Gegara Cas HP di Atas Kasur, Rumah di Mojokerto Hangus Terbakar
Gegara Cas HP di Atas Kasur – Sebuah kejadian misterius terjadi di Mojokerto pada Jumat (29/5/2026), di mana rumah yang ditinggalkan terbakar karena handphone yang dicas di atas kasur. Penyebab utama kebakaran ini disebut-sebut berawal dari baterai ponsel yang mungkin meledak atau mengalami kelebihan muatan. Saat kejadian, pemilik rumah yang ditinggalkan sedang berada di luar, sehingga tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian materiil terjadi akibat dua kamar yang terbakar habis dan menyisakan bangunan dalam kondisi yang hampir runtuh.
Deteksi Dini dan Upaya Pemadam
Sekitar pukul 18.30 WIB, warga sekitar mendengar suara percikan api dari dalam rumah. Mereka langsung bergerak untuk memadamkan kobaran api sebelum memanggil tim pemadam kebakaran dari BPBD Kabupaten Mojokerto. Respons cepat warga sekitar berhasil mencegah api meluas ke bagian lain rumah, terutama area yang berpotensi menyebabkan risiko lebih besar. Petugas damkar tiba di lokasi kurang dari 15 menit setelah laporan diterima, kemudian melakukan langkah-langkah pembasahan dan isolasi sumber api.
Dalam upaya pemadamannya, tim pemadam mengatakan bahwa api menyebarkan diri dengan sangat cepat. Karena lokasi kejadian berada di dalam ruangan, api langsung menyebar ke seluruh lantai. Kondisi rumah yang sebelumnya terlihat baik-baik saja menjadi rapuh setelah terkena asap dan api yang membara. Petugas juga menjelaskan bahwa tindakan evakuasi tidak diperlukan karena rumah kosong saat kejadian.
Penyebab Kebakaran dan Pelaku
Pemilik rumah, Heri Purwanto, menjelaskan bahwa keponakannya adalah orang yang mengecas handphone di atas kasur. Menurut keterangan Heri, perangkat elektronik tersebut dicas menggunakan kabel yang terhubung ke stopkontak di kamar. Ia mengungkapkan bahwa proses pengecasan dimulai sebelum warga pergi ke luar rumah, sehingga tidak ada yang mengawasi keadaan langsung.
Heri menyebut bahwa keponakannya menggunakan baterai yang berkapasitas tinggi, tetapi tidak memastikan apakah itu menjadi penyebab utama kebakaran. “Kami tidak tahu pasti apa yang terjadi, tapi keponakan saya memang mengisi daya handphone di atas kasur saat tidur,” kata Heri dalam wawancara. Ia menambahkan bahwa baterai handphone yang meledak bisa menyebabkan api cepat meluas, terutama jika di sekitarnya terdapat bahan bakar seperti kain atau kertas.
Selain itu, Heri juga menyebutkan bahwa saat kejadian, tidak ada tanda-tanda kebocoran listrik atau arus pendek yang terdeteksi. “Saya pikir ini lebih berkaitan dengan kelebihan panas dari baterai,” jelasnya. Penjelasan ini memicu warga setempat untuk mengingatkan masyarakat agar tidak mengecas perangkat elektronik di atas permukaan mudah terbakar, seperti kasur atau bahan tekstil lainnya.
Pemeriksaan dan Proses Investigasi
Setelah api dipadamkan, polisi dan petugas teknis langsung melakukan pemeriksaan di lokasi kebakaran. Tim investigasi berusaha memastikan apakah baterai handphone benar-benar menjadi penyebab utama, atau ada faktor eksternal yang memperparah situasi. Dalam pemeriksaan tersebut, mereka menemukan sisa-sisa baterai yang terbakar di sekitar kasur, serta cekungan yang terbentuk akibat percikan api.
Pengelola BPBD Mojokerto menjelaskan bahwa kebakaran ini termasuk dalam kategori kebakaran yang terjadi secara spontan. “Kami masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan apakah baterai yang meledak menjadi sumber api utama,” kata salah satu petugas dalam jumpa pers. Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan bahwa mereka akan melakukan olah tempat kejadian untuk melacak detail lebih lanjut, termasuk apakah ada kesalahan pemasangan kabel atau jenis baterai yang digunakan.
Dalam rangka meminimalkan risiko serupa, pihak BPBD Mojokerto juga memberikan peringatan kepada warga untuk menggunakan perangkat elektronik dengan hati-hati. Mereka menyarankan agar perangkat yang sedang diisi daya ditempatkan di area yang tidak rawan percikan api, seperti meja atau rak khusus. “Tindakan preventif bisa mencegah kejadian seperti ini, terutama di rumah yang berisi bahan bakar yang mudah terbakar,” tambah petugas tersebut.
Sebagai upaya pencegahan, BPBD Mojokerto juga mengungkapkan rencana untuk mengadakan pelatihan keselamatan kebakaran bagi warga sekitar. Pelatihan ini akan mencakup cara mengecas HP secara aman, pengetahuan tentang api dan cara memadamkannya, serta pentingnya menghindari mengisi daya di area berisiko tinggi. “Kami ingin memastikan masyarakat tidak mengabaikan potensi kebakaran yang bisa terjadi karena kebiasaan sederhana seperti ini,” kata petugas dalam siaran pers.