Prabowo Fokus Menciptakan Lapangan Kerja: Kita Tunda Bangun Banyak Kantor
Prioritas Pembangunan Berdasarkan New Policy
New Policy – Dalam kunjungan ke Desa Tegalretno, Kebumen, Jawa Tengah, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan prioritas utama dalam New Policy adalah mengutamakan penciptaan lapangan kerja untuk masyarakat, bukan membangun gedung kantor secara massal. Ia menekankan bahwa program-produk yang langsung memberi manfaat ekonomi kepada rakyat adalah kunci dalam meningkatkan kesejahteraan nasional.
“New Policy kita sekarang agak tunda bangun banyak kantor, kantor, kantor, kantor itu ya perlu. Tapi jangan ada kantor, nggak ada produktivitas,” kata Prabowo.
Prabowo menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri panen raya udang di tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK). Ia menegaskan bahwa pembangunan gedung perkantoran tetap diperlukan, tetapi harus selaras dengan produktivitas dan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam New Policy, pemerintah lebih menekankan kebijakan yang menggerakkan sektor produktif, seperti pertanian, perikanan, dan usaha kecil menengah, sebagai prioritas utama.
“Kantor megah, produknya nggak ada. Lebih baik kantornya tidak begitu bagus, tapi produknya bagus. Hasilnya banyak,” ucapnya.
Menurut Prabowo, kebutuhan utama masyarakat saat ini adalah pekerjaan dan peningkatan pendapatan. Oleh karena itu, New Policy diusung dengan tujuan menyerap tenaga kerja secara signifikan. Ia menambahkan bahwa kantor-kantor baru yang dibangun harus menjadi sarana mempercepat kegiatan produktif, bukan sekadar simbol kekuasaan atau pemborosan anggaran.
Implementasi New Policy di Kawasan BUBK
BUBK Kebumen, yang diresmikan pada 9 Maret 2023, menjadi contoh sukses dalam menciptakan peluang kerja lokal. Sampai saat ini, kawasan tersebut telah menjalankan siklus budidaya ke delapan dengan 139 kolam produksi beroperasi optimal. Prabowo mengapresiasi inisiatif ini sebagai model produktif yang bisa diikuti di wilayah lain. New Policy berusaha mengakselerasi proyek semacam ini di berbagai daerah, dengan fokus pada keberlanjutan ekonomi.
Kebijakan New Policy juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja. Prabowo menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya tentang penganggaran, tetapi juga tentang strategi yang tepat untuk mengarahkan sumber daya ke sektor yang paling dibutuhkan. Selain BUBK, pemerintah juga sedang merencanakan proyek serupa dengan skala lebih besar di Waingapu, Nusa Tenggara Timur, sebagai langkah lanjutan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam sektor pertanian dan perikanan.
Prabowo berharap New Policy mampu menjadi kekuatan penggerak bagi perekonomian masyarakat. Dalam pidatonya, ia menyebutkan bahwa kebijakan ini merupakan penyesuaian dari pendekatan pembangunan sebelumnya, yang lebih fokus pada infrastruktur fisik. Dengan New Policy, prioritasnya berubah menjadi membangun sistem yang bisa menciptakan nilai tambah dan kesempatan kerja.
“New Policy ini tidak hanya sekadar menambah jumlah kantor, tapi kita fokus pada kegiatan yang langsung menghasilkan pekerjaan dan pendapatan,” tambah Prabowo.