Besarkan Perindo Jatim, Ahmad Zazuli Ingin Dikenang sebagai Pejuang UMKM
Meeting Results – Minggu, 17 Mei 2026, menjadi momen penting dalam perjalanan politik Ahmad Zazuli, yang lebih dikenal dengan nama Cak Jaz. Sebagai Ketua DPW Partai Perindo Jawa Timur (Jatim), ia menegaskan bahwa politik baginya bukan sekadar kompetisi jabatan, tetapi wadah untuk memperjuangkan suara masyarakat kecil. Di usia 37 tahun, pengalaman hidupnya dari pesantren, organisasi keagamaan, hingga aktivitas mahasiswa menjadi dasar pemikirannya dalam membangun kebijakan yang pro-rakyat.
Cak Jaz mengungkap bahwa latar belakangnya sebagai santri dan anggota Nahdlatul Ulama (NU) membentuk kepeduliannya terhadap kebutuhan ekonomi masyarakat. Jejak organisasinya dimulai dari tingkat desa melalui Ikatan Pelajar NU, lalu berkembang hingga ke tingkat nasional. Pengalaman ini menumbuhkan kedekatan dengan budaya pesantren yang kental di Jatim dan memberinya pemahaman tentang kehidupan masyarakat akar rumput.
Saat menempuh pendidikan tinggi di Surabaya, ia juga terlibat dalam gerakan mahasiswa, yang melibatkan aksi demonstrasi, diskusi politik, dan pengelolaan organisasi. Di samping itu, studi Magister Ekonomi dan Bisnis di Universitas Narotama Surabaya memperkuat perspektifnya terhadap penguatan ekonomi rakyat. Kebanggaannya sebagai santri dan aktivis membawa ia memilih politik sebagai sarana untuk mengawal aspirasi masyarakat.
“Latar belakang saya memang dari pesantren, organisasi NU, dan aktivis pergerakan. Dari situ, saya merasa harus turut serta dalam politik untuk menjaga suara masyarakat kecil,” kata Cak Jaz, Selasa (2/6/2026).
Sebelum bergabung dengan Partai Perindo, Cak Jaz sempat menjadi calon legislatif PKB di Malang Raya pada Pemilu 2019. Ia juga menjabat Wakil Sekretaris DPW PPP Jatim. Setelah Pilpres 2024, ia beralih fokus ke penguatan ekonomi kerakyatan. Pertemuan dengan Ketua MPP Perindo Hary Tanoesoedibjo membuka peluang ia terlibat lebih dekat dengan partai yang bergerak dalam isu kebangsaan dan moderasi.
Dalam strategi politik, Cak Jaz menjelaskan bahwa Partai Perindo bertujuan menjadi penjembatan kesejahteraan masyarakat. Tujuan ini diwujudkan melalui program bantuan modal usaha dan pendampingan UMKM agar lebih mandiri. “Kami ingin Partai Perindo benar-benar menjadi jembatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan UMKM dan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Kebiasaan hidup dari kultur pesantren juga membentuk prinsipnya sebagai figur yang mengutamakan manfaat. Ketika ditanya cara ia ingin dikenang, jawaban sederhananya adalah menjadi pejuang UMKM. “Kalau saya ingin dikenang sebagai pejuang UMKM, maka saya harus benar-benar berbuat untuk pedagang kecil dan masyarakat,” tegasnya.
Di sisi lain, ia sedang membenahi struktur Partai Perindo Jatim. Langkah ini mencakup konsolidasi internal dan pemetaan kekuatan politik di tingkat kabupaten/kota. Targetnya mencakup kursi di berbagai tingkatan parlemen pada Pemilu 2029, termasuk mengirim wakil ke DPR RI. “Kami melakukan klasifikasi wilayah menjadi zona hijau, kuning, dan merah agar strategi politik lebih efektif,” kata Cak Jaz.
Profil dan Perjalanan Politik Ahmad Zazuli
Sebagai tokoh yang tumbuh dari lingkungan pesantren, Cak Jaz menggambarkan dirinya sebagai orang yang memprioritaskan kontribusi nyata bagi masyarakat. Keinginan untuk dikenang sebagai pejuang UMKM menjadi penjabarannya dalam menjalankan peran politik. Ia percaya bahwa partisipasi di politik adalah cara untuk meraih keadilan ekonomi bagi para pelaku usaha kecil.
Perjalanan politiknya tidak hanya terfokus pada pengorganisasian, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi rakyat. Dengan latar belakang kehidupan pesantren, ia menekankan pentingnya keberlanjutan kegiatan sosial dan ekonomi yang berdampak langsung pada masyarakat. Tantangan terbesarnya adalah menjadikan politik sebagai alat perjuangan yang membawa perubahan nyata.