Berita
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
Berita

Important Visit: 2 Remaja Disergap Kawanan Begal saat Buang Air Kecil di Jembatan Hrojokan Jember

Sarah Smith ⏱ 2 min read

Important Visit: Dua Remaja Disergap Begal di Jembatan Hrojokan Jember

Jember, 19 Mei 2026

Important Visit – Sebuah kejadian seru terjadi di Jembatan Hrojokan, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Selasa (19/5/2026). Dua remaja yang sedang melintas dengan sepeda motor menjadi korban aksi pencurian dengan kekerasan oleh sekelompok begal. Meski sempat terjatuh akibat serangan fisik, kedua korban berhasil menyelamatkan diri dan menghindari kerugian besar. Kapolsek Kencong, AKP Sunarto, mengonfirmasi kejadian tersebut sebagai bagian dari rangkaian tugas penegakan hukum yang sedang dijalankannya.

“Important Visit – Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana kejahatan terjadi di lokasi strategis. Saat ini, anggota penyidik sedang mempercepat investigasi, termasuk menggali keterangan dari korban dan memeriksa rekaman CCTV untuk mengungkap identitas pelaku secara lengkap,” tutur AKP Sunarto dalam wawancara terpisah.

Konteks Lokasi dan Tingkat Kejahatan di Jember

Jembatan Hrojokan terkenal sebagai tempat yang rawan kejahatan karena sifatnya yang terpencil dan akses terbatas bagi warga sekitar. Kejadian serupa sebelumnya terjadi pada bulan lalu, ketika dua pelajar lainnya menjadi korban serangan serupa saat berhenti untuk kencing. Menurut data kepolisian, sebanyak 12 kasus pencurian dengan kekerasan tercatat di wilayah itu dalam 3 bulan terakhir, menunjukkan tren peningkatan kejahatan yang harus diwaspadai.

Korban pertama, seorang remaja 16 tahun, mengalami luka lecet di lengan akibat cengkeraman pelaku. Meski tak terlalu parah, luka tersebut menjadi bukti bahwa kejadian ini tidak hanya menyebabkan kerugian materi, tetapi juga trauma psikologis. Penyidik berharap keterangan dari korban bisa membantu memperjelas motif serta strategi para pelaku yang sering memanfaatkan keadaan jembatan sebagai titik lemah.

Langkah Penegak Hukum untuk Mencegah Kejahatan

Setelah kejadian, dua korban yang masih terkejut datang ke kantor polisi untuk melaporkan peristiwa tersebut. AKP Sunarto mengatakan bahwa pihaknya sedang memperkuat patroli di sekitar jembatan, terutama pada jam sibuk seperti sore hari atau saat gelap. “Important Visit – Kami ingin memastikan warga merasa aman, terutama saat melakukan aktivitas sehari-hari seperti berangkat ke sekolah atau kantor,” tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya preventif, polisi juga berencana memasang sensor pengawasan di area jembatan, mengingat pelaku biasanya memanfaatkan kegelapan untuk melakukan serangan. Dalam wawancara ekstra, AKP Sunarto menyebut bahwa pihaknya telah mengirimkan tim khusus untuk mengecek kemungkinan adanya kelemahan keamanan di lokasi tersebut. “Kami berharap dengan langkah ini, kejadian serupa dapat diminimalkan,” ujarnya.

Kasus ini juga memicu perhatian masyarakat sekitar, yang mulai memperketat pengawasan terhadap kendaraan dan orang yang berpapasan di daerah rawan. Sejumlah warga meminta pihak kepolisian untuk menambah personel di lokasi jembatan. “Important Visit – Kami sudah berkoordinasi dengan satuan tugas keamanan, dan akan mengevaluasi setiap detail untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman,” kata Sunarto.

Korban kedua, yang berhasil kabur sebelum motor terjatuh, mengaku terkejut saat pelaku tiba-tiba muncul dari belakang. “Saya hanya ingin buang air kecil, tapi tiba-tiba ada dua orang mengejar. Mereka terlihat siap mengambil kesempatan,” katanya. Menurut laporan, kejadian ini menimbulkan kecemasan di kalangan remaja, yang kini lebih waspada ketika melakukan aktivitas di luar rumah.

Bagikan artikel ini