Suahasil Nazara Lantik 5 Pejabat Eselon I Kemenkeu, Ini Daftar Namanya
Daftar Isi
Suahasil Nazara Lantik Lima Pejabat Eselon I di Kementerian Keuangan
Nusantaranews1.com – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik lima pejabat pimpinan tinggi madya atau eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan pada Jumat, 23 Oktober 2026. Dalam arahannya di Jakarta, ia menekankan bahwa kepemimpinan di kementerian yang besar memerlukan koordinasi antarsatuan kerja, pandangan menyeluruh, dan kedekatan dengan pegawai.
Pengisian posisi strategis ini mencakup jabatan Sekretaris Jenderal, dua Direktur Jenderal, serta dua Staf Ahli Menteri Keuangan. Para pejabat yang menerima amanah baru dinilai telah memiliki rekam pengalaman panjang di berbagai unit Kementerian Keuangan.
Pengalaman lintas penugasan tersebut dipandang penting karena memberi pemahaman yang lebih luas mengenai hubungan antara tugas satu unit dan unit lainnya. Bagi Suahasil, perpindahan penugasan antarunit dapat membentuk pejabat yang tidak hanya memahami bidangnya sendiri, tetapi juga mampu melihat kebutuhan organisasi secara keseluruhan.
“Pejabat-pejabat yang merupakan pejabat yang telah memiliki pengalaman yang sangat-sangat panjang di Kementerian Keuangan. Bahkan beberapa kita bisa lihat memiliki track record antar unit telah pindah dari satu unit ke unit yang lain, ini adalah track record yang baik,” ujarnya di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Daftar Pejabat yang Dilantik
Lima pejabat eselon I yang dilantik Suahasil Nazara adalah Astera Primanto Bhakti sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan. Jabatan Direktur Jenderal Perbendaharaan kemudian diemban Tri Budhianto, sementara Nufransa Wira Sakti dipercaya menjadi Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan.
Dua posisi staf ahli juga turut diisi dalam pelantikan tersebut. Neilmaldrin Noor dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak. Adapun Hidayat Amir mendapat amanah sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional.
Pelantikan ini merupakan bagian dari pengisian jabatan pimpinan tinggi madya di Kementerian Keuangan. Posisi-posisi tersebut berada pada level kepemimpinan yang berperan dalam mengarahkan pelaksanaan tugas organisasi, menyatukan kerja unit, serta mendukung kebijakan keuangan negara.
Kolaborasi Tidak Boleh Terhenti di Satu Unit
Suahasil mengingatkan bahwa pekerjaan Kementerian Keuangan tidak dapat ditangani secara terpisah-pisah. Setiap unit eselon I memiliki fungsi dan tanggung jawab masing-masing, tetapi pelaksanaan tugas kementerian membutuhkan keterhubungan dalam perencanaan, koordinasi, dan pengambilan keputusan.
Ia meminta para pejabat baru membangun kerja sama dengan seluruh unit yang ada. Pesan tersebut menegaskan bahwa batas organisasi tidak seharusnya menjadi penghalang ketika kementerian menjalankan agenda dan tanggung jawabnya.
“Saya ingin secara umum menyampaikan tidak ada pekerjaan yang saya sampaikan di atas tadi yang dapat dikerjakan hanya oleh satu unit eselon 1 sendiri. Saudara-saudara harus bekerja sama dengan seluruh unit eselon 1 yang ada, tidak ada tanggung jawab Kementerian Keuangan yang dapat dikerjakan hanya oleh kotak yang Anda isi sendiri,” ucapnya.
Koordinasi lintas unit menjadi relevan karena Kementerian Keuangan memiliki ruang lingkup pekerjaan yang luas. Pemimpin pada setiap bagian perlu memahami dampak keputusan di unitnya terhadap unit lain, sehingga kebijakan dan pelaksanaan tugas dapat berjalan selaras.
Suahasil menyampaikan bahwa pemahaman mengenai tugas tiap unit dapat membantu pimpinan menemukan titik temu di antara berbagai pekerjaan. Hal itu juga mencerminkan kualitas birokrasi yang diharapkan, yakni pejabat yang mampu memahami pekerjaan rekannya dan tidak bekerja dengan sudut pandang yang sempit.
“Karena Kementerian Keuangan itu Kementerian yang cukup besar, dan pemahaman mengenai masing-masing unit itu akan menumbuhkan upaya atau pemahaman untuk mencari titik temu keterkaitan antar satu unit dengan unit yang lain. Ini adalah kualitas dari pejabat birokrasi yang kita inginkan, sehingga bisa saling memahami yang di satu tempat memahami apa yang dikerjakan di tempat lain,” katanya.
Menghubungkan Dinamika Internal dan Global
Selain kolaborasi internal, Suahasil juga meminta pimpinan baru mengasah kemampuan connecting the dots. Kemampuan ini merujuk pada kecakapan menghubungkan informasi, persoalan, dan perkembangan yang muncul dari berbagai arah untuk menghasilkan langkah kebijakan yang tepat.
Ia menilai keterampilan tersebut tidak terbatas pada dinamika di dalam Kementerian Keuangan. Para pejabat juga perlu membaca perubahan global yang dapat memengaruhi kondisi ekonomi, keuangan negara, dan pelaksanaan kebijakan kementerian.
“Karena itu kita akan terus melanjutkan upaya bekerja bersama dan kita akan melanjutkan perspektif masing-masing, tetapi kemampuan untuk connecting the dots bukan saja titik-titik di dalam Kementerian Keuangan tetapi juga dengan dinamika global yang terjadi,” ujarnya.
Arahan tersebut menjadi penekanan agar kepemimpinan di lingkungan Kementerian Keuangan mampu merespons perubahan secara cermat. Setiap pimpinan diharapkan dapat membawa keahlian bidangnya, sambil tetap menjaga kesesuaian langkah dengan tujuan kementerian secara menyeluruh.
Regenerasi Kepemimpinan
Suahasil meminta lima pejabat yang baru dilantik segera mengubah arahan tersebut menjadi langkah kerja nyata. Ia juga menaruh perhatian pada regenerasi kepemimpinan, agar kesinambungan pelaksanaan tugas tetap terjaga di lingkungan Kementerian Keuangan.
Pembinaan pegawai dan pengembangan pemimpin berikutnya menjadi bagian penting dari keberlanjutan organisasi. Dengan kepemimpinan yang dekat dengan pegawai, pengalaman lintas unit, serta koordinasi yang kuat, pelaksanaan amanah di Kementerian Keuangan diharapkan dapat berjalan secara konsisten di tengah perubahan kondisi global.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Suahasil Nazara Lantik 5 Pejabat Eselon?
Suahasil Nazara Lantik 5 Pejabat Eselon is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Suahasil Nazara Lantik 5 Pejabat Eselon matter?
Suahasil Nazara Lantik 5 Pejabat Eselon matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.