Berita

Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Guncang Timur Laut Bima – Getaran Terasa hingga Dompu

Daftar Isi
  1. Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Guncang Timur Laut Bima, Getaran Terasa hingga Daerah Dompu
  2. Peluang Keterlibatan Masyarakat dan Tanggap Darurat
  3. Histori dan Kondisi Wilayah NTB

Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Guncang Timur Laut Bima, Getaran Terasa hingga Daerah Dompu

Gempa Bumi Magnitudo 5 2 Guncang – Sebuah gempa bumi berkekuatan 5,2 skala Richter mengguncang wilayah timur laut Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada hari Rabu (20/5/2026) siang. Getaran dari kejadian ini juga terasa hingga Kabupaten Dompu, menunjukkan dampak luas dari gempa tersebut. Informasi tentang gempa bumi magnitudo 5,2 ini diumumkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memantau aktivitas seismik di wilayah NTB.

Perbaruan Magnitudo Gempa dan Lokasi Episenter

Berdasarkan data yang diterbitkan BMKG, gempa bumi magnitudo 5,2 ini awalnya tercatat dengan intensitas yang lebih tinggi, namun kemudian diperbarui menjadi 4,9. Episenter gempa berada di perairan dengan koordinat 8,14° LS dan 119,21° BT, yaitu sekitar 12 km di timur Wera, Bima. Kedalaman hiposenternya mencapai 12 km, sehingga dikategorikan sebagai gempa dangkal. Meski magnitudo gempa berubah, intensitas getaran yang dirasakan di sejumlah wilayah tetap signifikan.

“Gempa bumi yang terjadi memiliki intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk berlalu),” kata Wijayanto, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, dalam pernyataannya.

Pembaruan skala gempa tersebut tidak mengurangi tingkat kekhawatiran masyarakat. Wilayah yang terkena getaran meliputi Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu. BMKG menyatakan bahwa gempa bumi magnitudo 5,2 ini diakibatkan oleh aktivitas sesar naik di belakang busur Flores, yang merupakan fenomena umum di sepanjang garis pantai NTB.

Penjelasan Mekanisme Sumber Gempa

Analisis mekanisme sumber gempa bumi magnitudo 5,2 menunjukkan bahwa pergerakan lempeng tektonik menyebabkan peningkatan tekanan di bawah permukaan laut. Dengan menggunakan data dari seismogram, BMKG memastikan bahwa gempa ini berasal dari sesar naik (thrust fault), yang terjadi ketika lempeng tektonik saling mendekat dan memicu pergeseran tiba-tiba. Fenomena ini sering terjadi di daerah dominan di belakang busur Flores, yang dikenal rentan akan kegiatan seismik.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki pergerakan naik (thrust fault),” tambah Wijayanto, menjelaskan mekanisme yang memicu kejadian ini.

Dalam kurun waktu beberapa jam setelah gempa utama, BMKG mencatat adanya satu gempa susulan dengan kekuatan lebih rendah. Meskipun gempa bumi magnitudo 5,2 ini tidak mengakibatkan kerusakan berat, tetapi pengaruhnya masih terasa di sebagian besar wilayah NTB. Para ahli geofisika berpikir bahwa kejadian ini tidak memiliki potensi menghasilkan tsunami.

Peluang Keterlibatan Masyarakat dan Tanggap Darurat

Kebanyakan warga yang tinggal di daerah terdampak langsung merasakan getaran gempa bumi magnitudo 5,2. Tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan signifikan hingga saat ini, tetapi beberapa rumah mengalami getaran yang terasa kuat. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan peringatan dini jika terjadi aktivitas seismik lebih besar.

“Gempa bumi magnitudo 5,2 ini mengingatkan kita untuk tetap bersiap menghadapi bencana alam lainnya di wilayah NTB,” tutur salah satu pakar geofisika yang meninjau data BMKG.

Di Kota Bima dan Dompu, warga mulai mengecek kondisi rumah dan mengunggah video kejadian gempa di media sosial. Meski tidak ada kekacauan besar, BMKG tetap memantau situasi untuk memastikan tidak ada kejadian lebih besar yang mungkin terjadi dalam waktu dekat. Kondisi lingkungan di sekitar episenter juga dinilai stabil.

Menurut catatan BMKG, gempa bumi magnitudo 5,2 ini terjadi dalam wilayah tata air yang rentan akan aktivitas sesar. Area timur laut Bima memiliki sejarah mengalami gempa serupa sebelumnya, sehingga tidak mengejutkan jika fenomena ini berulang. Para ahli geofisika menyebutkan bahwa mekanisme sesar naik ini terjadi secara berkala, tergantung pada tekanan lempeng yang memicu pergeseran.

Histori dan Kondisi Wilayah NTB

NTB dikenal sebagai daerah dengan tingkat seismik yang cukup tinggi. Wilayah ini berada di sekitar zona lempeng aktif, khususnya di belakang busur Flores yang menjadi sumber aktivitas gempa bumi magnitudo 5,2. Selama beberapa tahun terakhir, NTB ter

Leave a Comment