News

Latest Program: Pakar ITB Ungkap Dugaan Penyebab Blackout Massal di Sumatra, Apa Itu?

Pakar ITB Ungkap Dugaan Penyebab Blackout Massal di Sumatra, Apa Itu?

Latest Program – Djoko Darwanto, ahli sistem jaringan listrik dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menjelaskan kemungkinan penyebab pemadaman listrik besar atau blackout yang terjadi di Sumatra. Insiden ini dipicu oleh kegagalan di titik koneksi kabel transmisi, terutama mid span jointing, yang rentan terhadap tekanan mekanis. Menurut analisisnya, faktor cuaca seperti angin kencang dan fluktuasi beban listrik memperparah kondisi ini.

Analisis Faktor Cuaca dan Struktur Jaringan

Kabel transmisi di Sumatra terkena tekanan cuaca ekstrem, terutama angin yang bergerak cepat di ketinggian konduktor. Kecepatan angin di area tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan di permukaan tanah, sehingga menyebabkan pergerakan kabel yang signifikan. Djoko menegaskan bahwa hal ini bisa memicu kerusakan pada sambungan kabel, terutama saat sistem menghadapi beban listrik tinggi. Sumber informasi ini diambil dari konferensi pers pada 30 Mei 2026, di mana tim investigasi memperlihatkan sampel kerusakan.

“Kabel yang bergetar akibat angin bisa memperkuat tekanan pada area mid span, yang menjadi titik rawan. Dalam kondisi beban tinggi, hal ini mempercepat proses kegagalan,” ujarnya.

Kelompok riset ITB juga menemukan bahwa gangguan pada satu jalur transmisi bisa memicu efek domino di seluruh jaringan. Fenomena ini disebut sebagai “chain reaction” dalam sistem interkoneksi besar. Djoko Darwanto menekankan bahwa faktor cuaca berperan signifikan, tetapi pengelolaan beban listrik dan keandalan infrastruktur juga menjadi kunci dalam mencegah insiden serupa.

Kondisi Teknis dan Persiapan Investigasi

Dalam rangka mengevaluasi penyebab blackout, tim teknis melakukan pemeriksaan termal menggunakan drone dan alat deteksi lainnya. Meski hasilnya menunjukkan kabel dalam kondisi normal, Djoko menegaskan bahwa faktor seperti osilasi angin dan getaran mekanis tidak selalu terdeteksi oleh metode ini. Penyebab utama kerusakan justru berada di area sambungan kabel, yang rentan terhadap tekanan berulang.

“Kerusakan pada sambungan mid span sering kali tidak terlihat secara visual, tetapi bisa menimbulkan dampak besar. Kita harus memahami interaksi antara faktor cuaca dan kondisi struktural,” tambahnya.

Program Latest Program ini juga memaparkan data historis pemadaman listrik di wilayah Sumatra. Selama beberapa tahun terakhir, area tersebut sering mengalami gangguan yang diakibatkan oleh lingkungan geografis dan sistem distribusi yang belum sepenuhnya optimal. Djoko menyoroti pentingnya penguasaan teknologi pengawasan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Selain itu, pakar ITB mengungkap bahwa risiko blackout bisa berkurang jika sistem listrik dirancang lebih fleksibel. Penguasaan energi terbarukan dan keberlanjutan juga dianggap sebagai solusi jangka panjang. Dalam konteks program Latest Program, analisis ini menjadi referensi penting untuk perbaikan infrastruktur di daerah rawan.

Sebagai penutup, djoko menegaskan bahwa black-out massal di Sumatra bukan hanya peristiwa kebetulan, tetapi hasil dari faktor-faktor yang saling terkait. Pemadaman listrik yang terjadi beberapa hari lalu membawa dampak luas, mulai dari pemadaman rumah tangga hingga gangguan di industri. Dengan memahami penyebab yang mendasar, upaya mitigasi dan peningkatan keandalan sistem bisa dilakukan secara lebih efektif.

Leave a Comment