News

New Policy: Purbaya Ngaku Sudah Gelontorkan Rp8 Triliun demi Jaga Rupiah

Purbaya Ngaku Sudah Gelontorkan Rp8 Triliun demi Jaga Rupiah

New Policy – Dalam upaya mengatasi tekanan nilai tukar rupiah, pemerintah melalui New Policy yang diperkenalkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah melakukan intervensi keuangan senilai Rp8 triliun. Kebijakan ini bertujuan memperkuat stabilitas pasar keuangan domestik, khususnya untuk menjaga daya beli rupiah di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Purbaya mengungkapkan bahwa langkah pemerintah ini merupakan bagian dari strategi New Policy yang bertujuan meminimalkan risiko pelemahan nilai tukar mata uang Garuda.

Tujuan dan Mekanisme New Policy

Sebagai bagian dari New Policy, Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) untuk membeli kembali Surat Utang Negara (SUN) yang diterbitkan oleh investor asing. Mekanisme ini dilakukan secara langsung di bursa modal, dengan harapan mampu menstabilkan tingkat imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) yang selama ini mengalami tekanan. Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan ini mencerminkan upaya New Policy dalam mengantisipasi fluktuasi nilai tukar yang berpotensi mengganggu kepercayaan pasar.

“Melalui New Policy ini, pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan antara kebijakan fiskal dan moneter. Dengan Rp8 triliun yang dikeluarkan, kami ingin memastikan bahwa rupiah tetap stabil dan tidak terguncang oleh tekanan eksternal,” tegas Purbaya Yudhi Sadewa.

Kebijakan New Policy ini juga diperkuat oleh keputusan BI yang melakukan intervensi valuta asing sekaligus menyesuaikan suku bunga acuan. Purbaya menekankan bahwa kebijakan New Policy adalah respons cepat terhadap pergerakan dolar AS yang terus menguat, terutama setelah pasar terbuka dengan pelemahan signifikan pada hari perdagangan siang. Meski demikian, ia menegaskan bahwa upaya ini tidak terlalu berat, karena fokus utama adalah memastikan stabilitas jangka panjang.

Respons Pasar terhadap New Policy

Pergerakan rupiah pada periode ini memperlihatkan dampak langsung dari kebijakan New Policy. Setelah sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar AS pada Kamis, 4 Juni 2026, mata uang Garuda terus melemah, mencapai Rp18.040 per dolar AS pada siang hari. Meski jumlah dana yang dikeluarkan mencapai Rp8 triliun, dampaknya belum cukup mampu mencegah pelemahan yang terjadi. Pasar terus menyaksikan tingkat imbal hasil SBN 10 tahun yang stabil, namun tekanan dari dolar AS masih terasa kuat.

Dalam konteks New Policy, pemerintah berharap bahwa pembelian kembali SUN akan mendorong kembali minat investor asing terhadap obligasi negara. Purbaya menyoroti bahwa kebijakan ini adalah langkah penting dalam menjaga peran pemerintah sebagai penstabil ekonomi. Namun, ia juga mengakui bahwa New Policy perlu didukung oleh kebijakan lain, seperti pengendalian inflasi dan kebijakan ekspor, agar dampaknya lebih optimal.

Analisis dari ekonom senior menunjukkan bahwa New Policy ini memiliki potensi besar dalam mengurangi volatilitas pasar. Dengan adanya dukungan fiskal dari pemerintah, kebijakan New Policy bisa menjadi pendorong untuk memperkuat kepercayaan investor domestik dan asing. Meski demikian, ada tantangan besar yang dihadapi, terutama dalam menghadapi tekanan eksternal dari harga minyak global dan perubahan kebijakan moneter internasional.

Purbaya Yudhi Sadewa juga menjelaskan bahwa New Policy ini tidak hanya terbatas pada beli kembali SUN, tetapi juga mencakup penyesuaian rasio kewajiban negara dan pengelolaan cadangan devisa. Ia menambahkan bahwa langkah-langkah dalam New Policy akan terus dilakukan secara dinamis, tergantung pada perkembangan kondisi pasar dan ketersediaan dana yang diperlukan.

Leave a Comment