News

Jakarta Panas Terik Belakangan Ini, BMKG Tebar 4 Ton Garam di Langit Pancing Hujan

codex-59fdc0af2c534cf49057a2fbbb7eea8c
Foto : Sarah Hernandez - nusantaranews1.com
Daftar Isi
  1. BMKG Sebar 4 Ton Garam untuk Menghadapi Jakarta yang Panas Terik
  2. FAQ Jakarta Panas Terik dan Operasi Modifikasi Cuaca BMKG
  3. Related Reading

BMKG Sebar 4 Ton Garam untuk Menghadapi Jakarta yang Panas Terik

Nusantaranews1.com – Jakarta panas terik belakangan ini membuat BMKG bersama BPBD DKI Jakarta menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC). Langkah tersebut dilakukan untuk memancing hujan sekaligus membantu mengurangi dampak polusi udara di wilayah ibu kota dan sekitarnya.

Operasi berlangsung pada 21-25 Oktober 2026 dengan memanfaatkan kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan hujan. Hujan berpotensi membantu mengendapkan sebagian partikel pencemar di udara, meski hasilnya tetap bergantung pada perkembangan cuaca dan karakter polutan.

Empat Sorti Penyemaian Awan

Hingga 23 Oktober 2026, BMKG telah menjalankan empat sorti penerbangan penyemaian awan. Total bahan semai yang digunakan mencapai 4.000 kilogram atau 4 ton natrium klorida (NaCl).

Penerbangan dilakukan menggunakan pesawat Cessna Caravan C208B berregistrasi PK-SNH. Posko dan pusat komando operasi berada di Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, sebagai titik koordinasi pemantauan cuaca dan evaluasi kegiatan di Jabodetabek.

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo mengatakan kelembapan udara dan keberadaan massa udara konvektif memberi peluang munculnya hujan selama operasi. Pada Jumat, 23 Oktober, dua sorti dilakukan pada ketinggian 10.000 hingga 11.000 kaki atau sekitar 3.048-3.352,8 meter.

“Pada Jumat (23/10), telah dilaksanakan dua sorti penyemaian awan di ketinggian 10.000—11.000 kaki. Penerbangan sorti pertama menyasar awan potensial di area Jakarta Selatan, Bekasi, Depok, dan Bogor; sedangkan penerbangan sorti kedua berfokuskan pada penyemaian di area Bogor,” kata Budi.

Setelah penyemaian awan dilakukan, radar BMKG dan pengamatan visual pada sore hingga malam hari mencatat hujan di sebagian wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Hujan dapat membuat kondisi terasa lebih sejuk serta membantu menurunkan sebagian partikulat dari lapisan udara dekat permukaan.

Kolaborasi untuk Kualitas Udara Jakarta

Jakarta panas terik belakangan ini BMKG menjadi perhatian karena suhu tinggi dan kualitas udara dapat sama-sama memengaruhi kenyamanan warga. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyebut OMC merupakan bagian dari kerja sama BMKG dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kerja sama tersebut tidak hanya berkaitan dengan mitigasi bencana hidrometeorologi, tetapi juga pemantauan dan pengendalian persoalan kualitas udara perkotaan. Data arah angin, kelembapan, suhu, awan, hujan, dan konsentrasi pencemar diperlukan untuk melihat perubahan kondisi lingkungan secara lebih menyeluruh.

“Terkhusus dalam aspek kualitas udara, BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta telah melakukan pertukaran data terkait parameter meteorologi dan kualitas udara,” ujar Faisal dalam keterangannya, dikutip Minggu (25/10/2026).

Warga dapat memantau kondisi udara melalui aplikasi JAKI, termasuk informasi partikel halus PM2.5 terkini dan perkiraan hingga tiga hari ke depan. Informasi ini dapat membantu masyarakat menyesuaikan aktivitas luar ruang, terutama bagi kelompok yang lebih rentan terhadap paparan polusi.

OMC Tidak Bisa Dilakukan Saat Langit Cerah

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menjelaskan bahwa penyemaian awan tidak dilakukan secara sembarangan. Keputusan penerbangan harus didasarkan pada analisis meteorologis, kondisi atmosfer, dan kebutuhan operasi di lapangan.

Operasi modifikasi cuaca bekerja pada awan yang sudah memiliki potensi menghasilkan hujan. Karena itu, OMC tidak dapat menciptakan awan ketika langit benar-benar cerah. Kelembapan, dinamika angin, ketersediaan awan, dan perkembangan atmosfer menjadi faktor penting sebelum bahan semai diterbangkan.

“Hujan berpotensi membantu membersihkan sebagian partikel pencemar dari atmosfer, meskipun efektivitasnya bergantung pada kondisi cuaca dan karakteristik pencemar,” tutur Seto.

Dengan demikian, penyemaian awan merupakan upaya pendukung untuk menghadapi kondisi lingkungan perkotaan, bukan satu-satunya solusi atas polusi udara maupun suhu panas. Pengendalian sumber emisi tetap menjadi bagian penting dalam perbaikan kualitas udara Jakarta.

FAQ Jakarta Panas Terik dan Operasi Modifikasi Cuaca BMKG

Mengapa BMKG menebar garam di awan?

Natrium klorida digunakan sebagai bahan semai untuk membantu proses pembentukan hujan pada awan yang telah memenuhi syarat. Tujuannya bukan membuat awan dari langit cerah, melainkan mengoptimalkan potensi hujan yang sudah ada.

Apakah hujan bisa langsung menghilangkan polusi udara?

Hujan dapat membantu mengendapkan sebagian partikel pencemar, khususnya partikulat yang berada di udara. Namun, dampaknya tidak selalu sama karena dipengaruhi intensitas hujan, arah angin, kondisi atmosfer, dan sumber polusi yang masih berlangsung.

Apa yang bisa dilakukan warga saat kualitas udara memburuk?

Warga dapat memantau PM2.5 melalui aplikasi JAKI, membatasi aktivitas luar ruang saat kondisi tidak sehat, serta menggunakan perlindungan yang sesuai bila perlu berada di luar. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan sebaiknya lebih berhati-hati.

Leave a Comment