Latest Update: Pemadaman Listrik Sumatra, Pengusaha Keluhkan Penurunan Omzet dan Kekhawatiran Kriminalitas
Latest Update – Kota Medan dan sejumlah wilayah lain di Sumatra Utara mengalami pemadaman listrik massal sejak Jumat (22/5/2026) sore, menimbulkan gangguan besar bagi kehidupan sehari-hari warga. Pemutusan aliran listrik yang terjadi mulai pukul 18.00 WIB membuat sebagian besar area gelap gulita, menghambat berbagai aktivitas ekonomi dan sosial. Masalah ini tidak hanya memengaruhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mengakibatkan keluhan dari pelaku usaha terkait penurunan pendapatan, termasuk potensi peningkatan tindak kriminal.
Penurunan Omzet dan Dampak Ekonomi
Latest Update – Pemadaman listrik yang terjadi di Kota Medan menimbulkan dampak serius pada transaksi bisnis. Pedagang kecil, khususnya di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan, mengeluhkan penurunan penjualan hingga 50% pada hari pertama gangguan. Novita, seorang pengusaha sepatu di Jalan Pematang Siantar, menyatakan bahwa gelapnya malam hari membuat pembeli enggan memasuki toko.
“Jika listrik padam, para pembeli jadi sepi. Omzet harian saya turun drastis, bahkan melebihi kerugian akibat hujan deras beberapa hari sebelumnya,” ujarnya.
Latest Update – Tidak hanya toko ritel, gangguan listrik juga memengaruhi bisnis restoran dan kafe. Pedagang makanan di Jalan Imam Bonjol mengatakan, pengunjung terpaksa menunda pembelian karena kegelapan membatasi visibilitas. “Beberapa pelanggan datang lebih awal agar bisa makan sambil menunggu lampu menyala. Namun, sebagian besar justru beralih ke tempat lain yang masih beroperasi,” tambahnya.
Latest Update – Pemadaman listrik yang terjadi selama lebih dari 12 jam juga memengaruhi industri layanan. Karyawan kantor dan pemilik bisnis menilai gangguan ini mengganggu produktivitas, terutama di sektor digital. “Saya harus mengatur ulang rencana kerja setiap hari, karena internet dan perangkat elektronik menjadi tidak stabil,” keluh Rizal, seorang pengusaha startup yang berbasis di Medan.
Perkembangan dan Upaya Pemulihan
Latest Update – Dalam pernyataan resmi, Gregorius Adi Trianto, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, menjelaskan bahwa tim teknis sedang mengecek sistem kelistrikan secara menyeluruh. “Gangguan ini terjadi karena gangguan pada saluran distribusi utama, dan kami telah mengirimkan tim untuk mengidentifikasi penyebab pasti serta mempercepat pemulihan,” terangnya.
Latest Update – Menurut Gregorius, pemadaman listrik terjadi setelah kelebihan beban pada sistem jaringan. “Kami sedang melakukan pengecekan pada trafo dan kabel utama untuk memastikan tidak ada gangguan permanen. Sementara itu, beberapa titik jaringan telah dipulihkan, tetapi wilayah terdampak masih mengalami kesulitan,” tambahnya.
Latest Update – Jumlah warga yang memakai genset juga meningkat. Di Pasar Bulan, sekitar 30% pedagang memasang genset sementara untuk menjaga operasional. “Meski biaya tambahan, tetapi kita tetap butuh cahaya agar bisa menjual produk,” kata Siti, pedagang sayur yang terdampak.
Latest Update – Pemadaman listrik yang terjadi pada Jumat (22/5/2026) ini adalah gangguan kedua dalam sebulan terakhir. Sebelumnya, pada 10 Mei, wilayah sekitar Bandar Seri Begawan juga mengalami pemutusan listrik yang membuat warga khawatir akan krisis energi yang berkepanjangan. “Masalah listrik terus muncul, dan ini membuat kita takut kehilangan pendapatan rutin,” kata salah satu pelaku usaha.
Latest Update – Pemulihan listrik diprediksi akan selesai pada Sabtu (23/5/2026) pagi, meski sebagian wilayah masih mengalami gangguan terbatas. PLN juga berencana memperbaiki infrastruktur kelistrikan sebagai langkah pencegahan untuk menghindari kejadian serupa. “Kami sedang meningkatkan perawatan trafo dan kabel utama, terutama di daerah rawan kelebihan beban,” jelas Gregorius.
Latest Update – Kondisi gelap di Malam hari juga memicu kekhawatiran warga terhadap kriminalitas. Polisi mengamati peningkatan laporan tindak pencurian dan penggelapan di sekitar pasar dan area perbelanjaan. “Kami mendapat laporan 15 kejadian di hari pertama pemadaman. Warga mengatakan perasaan aman berkurang karena kegelapan,” kata Kasat Reskrim Polresta Medan.