Berita

Tragis! 2 Remaja di Bogor Dipatuk Ular Weling saat Nongkrong di Kebun – 1 Tewas

Tragis, 2 Remaja di Bogor Tewas Akibat Dipatuk Ular Weling Saat Nongkrong di Kebun

Tragis 2 Remaja di Bogor Dipatuk Ular Weling – Dua remaja di Kota Bogor mengalami nasib sial setelah dipatuk ular weling saat sedang menikmati waktu santai di kebun. Insiden yang terjadi pada Selasa (12/5/2026) malam tersebut menelan korban satu jiwa, sementara satu korban lainnya dalam kondisi kritis. Kejadian ini mengguncang masyarakat setempat dan menyoroti pentingnya kesadaran akan bahaya ular berbisa di area lingkungan alam.

Kisah Mengerikan di Kebun Pasir Jaya

Kedua remaja yang menjadi korban, Umar Zaein dan Hendra, berusia belasan tahun. Mereka berkumpul di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, yang terkenal dengan kondisi kebun yang cukup hijau dan dihuni berbagai jenis hewan liar. Saat sedang bermain dan menikmati udara segar, tiba-tiba seekor ular weling muncul dan langsung menyerang. Ular tersebut menyerang Umar Zaein, sementara Hendra terkena gigitan sebagai usaha menyelamatkan temannya.

Kejadian yang muncul mendadak itu membuat para remaja terkejut. Dalam waktu singkat, dua korban mengalami gejala serius seperti kesemutan, kesulitan bernapas, dan pusing. Warga sekitar yang mengetahui kejadian langsung membawa korban ke rumah sakit terdekat. Namun, walaupun segera mendapatkan pertolongan, Umar Zaein tidak dapat diselamatkan. Pihak keluarga akhirnya menguburkannya pada Rabu pagi setelah menjalani perawatan intensif.

“Kami sangat terkejut karena kejadian ini terjadi begitu cepat. Umar dan Hendra sedang menikmati suasana kebun yang tenang, tiba-tiba saja ular muncul dan menggigit mereka,” kata Rizki Dwi Nugraha, salah satu warga yang mengetahui kejadian tersebut. Ia menambahkan bahwa warga sekitar segera memberi bantuan pertama dan memanggil ambulans untuk mengangkut korban ke fasilitas medis.

Ular Weling: Penyebab Kematian yang Mengerikan

Ular weling, atau Bungarus candidus, dikenal sebagai salah satu dari ular paling berbisa di Indonesia. Bisa ular ini mengandung neurotoksin yang bisa menyebabkan kelumpuhan saraf dan kegagalan pernapasan dalam waktu singkat. Meski tidak terasa sakit segera setelah gigitan, efek dari racun bisa muncul dalam hitungan menit dan mengancam nyawa korban.

Menurut para ahli, ular weling umumnya hidup di lingkungan alam seperti hutan, kebun, atau daerah terpencil. Karena tidak memiliki warna yang terang, ular ini sering kali tidak terlihat hingga menyerang secara tiba-tiba. Dalam kasus ini, kedua remaja memang sedang berada di area yang cukup hijau dan terbuka, sehingga kurang waspada terhadap keberadaan ular.

Penggunaan alat pertolongan seperti antivenom menjadi kunci untuk menyelamatkan nyawa korban. Namun, dalam situasi darurat seperti ini, waktu sangat berharga. Hendra, korban yang masih hidup, harus segera diobati dengan anti-bisa yang tepat untuk mengurangi dampak keracunan. Meski bertahan hidup, kondisinya masih memerlukan pemantauan medis yang ketat.

Dalam upaya mencegah kejadian serupa, pihak setempat berencana meningkatkan kegiatan pembersihan area kebun dan memasang peringatan untuk warga yang berkunjung. Rizki Dwi Nugraha menambahkan bahwa warga setempat mulai waspada setelah kejadian tersebut, terutama untuk para remaja yang sering bermain di daerah terbuka.

Leave a Comment