News

Pemilu Israel: Partai-Partai Arab Catat Sejarah Raih 18 Kursi, Penentu Tamatnya Netanyahu?

codex-ea92ce5d2d984ab39ec64667017d54f0
Foto : David Jackson - nusantaranews1.com
Daftar Isi
  1. Related Reading
  2. Frequently Asked Questions

Nusantaranews1.com – TEL AVIV, Partai-partai Arab di Israel mencatat pencapaian bersejarah dalam pemilu parlemen Knesset, dengan proyeksi meraih hingga 18 kursi. Lonjakan tersebut berpotensi menjadikan mereka penentu arah pembentukan pemerintahan baru sekaligus membuka jalan bagi berakhirnya kekuasaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Hasil exit poll yang dirilis sejumlah lembaga penyiaran Israel pada Selasa (27/10/2026) malam menunjukkan blok oposisi pimpinan mantan Panglima Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Gadi Eisenkot diproyeksikan memperoleh 52-53 kursi.

Sementara itu, blok Netanyahu diperkirakan hanya meraih 50 kursi di parlemen yang memiliki 120 anggota. Adapun partai-partai Arab diproyeksikan mengamankan 17-18 kursi. Angka tersebut menjadi peningkatan signifikan dibandingkan 10 kursi yang mereka miliki sebelumnya.

Dengan tidak adanya blok yang mencapai 61 kursi untuk menguasai mayoritas Knesset, dukungan partai-partai Arab berpotensi menjadi faktor penentu dalam perebutan kekuasaan. Namun, berakhirnya pemerintahan Netanyahu belum bisa dipastikan karena pembentukan koalisi masih bergantung pada negosiasi antarpartai. Media internasional termasuk Al Jazeera menyoroti besarnya peran pemilih Arab dalam pemilu kali ini.

Tingginya partisipasi mereka turut memperkuat posisi partai-partai Arab di tengah persaingan ketat antara kubu Netanyahu dan oposisi. Partai Arab Berpotensi Jadi Penentu Pemerintahan Baru Menurut proyeksi Channel 12, blok oposisi diperkirakan memperoleh 52 kursi, kubu Netanyahu 50 kursi, sedangkan partai-partai Arab meraih 18 kursi. Sementara itu, lembaga penyiaran publik Israel dan Channel 13 masing-masing memproyeksikan 53 kursi untuk kubu Eisenkot, 50 kursi bagi blok Netanyahu, serta 17 kursi untuk partai-partai Arab.

Meski hasil tersebut memperlihatkan keunggulan oposisi, jalan menuju pemerintahan baru masih tidak mudah. Oposisi membutuhkan dukungan tambahan untuk mencapai mayoritas, sementara sikap partai-partai Arab dan kesediaan mitra oposisi menerima dukungan mereka akan menentukan langkah selanjutnya. Kantor berita The Associated Press (AP) melaporkan, hasil awal tersebut memperlihatkan tidak adanya pemenang dengan mayoritas yang jelas.

Negosiasi pembentukan koalisi diperkirakan berlangsung selama beberapa pekan, bahkan kebuntuan politik dapat membuka kemungkinan pemilu ulang. Oposisi Sebut Netanyahu Kehilangan Kepercayaan Publik Pemimpin oposisi Yair Lapid menyebut hasil proyeksi tersebut sebagai kekalahan telak bagi kubu Netanyahu. “Ini adalah keruntuhan total, dan publik telah meminta mereka untuk pergi,” tulis Lapid melalui media sosial X.

Sementara itu, Gadi Eisenkot menilai hasil awal pemilu menunjukkan hilangnya kepercayaan publik terhadap Netanyahu dan pemerintahannya. Jika proyeksi tersebut terkonfirmasi dan berhasil memperoleh dukungan yang cukup di Knesset, Eisenkot berpeluang memimpin pemerintahan baru. Dia juga menyatakan akan memprioritaskan kebijakan wajib militer.

Pemimpin Partai Demokrat Yair Golan turut menegaskan bahwa pemilih telah menolak pemerintahan yang berkuasa. “Publik telah bersuara. Mereka telah memecat pemerintahan Netanyahu,” kata Golan melalui X.

Dia menyebut oposisi memiliki kesempatan bersejarah untuk membentuk pemerintahan yang membawa perubahan nyata bagi Israel. Golan juga berjanji bekerja sama dengan mitra-mitranya untuk menjembatani perbedaan politik. Di sisi lain, Netanyahu dilaporkan mulai menghubungi para pemimpin partai koalisi setelah proyeksi awal diumumkan.

Surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan Partai Likud pimpinan Netanyahu meminta para anggotanya tidak berbicara kepada media massa. Partisipasi Pemilih Arab Meningkat Tajam Kenaikan perolehan kursi partai-partai Arab berlangsung bersamaan dengan tingginya partisipasi pemilih. Channel 12 melaporkan tingkat partisipasi pemilih dari kalangan Arab mencapai 80 persen.

Media tersebut menyebut proyeksi perolehan kursi partai-partai Arab sebagai pencapaian bersejarah. Secara keseluruhan, Komisi Pemilihan Umum Israel mencatat tingkat partisipasi mencapai 77,7 persen. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak 1999 dan meningkat 7,1 poin persentase dibandingkan pemilu 2022, berdasarkan data yang dikutip dalam laporan media Israel.

Tingginya partisipasi pemilih Arab mendorong peningkatan representasi mereka di parlemen. Dua kelompok utama yang mewakili pemilih Arab, Ra'am dan Joint List, diproyeksikan meraih total 17-18 kursi. Menurut laporan, partai-partai Arab tersebut terbuka untuk memberikan dukungan kepada oposisi, meski mereka belum tentu bergabung secara langsung dalam pemerintahan koalisi.

Nasib Netanyahu Belum Sepenuhnya Berakhir Meski exit poll menunjukkan blok Netanyahu tertinggal, hasil tersebut belum otomatis mengakhiri masa jabatannya. Dalam sistem parlementer Israel, partai atau blok yang unggul dalam proyeksi kursi belum tentu langsung membentuk pemerintahan. Presiden Israel Isaac Herzog nantinya akan berkonsultasi dengan partai-partai politik sebelum menunjuk kandidat yang dinilai memiliki peluang memperoleh dukungan mayoritas di Knesset.

Kebuntuan hasil pemilu bahkan masih dapat menguntungkan Netanyahu. Dia berpeluang tetap menjabat sebagai perdana menteri sementara, selama partai-partai bernegosiasi untuk membentuk koalisi baru. Karena itu, keberhasilan oposisi mengakhiri pemerintahan Netanyahu akan sangat bergantung pada kemampuannya menyatukan dukungan lintas partai, termasuk menentukan bentuk kerja sama dengan partai-partai Arab.

Frequently Asked Questions

What is Pemilu Israel?

Pemilu Israel is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pemilu Israel matter?

Pemilu Israel matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment