Begini Kronologi Lengkap Sekolah di NTT Disebut Digusur demi Kopdes
Begini Kronologi Lengkap Sekolah di NTT Disebut – Jakarta – Video yang viral di platform media sosial belakangan ini memicu perdebatan terkait isu penggusuran sekolah demi pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan laporan terkini, sekolah yang terletak di wilayah tersebut diduga digusur untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur koperasi. Namun, TNI mengklarifikasi bahwa kejadian tersebut bukanlah penggusuran permanen, melainkan akibat manuver alat berat selama proses pembangunan. Dalam upaya menyelesaikan masalah, TNI memastikan bahwa bangunan sekolah tidak tergantikan dan akan dipulihkan sesuai jadwal.
Kronologi Penggusuran Sekolah di NTT
Menurut informasi yang diterima, pembangunan Kopdes Merah Putih dimulai setelah pihak pemerintah daerah mengidentifikasi kebutuhan pendanaan untuk meningkatkan kualitas ekonomi desa. Proyek tersebut dilakukan secara bertahap, dengan lokasi bangunan koperasi di belakang area sekolah. Namun, kondisi akses jalan yang sempit memaksa alat berat harus melewati bagian belakang bangunan sekolah, sehingga menyebabkan kerusakan pada beberapa tiang struktur. Isu ini berawal dari laporan masyarakat yang menganggap penggusuran ini sebagai bentuk pengorbanan pendidikan demi kepentingan ekonomi.
“KDKMP dibangun di belakang sekolah. Akses jalannya kurang, sehingga melewati bangunan sekolah. Nah, saat manuver alat berat, kena tiang sekolah yang pojok,” ujar Kapuspen TNI Brigjen TNI Muhammad Nas di Mabes TNI, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026). “Jadi tiang itu digeser untuk manuver sebentar, setelah itu akan diperbaiki kembali,” tambahnya.
Kerusakan yang terjadi pada sekolah tersebut terjadi seiring dengan perluasan ruang untuk operasional Kopdes. Pihak TNI menjelaskan bahwa alat berat yang digunakan hanya bersinggungan dengan bagian belakang bangunan dan tidak menggusur secara utuh. Selain itu, mereka juga menyatakan bahwa rencana pembangunan telah dipertimbangkan dengan hati-hati, termasuk penggunaan teknik konstruksi yang minim dampak pada struktur sekolah. Dalam waktu dekat, pihak terkait akan melakukan inspeksi dan perbaikan untuk memastikan kualitas bangunan tetap terjaga.
Dampak terhadap Masyarakat dan Proses Perbaikan
Isu penggusuran sekolah di NTT telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat, terutama para orang tua siswa yang khawatir kegiatan belajar mengajar terganggu. Meski TNI mengklaim bahwa proses pembangunan tidak merusak bangunan permanen, warga Ende tetap meminta jaminan bahwa kebutuhan pendidikan tidak akan terabaikan. Dalam pernyataannya, Nas menyebut bahwa pihak Kopdes sudah berkomunikasi dengan pihak sekolah untuk memastikan koordinasi yang baik selama pembangunan. Ia juga menjelaskan bahwa keterlibatan TNI hanya sebagai pengawas, bukan pihak yang melakukan penggusuran.
“Kami terus berupaya memperbaiki struktur yang rusak dan memastikan kebutuhan pendidikan tetap terpenuhi,” tutur Nas. “Sekolah tetap beroperasi sementara proses perbaikan berlangsung.”
Proses perbaikan diperkirakan memakan waktu beberapa bulan, dengan biaya yang telah dialokasikan dari anggaran proyek Kopdes. Pihak pemerintah daerah juga memberikan pernyataan bahwa sekolah menjadi prioritas dalam pengembangan desa, dan pembangunan koperasi akan dilakukan secara bertahap tanpa mengganggu aktivitas pendidikan. Dalam beberapa hari terakhir, tim teknis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pendidikan NTT turut mengunjungi lokasi untuk meninjau kondisi bangunan dan memberikan rekomendasi.
Langkah-Langkah untuk Memastikan Keseimbangan Pembangunan
Selain itu, pihak terkait menegaskan bahwa penggusuran ini adalah bagian dari upaya memperbaiki infrastruktur yang terbatas. Lokasi sekolah di Desa Tetebatu, Kecamatan Detusoko, NTT, memang sempit dan berbatasan langsung dengan lahan yang digunakan Kopdes. Dalam berbagai rapat, warga desa dan pihak pemangku kepentingan sepakat menyesuaikan rencana pembangunan agar tidak mengorbankan kualitas pendidikan. Nas mengatakan bahwa penyesuaian ini sudah diatur dalam perjanjian tertulis, termasuk jadwal perbaikan sekolah yang akan dijaga hingga proses pembangunan selesai.
“Kami memastikan bahwa sekolah tidak akan digusur secara total. Hanya sebagian kecil bagian belakang bangunan yang sedikit rusak,” imbuh Nas. “Setelah perbaikan selesai, sekolah akan kembali beroperasi seperti semula.”
Sebagai langkah tambahan, pemerintah daerah juga berencana membangun akses jalan alternatif agar alat berat tidak lagi melewati area sekolah. Hal ini dilakukan untuk menghindari gangguan pada struktur bangunan dan menjamin keamanan siswa. Dengan adanya kejelasan dari TNI dan dukungan pemerintah, masyarakat berharap isu ini bisa segera diminimalkan dan sekolah di NTT tetap menjadi pusat pendidikan yang aman dan nyaman.
Dengan adanya pernyataan dari TNI dan pemerintah, masyarakat Desa Tetebatu kini lebih tenang. Namun, mereka tetap menginginkan transparansi dalam setiap tahap pembangunan. Begini Kronologi Lengkap Sekolah di NTT Disebut sebagai bentuk pengawasan, publik diharapkan bisa memantau progres perbaikan dan pembangunan Kopdes Merah Putih. Pihak desa juga berkomitmen untuk berkoordinasi dengan semua pihak agar kebutuhan pendidikan dan ekonomi desa bisa seimbang.