Gunung Dukono di Halmahera Utara Meletus Malam Ini – Muntahkan Abu Vulkanik 3.800 Meter
Gunung Dukono di Halmahera Utara Meletus Malam Ini, Kolom Abu Vulkanik Mencapai 3.800 Meter
Gunung Dukono di Halmahera Utara Meletus – Di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara (Malut), Gunung Dukono kembali memperlihatkan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Senin (18/5/2026) malam WIT. Letusan ini menghasilkan kolom abu yang mencapai ketinggian sekitar 3.800 meter di atas puncak gunung, sehingga menimbulkan dampak yang dapat terlihat jelas dari area sekitar. Abu vulkanik yang dilepaskan mengarah ke arah barat daya dan barat, dengan intensitas tebal yang memperhatikan sistem keamanan wilayah.
Detail Erupsi dan Sejarah Aktivitas Vulkanik
Menurut informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan Gunung Dukono terjadi pukul 18:52 WIT dan terus berlangsung hingga saat ini. Ketinggian kolom abu mencapai sekitar 3.800 meter di atas puncak, dengan ketinggian total sekitar 4.887 meter di atas permukaan laut. Gunung Dukono dikenal sebagai satu dari aktivitas vulkanik yang periodik, sehingga masyarakat sekitar sudah terbiasa menghadapi fenomena alam ini secara berkala. Namun, setiap erupsi tetap menimbulkan risiko yang perlu diwaspadai, terutama bagi warga yang tinggal dekat kawasan rawan.
“Erupsi Gunung Dukono terjadi pada hari Senin, 18 Mei 2026, pukul 18:52 WIT. Tinggi kolom abu mencapai sekitar 3.800 meter di atas puncak (sekitar 4.887 meter di atas permukaan laut). Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” tulis PVMBG dalam pernyataan resmi.
Aktivitas vulkanik Gunung Dukono berlangsung secara kontinu sejak berabad-abad lalu, dengan letusan berkala yang mencerminkan siklus alaminya. Selama beberapa tahun terakhir, letusan serupa terjadi pada bulan Mei 2022 dan Mei 2023, menunjukkan pola yang relatif stabil. Namun, intensitas dan ketinggian kolom abu bisa bervariasi tergantung pada kondisi internal gunung serta faktor lingkungan seperti arah angin dan tekanan atmosfer. PVMBG mengatakan bahwa abu vulkanis bisa menyebar hingga jarak yang jauh, terutama saat angin berhembus kuat.
Sebagai bagian dari langkah pencegahan, PVMBG memberikan rekomendasi kepada warga dan pengunjung wisata untuk menjaga jarak aman dari Kawah Malupang Warirang. Area yang dianjurkan untuk dihindari mencakup radius 4 kilometer dari titik erupsi, karena partikel vulkanis bisa menyebar dengan cepat. Selain itu, masyarakat diberi nasihat untuk menggunakan masker atau alat pelindung wajah saat menghadapi hujan abu, agar mengurangi risiko masuknya partikel ke saluran pernapasan.
Pengaruh Erupsi Terhadap Lingkungan dan Masyarakat
Erupsi Gunung Dukono yang terjadi pada Senin (18/5/2026) ini berdampak pada lingkungan sekitar, terutama wilayah yang berada di jalur arah abu. Kondisi hujan abu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti pertanian, pendidikan, dan transportasi. Selain itu, kualitas udara di daerah terdekat turun drastis, memerlukan pengawasan intensif dari pihak berwenang. PVMBG mengatakan bahwa area sekitar gunung perlu diawasi terus-menerus, terutama untuk menghindari efek samping seperti serpihan batu atau gempa bumi yang mungkin terjadi sebagai akibat dari letusan tersebut.
Wilayah Halmahera Utara, yang terletak di pulau Halmahera, memiliki kondisi geografis yang rentan terhadap aktivitas vulkanik. Gunung Dukono berada di tengah kawasan tersebut, menjadikannya sebagai salah satu pemandangan alam yang menarik sekaligus berpotensi berbahaya. Selama erupsi, warga sekitar dianjurkan untuk menghindari daerah terdampak dan memantau informasi dari PVMBG. Terkait langkah pencegahan, pihak setempat juga siap memberikan bantuan darurat jika diperlukan, seperti pemeriksaan kesehatan untuk warga yang terpapar abu vulkanis.