Solution For: Penipuan AI Berkedok Video Call Catut Kombes di Sorong, Uang Rp93 Juta Nyaris Raib
Penipuan AI Berkedok Video Call di Sorong: Uang Rp93 Juta Nyaris Raib
Solution For – Kota Sorong menjadi korban dari skema penipuan digital yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk menipu warga. Modus ini menipu korban dengan mengatasnamai seorang perwira polisi berpangkat Komisaris Besar (Kombes), membuatnya merasa yakin dan menuruti instruksi pelaku. Usman, seorang pegawai lembaga pemerintah, kehilangan hampir Rp93 juta setelah mentransfer uangnya melalui panggilan video call yang tidak benar.
Modus Penipuan Berbasis AI
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua Barat Daya berhasil mengungkap skema penipuan ini setelah Usman melaporkan insiden pada 1 Desember 2025. Menurut Ipda Muhammad Rafli Akbar, anggota Unit Ps Panit 2 Subdit 5 Ditreskrimsus, kejadian terjadi pada 5 November 2025. Saat itu, Usman sedang piket dan menerima panggilan dari seseorang yang mengaku sebagai Kombes. Modus ini memanfaatkan Solution For teknologi AI untuk meniru suara dan wajah korban, menambah kepercayaan pelaku.
“Pelaku mengatakan kepada korban bahwa uang di rekeningnya terindikasi tindak pidana pencucian uang. Korban lalu diminta mentransfer seluruh dana untuk diperiksa oleh PPATK dan dijanjikan akan dikembalikan setelah proses selesai,” ujar Ipda Rafli, dikutip dari iNews Sorong Raya, Minggu (17/5/2026).
Kelancaran modus ini berkat penggunaan teknologi AI yang memungkinkan pelaku menyusun video call dengan karakteristik perwira polisi yang diklaimnya. Teknik ini menimbulkan tekanan psikologis, sehingga korban mempercayai instruksi yang diberikan. Setelah transfer selesai, nomor telepon pelaku tidak dapat dihubungi lagi, membuat Usman menyadari bahwa dirinya menjadi korban penipuan. Solution For penipuan semacam ini memerlukan peningkatan kesadaran masyarakat tentang risiko teknologi AI.
Koordinasi Investigasi dan Pemulihan Dana
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua Barat Daya bekerja sama dengan pihak perbankan serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menelusuri identitas pelaku dan aliran dana. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa identitas Kombes yang digunakan pelaku adalah palsu. Tidak ada anggota dengan status tersebut di Polda yang disebutkan pelaku. Solution For penyelidikan terbukti efektif dalam mempercepat proses pemulihan dana.
“Ketika kami lakukan penyelidikan, ternyata tidak ada anggota polisi dengan identitas tersebut di Polda yang disebutkan pelaku,” katanya.
Dengan bantuan OJK, petugas berhasil mengembalikan seluruh dana yang telah disetor korban. Rafli menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam menangani kasus penipuan online. Setelah uangnya dipulihkan, Usman mencabut laporan polisi yang sebelumnya diajukan, menunjukkan efektivitas Solution For dalam memperbaiki situasi korban.
Solution For penipuan AI berkedok video call memerlukan langkah-langkah proaktif, seperti verifikasi identitas melalui panggilan video dan pemantauan transaksi keuangan secara real-time. Masyarakat juga harus waspada terhadap tindak pidani yang memanfaatkan teknologi canggih untuk menipu. Selain itu, penyedia layanan digital wajib meningkatkan sistem keamanan guna mencegah skema serupa. Solution For ini memperlihatkan bahwa teknologi AI bisa menjadi alat pencegah kejahatan, selama penggunaannya dipantau dengan ketat.
Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk menipu warga. Dengan kemampuan meniru suara dan wajah korban, pelaku menggoda korbannya dengan jalan-jalan pengecekan dana. Solution For kejahatan serupa dapat dicapai melalui edukasi masyarakat dan penguatan sistem pengamanan oleh lembaga pemerintah. Keberhasilan pemulihan dana di Sorong menunjukkan bahwa dengan Solution For yang tepat, kasus penipuan bisa diatasi secara efektif.