News

Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok Jadi Tersangka – Lagi Tidur di Hotel Ditangkap Kejagung

Daftar Isi
  1. Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok Jadi Tersangka
  2. Konteks Kasus Korupsi BGN

Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok Jadi Tersangka

Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih – Eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya masih dalam kondisi terkejut setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi terkait pengelolaan makan bergizi gratis (MBG). Penetapan ini memicu reaksi dari lingkaran keluarga dan pengacara Sony, Krisna Murti, yang menyebutkan bahwa kliennya merasa kaget karena langsung ditangkap oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah dicopot dari jabatannya. “Kondisi Sony masih syok hingga dini hari, terutama karena kejutan dari pihak penegak hukum,” ujar Krisna kepada media, Jumat (5/6/2026).

Detik-detik Penangkapan di Hotel

Menurut pengacara Sony, penangkapan terjadi saat klienya sedang beristirahat di sebuah hotel di Jakarta Selatan. Saat itu, Sony baru saja pulang larut malam setelah merasa lelah dari berbagai aktivitas sehari-hari. “Ketika dia dicecar pertanyaan, kondisinya masih terpaku pada kejutan dan kebingungan,” tambah Krisna. Ia mengatakan bahwa tim hukum Sony berharap untuk memperoleh informasi tambahan sebelum mengambil langkah lebih lanjut dalam menghadapi penyelidikan Kejagung.

Kasus ini berkembang dari investigasi yang berlangsung beberapa bulan terakhir. Sony Sonjaya, bersama dua mantan Wakil Kepala BGN lainnya, Lodewyk Pusung, dan Dadan Hindayana, yang juga mantan Kepala BGN, telah dicopot dari jabatan pimpinan oleh Presiden Prabowo Subianto. Kejaksaan Agung menetapkan ketiganya sebagai tersangka dalam penyelidikan korupsi yang melibatkan penggunaan dana BGN secara tidak transparan. Keseluruhan pihak terlibat kini menjalani proses hukum lebih lanjut.

Konteks Kasus Korupsi BGN

Kasus korupsi BGN menjadi sorotan publik karena terkait program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui distribusi makanan bergizi. Program ini dianggap sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam merangsang pertumbuhan ekonomi dan mengurangi angka kekurangan gizi di Indonesia. Namun, dana yang dialokasikan ternyata disalahgunakan oleh sejumlah pejabat, termasuk Sony Sonjaya, yang kini menjadi tersangka.

Dalam penyelidikan yang dilakukan Kejagung, ditemukan indikasi pengelolaan MBG yang tidak sesuai dengan standar transparansi dan efisiensi. Selain Sony dan Lodewyk, Dadan Hindayana juga turut menjadi tersangka, dengan pengelolaan dana yang disebutkan memiliki peran penting dalam kecurangan tersebut. Pihak penyidik menilai bahwa adanya kemungkinan kerja sama dengan penyidik sebagai justice collaborator dapat membantu mengungkap detail lebih lanjut dari kasus ini.

Proses Hukum dan Reaksi Publik

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Sony Sonjaya harus menghadapi proses penyidikan yang memakan waktu beberapa minggu. Hal ini memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk masyarakat yang merasa kecewa terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak akuntabel. “Penggunaan dana MBG yang diklaim untuk kepentingan masyarakat justru dianggap untuk kepentingan pribadi, sehingga memperumit situasi,” kata seorang aktivis kesehatan yang turut memberikan tanggapan terhadap kasus tersebut.

Presiden Prabowo Subianto, yang sebelumnya memimpin BGN, menyatakan bahwa pencairan dana MBG dilakukan dengan penuh pertimbangan. Namun, kasus ini menjadi bukti bahwa sistem pengawasan internal dalam lembaga tersebut belum memadai. Kini, seluruh tim yang terlibat dalam penanganan dana MBG sedang diperiksa secara intensif oleh penyidik. Masyarakat berharap pihak berwenang dapat menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan transparan.

Leave a Comment