut. What Happened During di Makassar menjadi bahan pembelajaran bagi semua pihak terlibat.