Berita

Visit Agenda: Tepergok Congkel Kotak Amal Masjid, Pria Ini Mendadak Hilang Ingatan Bikin Warga Iba

Visit Agenda: Pria Congkel Kotak Amal Masjid Tiba-Tiba Hilang Ingatan, Warga Iba

Visit Agenda – BANGKALAN, Jawa Timur – Seorang pria di Desa Gebang, Kabupaten Bangkalan, menjadi sorotan setelah terjebak mencoba mencuri kotak amal di Masjid Al Amin. Aksi yang terjadi pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, menjelang Magrib, membuat warga sekitar terkejut dan terbelas kasihan. Pria ini tiba-tiba kehilangan ingatan saat ditangkap, mengundang rasa empati terhadap kejadian yang terjadi.

Detik-detik Penangkapan di Masjid Al Amin

Kejadian bermula ketika pelaku, yang identitasnya belum diungkapkan, masuk ke area masjid saat suasana masih sepi. Ia berusaha membuka kotak amal dengan alat tertentu, tetapi aksi tersebut terlihat oleh seorang warga. Sontak, kejadian ini langsung menjadi perhatian umum, bahkan menyebar ke media sosial. Pelaku terlihat kewalahan dan kebingungan saat ditangkap, membuat warga merasa miris.

Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, menjelaskan bahwa pelaku pertama kali masuk ke area masjid saat suasana masih sunyi. “Peristiwa terjadi di Masjid Al Amin, Desa Gebang, Kabupaten Bangkalan, sekitar pukul 17.00 WIB, tepatnya sebelum Magrib. Aksi ini dimulai saat terduga pelaku mencoba membuka kotak amal, lalu terlihat oleh seorang warga,” kata Ipda Agung Intama, Rabu (13/5/2026).

Kisah Pencurian yang Menghebohkan

Berdasarkan laporan warga, pelaku sebelumnya telah berada di halaman dan beranda masjid sebelum mencoba membobol kotak amal. Aksi ini berakhir gagal setelah seorang takmir masjid datang dan langsung menangkap pelaku saat sedang mencoba membuka kotak amal. Warga sekitar langsung mengumpulkan diri untuk memastikan pelaku tidak melarikan diri, menimbulkan suasana yang tegang namun penuh kepedulian.

Dalam proses penangkapan, pelaku menunjukkan gejala kebingungan yang mengarah pada kemungkinan gangguan ingatannya. Ia tidak bisa menjelaskan motif atau tujuan aksinya secara logis, sehingga warga merasa terduga bahwa pelaku mungkin mengalami kehilangan ingatan sebelum kejadian. Situasi ini sempat membuat beberapa warga mempertanyakan apakah pelaku benar-benar sengaja melakukan pencurian atau ada faktor lain yang memicu perbuatannya.

Sebagai bagian dari Visit Agenda, kejadian ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan keamanan di sekitar masjid. Warga setempat memperketat pengawasan, khususnya di waktu-waktu yang rawan, seperti sore hari atau malam hari. Meski terjadi dalam waktu singkat, aksi pencurian ini telah menimbulkan dampak psikologis yang signifikan bagi pelaku dan komunitas.

Kebiasaan warga menangkap pelaku secara langsung sering terjadi di wilayah ini. Namun, kejadian di Masjid Al Amin mengundang perhatian lebih karena pelaku menunjukkan tanda-tanda kebingungan yang memicu rasa simpati. Para warga menyatakan bahwa kejadian ini bukan hanya tentang pencurian, tetapi juga menggambarkan kelemahan sistem keamanan yang ada, serta kebutuhan untuk lebih memperhatikan kondisi mental pelaku sebelum memberi hukuman.

Dalam wawancara dengan polisi, Ipda Agung Intama menyebut bahwa pelaku akan diberikan kesempatan untuk menjelaskan perbuatannya. “Kami akan menelusuri lebih lanjut dalam proses penyidikan. Visit Agenda juga menjadi sarana untuk menginformasikan kejadian ini kepada masyarakat secara lebih luas,” terangnya. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kejutan dan kebingungan yang dialami pelaku, sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya konsistensi dalam pengawasan.

Leave a Comment