News

Special Plan: Hari Raya Waisak, Tak Ada CFD di Jakarta Hari Ini

Daftar Isi
  1. Hari Raya Waisak, CFD Jakarta Ditiadakan Hari Ini
  2. Penyesuaian Rencana CFD dalam Special Plan

Hari Raya Waisak, CFD Jakarta Ditiadakan Hari Ini

Special Plan menjadi topik utama dalam pengaturan lalu lintas Jakarta pada hari Minggu (31/5/2026) saat Kota ini merayakan Hari Raya Waisak 2570 BE. Kebijakan ini menandai perubahan rutinitas kegiatan Car Free Day (CFD), yang biasanya diadakan setiap Minggu pagi. Dalam Special Plan yang diumumkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, beberapa jalan utama di pusat kota, termasuk Jalan Sudirman-MH Thamrin, ditutup sementara untuk kendaraan bermotor sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan penggunaan jalan selama perayaan agama Buddha.

Dasar Kebijakan Ditiadakannya CFD

Dishub DKI Jakarta mengklaim bahwa keputusan untuk tidak melaksanakan CFD pada hari Minggu (31/5/2026) berdasarkan kebijakan yang disusun dalam Special Plan. Pasal 5 ayat (1) Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan HBKB menjadi dasar penghapusan kegiatan tersebut. Menurut aturan tersebut, CFD bisa digeser atau ditiadakan jika bertepatan dengan hari libur nasional atau event besar yang membutuhkan pengaturan lalu lintas khusus. Dalam Special Plan, Hari Raya Waisak dianggap sebagai momentum penting yang memengaruhi rencana tradisional ini.

Implikasi Special Plan pada Aktivitas Masyarakat

Keputusan untuk ditiadakannya CFD pada hari Minggu ini berdampak langsung pada mobilitas warga Jakarta. Namun, Pemprov DKI menjamin bahwa rute pengalihan kendaraan bermotor dan bus kota akan tetap diatur secara terpusat. Dalam Special Plan, kawasan khusus yang ditutup untuk mobil mencakup Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, dan sebagian Jalan Gatot Subroto, dengan penggunaan jalan masuk dan keluar yang diperpanjang. Pemangkasan durasi CFD di Sudirman-Thamrin menjadi 05.30 hingga 10.00 WIB, sementara di kawasan Rasuna Said, CFD akan diadakan lebih singkat, dari 05.30 hingga 09.00 WIB, sebagai bagian dari rencana penyesuaian yang lebih fleksibel.

“Special Plan ini dirancang agar aktivitas peribadatan warga tidak terganggu, terutama pada saat Hari Raya Waisak,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dalam keterangan yang dilansir Kamis (28/5/2026). Menurutnya, kebijakan tersebut juga memperhatikan kebutuhan transportasi masyarakat yang lebih prioritas saat hari Minggu.

Dalam rangka mengoptimalkan manfaat Special Plan, Pemprov Jakarta mengimbau warga menggunakan transportasi umum seperti Busway dan MRT. Sejumlah ruas jalan khusus juga ditutup untuk memudahkan arus pejalan kaki dan pengendara sepeda. Selain itu, beberapa area di sekitar Taman Suropati dan Bundaran HI akan dibuka sebagai alternatif untuk penggunaan kendaraan pribadi. Rencana ini diharapkan bisa mengurangi kemacetan yang biasanya terjadi di sekitar kawasan Jalan Sudirman-MH Thamrin selama CFD.

Special Plan ini juga mengakomodasi kebutuhan promosi wisata religi. Kebijakan yang diambil selama Hari Raya Waisak diharapkan memberi ruang lebih luas bagi pengunjung yang ingin beribadah di sejumlah tempat wisata di Jakarta. Pemprov DKI memastikan bahwa sistem pengaturan lalu lintas tetap efektif, meskipun CFD tidak berlangsung pada hari Minggu tersebut. Penyesuaian ini menjadi langkah strategis untuk menjaga konsistensi kebijakan transportasi dalam rangkaian rencana jangka panjang.

Penyesuaian Rencana CFD dalam Special Plan

Pemprov DKI Jakarta tidak hanya menyesuaikan rencana CFD pada hari Minggu (31/5/2026) namun juga memperkenalkan penyesuaian lain dalam Special Plan. Misalnya, kawasan Rasuna Said di Jakarta Selatan menjadi lokasi baru yang ditetapkan untuk kegiatan CFD, dengan durasi yang lebih singkat. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu aktivitas peribadatan yang berlangsung di sekitar tempat ibadah, termasuk Taman Suropati dan Bundaran HI. Dalam Special Plan, pemerintah juga menekankan penggunaan rute alternatif untuk mengurangi beban lalu lintas di sekitar area utama.

Kebijakan penyesuaian dalam Special Plan ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI untuk menghadirkan solusi transportasi yang lebih inklusif. Pemangkasan durasi CFD di beberapa kawasan dan pengalihan jalan khusus menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan perjalanan yang lebih nyaman bagi semua pengguna. Selain itu, Pemprov juga mengimbau masyarakat memanfaatkan aplikasi layanan transportasi digital untuk memudahkan aksesibilitas selama periode khusus ini.

Leave a Comment