Polda Metro Cecar Keanu Angelo 28 Pertanyaan Terkait Kasus Penipuan Hanania Travel
Polda Metro Cecar Keanu Angelo 28 Pertanyaan – Keanu Angelo (Muhammad Miftahuda) menjadi saksi utama dalam penyelidikan kasus penipuan yang melibatkan Hanania Travel, dengan penyidik Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan sebanyak 28 pertanyaan. Proses ini berlangsung pada Senin (8/6/2026), mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB, didampingi kuasa hukum. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan bahwa Keanu Angelo alias Muhamad Miftahuda diperiksa sebagai bagian dari investigasi terhadap PT Khazanah Tamma International/Hanania Group.
Keanu Angelo: Tidak Terima Dana dari Hanania Travel
Keanu Angelo mengakui dirinya diberangkatkan untuk melakukan umrah oleh Hanania Travel, namun menolak klaim menerima imbalan uang dari pihak tersebut. Ia membawa rekening koran sebagai bukti pendukung, menunjukkan bahwa selama masa perjalanan, tidak ada dana masuk dari Hanania Group. “Saya tidak menerima aliran dana apa pun dari Hanania Travel, baik sebelum, selama, maupun setelah perjalanan umrah,” jelasnya dalam wawancara dengan penyidik.
“Saya bawa rekening koran saya periode bulan saya berangkat, yaitu 2 tahun yang lalu, bulan Agustus, serta rekening dari 1 bulan sebelum dan sesudahnya. Tidak ada bukti dana dari Hanania Travel,” lanjut Keanu.
Dalam pemeriksaan, Keanu menjelaskan bahwa hubungan dengan Hanania Travel bersifat barter, bukan perjanjian jasa. “Kerja sama saya dengan Hanania Travel hanya berupa pertukaran jasa, yaitu berangkat dan mempromosikan testimoni selama di sana,” tutur pria yang terkenal di media sosial ini.
ASF sebagai Tersangka Utama dalam Kasus Penipuan Hanania Travel
Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional (Hanania Group) yang berinisial ASF telah ditetapkan sebagai tersangka penipuan, penggelapan, dan pencucian uang. Ia ditahan pada 29 Mei 2026 setelah penyidik memastikan adanya kecurangan dalam proses pengumpulan dana dari calon jemaah. Kasus ini memperoleh dua laporan, dengan pelapor pertama bernama JSP yang menyebutkan sekitar 128 korban dengan kerugian total mencapai Rp12,145 miliar.
Kasus Hanania Travel kini menjadi sorotan publik karena menyeret selebgram populer sebagai bagian dari skema penipuan. Penyidik Polda Metro Jaya sedang memeriksa berbagai aspek, termasuk hubungan antara afiliasi endorsement, kontrak kerja, dan proses pembayaran yang diduga tidak transparan. “Kami masih menelusuri lebih lanjut hubungan antara Keanu Angelo dan Hanania Travel dalam rangka memastikan adanya indikasi penipuan,” kata Budi Hermanto.
Salah satu pelapor lainnya, NN, mengungkapkan bahwa dua calon jemaah gagal berangkat meski telah membayar biaya sekitar Rp78,8 juta. Dengan adanya Keanu Angelo sebagai saksi, penyidik berharap bisa memperjelas alur penipuan yang dianggap memperburuk reputasi Hanania Travel.
Detil Proses Penipuan dan Dampak terhadap Konsumen
Penyidik Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa kasus ini dimulai dari adanya promosi umrah yang menawarkan paket murah, kemudian meminta klien mengirimkan uang ke rekening pihak tertentu. Setelah pembayaran dilakukan, calon jemaah tidak menerima jasa atau fasilitas yang dijanjikan. “Keanu Angelo diperiksa karena terlibat dalam pengendalian promosi yang diduga memberikan kesan menarik kepada calon pelanggan,” jelas Budi Hermanto.
Kasus ini menunjukkan bagaimana perusahaan travel bisa memanfaatkan kepopuleran selebriti untuk menipu konsumen. Dengan 28 pertanyaan yang diajukan kepada Keanu Angelo, penyidik mencoba mengungkap bagaimana ia memperoleh kepercayaan dalam promosi tersebut. “Mereka memanfaatkan sosial media untuk menarik banyak korban,” tambah penyidik.
Dalam beberapa bulan terakhir, Hanania Travel tercatat sebagai salah satu perusahaan yang terlibat dalam skema penipuan umrah. Dengan dugaan praktik seperti pembayaran tidak jelas, kehilangan uang secara langsung, dan pengelolaan dana yang tidak transparan, penyidik Polda Metro Jaya terus menggali fakta lebih dalam untuk memastikan kesalahan lebih besar. Keanu Angelo juga dianggap menjadi bagian dari rangkaian penyelidikan ini.
Perspektif Konsumen dan Proses Hukum
Kasus penipuan Hanania Travel menarik perhatian banyak konsumen yang merasa tertipu. Beberapa korban menyebutkan bahwa mereka mempercayai promosi yang diberikan Keanu Angelo, tetapi akhirnya kecewa karena tidak mendapat jaminan perjalanan. “Saya sudah membayar Rp12 juta, tapi sampai sekarang belum berangkat. Tidak ada penjelasan jelas dari pihak Hanania,” keluh salah satu korban.
Dalam proses hukum, penyidik Polda Metro Jaya berupaya menyelidiki apakah ada upaya memperlebar lingkup kejahatan melalui afiliasi Keanu Angelo. “Keanu Angelo diperiksa sebagai bagian dari kelompok yang diduga terlibat dalam penipuan,” kata Budi Hermanto. Selain itu, penyidik juga memeriksa laporan dari JSP yang menggambarkan skala kerugian yang signifikan.
Dengan 28 pertanyaan yang diajukan, penyidik mencoba memverifikasi setiap detail, termasuk hubungan antara Keanu Angelo dengan pihak Hanania Group. Kesaksian Keanu diperlukan untuk memperkuat sisi perspektif yang berbeda dari korban, yaitu dari segi promosi dan ketenaran selebgram.