Berita

Latest Program: Polisi Olah TKP Kasus Bocah SD di Makassar Tewas Diperkosa, Ibu Korban Histeris

Latest Program: Polisi Olah TKP Bocah SD di Makassar Tewas Diperkosa, Ibu Korban Histeris

Kasus Tragis di Makassar

Latest Program – Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengalami keguncangan setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dalam kasus pembunuhan yang menimpa seorang bocah SD berusia 12 tahun. Korban, JN, ditemukan tewas dalam toilet sebuah bangunan kosong di Kecamatan Tallo, Tallo Lama, pada Rabu (27/5/2026) pagi. Pemerkosaan yang dilakukan pelaku menimbulkan kecaman masyarakat dan memicu reaksi cepat dari aparat kepolisian, melibatkan Polsek Tallo, Tim Inafis Polrestabes Makassar, serta Dokpol Polda Sulawesi Selatan.

Pelaku Diduga Terpengaruh Narkoba dan Konten Porno

Setelah jenazah JN ditemukan, penyelidikan intensif dilakukan oleh polisi untuk mengungkap fakta-fakta di balik tragedi ini. Barang bukti seperti celana dan kaos yang diduga milik korban ditemukan di lokasi, memperkuat dugaan bahwa kekerasan seksual menjadi bagian dari kejahatan yang terencana. Pelaku diduga menggunakan narkoba dan terpengaruh konten pornografi, yang membuatnya mampu mengambil langkah brutal untuk mengeksploitasi korban.

“Korban ditemukan dalam kondisi bugil di toilet yang telah lama tidak ditempati. Tubuhnya ditutupi casing televisi dari kepala hingga perut. Ada luka di tangannya, dan dia sempat pamit ke luar rumah pada Selasa malam untuk mencari sandal,” ujar Mahyuddin, warga sekitar, Kamis (28/5/2026).

Menurut Mahyuddin, korban JN dikenal pendiam dan jarang menyatakan keinginan pribadi. Kehilangan sandal dianggap sebagai alasan sementara untuk pamit, tetapi kejadian yang terjadi kemudian mengejutkan seluruh lingkungan sekitar. Kematian tragis ini tidak hanya menyedot perhatian masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari “Latest Program” yang menjadi topik utama dalam pemberitaan terkini.

Proses Autopsi dan Pemakaman

Setelah jenazah JN dikeluarkan dari toilet, polisi langsung mengirimkan korban ke RS Bhayangkara Biddokkes Polda Sulsel untuk autopsi. Langkah ini bertujuan mengidentifikasi penyebab kematian dan mengumpulkan bukti-bukti yang mendukung dugaan kekerasan seksual. Pemakaman korban di TPU Boroangi, Panampu, menggambarkan kesedihan mendalam dari keluarga dan warga yang turut berduka.

Dalam pemakaman, keluarga JN memperlihatkan ekspresi yang berat. Ibu korban, Sitti Rabiah, menunjukkan trauma berat setelah mengetahui kejadian yang menimpa anaknya. “Anak saya dikenal baik dan rajin. Tak menyangka dia harus berpulang dengan cara yang mengerikan,” ungkap Sitti, Kamis (28/5/2026). Warga sekitar juga memberikan dukungan dengan membantu membangun tenda di rumah duka dan menyediakan bantuan makanan untuk kebutuhan takziah.

Upaya Polisi untuk Membongkar Kasus

Menurut Kapolsek Tallo, AKP Asfada, polisi memberikan perhatian serius pada kasus ini. Tim investigasi terus menggali informasi dan mengamankan lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada jejak yang terlewat. “Kami juga melakukan pendampingan psikologis bagi ibu korban yang mengalami syok berat. Penjagaan di sekitar TKP diperketat agar situasi tetap kondusif,” jelas AKP Asfada.

Kasus ini menjadi bagian dari “Latest Program” yang menyajikan investigasi terkini mengenai kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. Polrestabes Makassar dan Polsek Tallo terus bekerja sama untuk mengungkap identitas pelaku dan menuntaskan proses hukum. Langkah ini diharapkan mampu memberikan keadilan bagi korban dan memperkuat keamanan di lingkungan sekitar.

Peristiwa yang terjadi di Makassar juga memicu perdebatan mengenai perlindungan anak dan peran lingkungan dalam mencegah kejahatan serupa. Warga meminta tindakan tegas dari pihak berwenang dan peningkatan pengawasan terhadap anak-anak yang tinggal di lingkungan rawan. Dengan “Latest Program” yang terus diperbarui, kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana kepolisian berupaya mempercepat penegakan hukum.

Leave a Comment