News

Bak Film Kartel! Kampung Narkoba Samarinda Punya Sniper untuk Awasi Pendatang

Bak Film Kartel! Kampung Narkoba Samarinda Punya Sniper untuk Awasi Pendatang

Operasi di Samarinda Ungkap Sistem Terstruktur Perdagangan Narkoba

Bak Film Kartel Kampung Narkoba Samarinda – Dalam operasi penyitaan barang bukti narkoba, petugas kepolisian mengungkap jaringan perdagangan narkoba di Samarinda, Kalimantan Timur. Sistem bisnis mereka terbukti sangat terencana, mirip dengan skenario film kartel internasional. Bahkan, terdapat pengawas yang diberi sebutan ‘sniper’ untuk mengontrol akses orang ke area penjualan.

“Tersangka yang berperan sebagai sniper (pengawas) berada di depan Alfamart akan memberikan kode ‘masuk masuk’ menggunakan tangan secara tersirat,” kata Dir Tipid Narkoba, Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).

Pola pengawasan juga mencakup penggunaan handy talky di sepanjang jalur menuju Blok F. Terdapat 21 pengawas yang memastikan hanya satu orang pengendara dapat masuk ke lokasi jual beli narkoba. Jika ada dua orang, salah satu harus turun dan menunggu di perempatan Blok F yang diawasi sniper.

“Kemudian pada perempatan gang Blok F Gang Langgar, sniper mewajibkan hanya satu orang pengendara saja yang dapat masuk ke lokasi penjualan narkoba tersebut. Apabila berboncengan, salah satu harus turun dan menunggu di perempatan Blok F yang mana diawasi oleh para sniper,” tambah Eko.

Pembeli yang berhasil masuk ke Blok F akan menukar uang Rp150.000 untuk satu klip sabu kecil. Loket penjualan di Gang Langgar sudah beroperasi selama empat tahun, dengan rata-rata transaksi mencapai 1.000-1.200 klip per hari.

Polisi menangkap 13 tersangka dalam pengungkapan ini. Tersangka utama adalah Firnandes alias Nando, yang bertindak sebagai bandar narkoba di kawasan Gang Langgar. Ia juga putra dari Andes alias H Endi (buronan) serta bawahan H Sudi (buronan). Pelaku lain termasuk Ade Saputra alias Ayam Jago dan Tri Pamungkas sebagai penjual di loket, serta Hadi Saputra sebagai kurir.

Daftar Sniper yang Diamankan

Dalam penyidikan, polisi juga mengidentifikasi para sniper yang terlibat: Muhamad Tamrin alias Ipin, Asrheel, Muhammad Aswin alias Wiwin, Muhammad Ical alias Ical, Mustafa alias Mus, Kamarudin alias Dores, dan Idham Halid alias Idam.

Daftar Buronan

Beberapa tersangka masih dalam status daftar pencarian orang, di antaranya Andes alias H Endi (pemilik lama), H Andi Sudi (penyuplai narkoba), Malik, dan Bripka Dedy Wiratama (sniper).

Leave a Comment