Regional

Pilu! Dokter Hewan asal Sikka Korban Penembakan KKB Tinggalkan Anak 5 Tahun

codex-695d297a77af4416acaa030c3ff74058
Foto : Patricia Rodriguez - nusantaranews1.com
Daftar Isi
  1. Duka Keluarga di Sikka Setelah Dokter Hewan ASN Tewas Ditembak di Jayawijaya
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Duka Keluarga di Sikka Setelah Dokter Hewan ASN Tewas Ditembak di Jayawijaya

Nusantaranews1.com – Suasana duka menyelimuti rumah keluarga drh Alfonsius Albinus Mehan di Wailiti, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Dokter hewan berusia 35 tahun itu meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata saat menjalankan tugas pelayanan masyarakat di Papua Pegunungan.

Keluarga di Maumere kini menanti kepulangan jenazah Alfonsius dari Wamena. Tangis kerabat dan keluarga pecah menyusul kabar meninggalnya aparatur sipil negara yang bertugas pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tersebut. Kepergiannya juga meninggalkan seorang istri serta putra laki-laki yang masih berumur lima tahun.

Diserang saat menyalurkan bantuan

Penembakan berlangsung pada Rabu, 9 September 2026, di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Saat kejadian, Alfonsius berada bersama dua rekan kerjanya untuk menyalurkan bantuan bahan pangan dan bibit ternak kepada warga setempat.

Tugas itu merupakan bagian dari pelayanan pertanian yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Penyaluran pangan dan bibit ternak menjadi kegiatan penting bagi warga penerima bantuan, sehingga serangan terhadap petugas dalam perjalanan tugas kemanusiaan tersebut menimbulkan duka mendalam, baik bagi keluarga korban maupun pemerintah daerah asalnya.

Dalam peristiwa di Distrik Muliama itu, tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dinyatakan meninggal. Selain drh Alfonsius Albinus Mehan, dua korban lainnya adalah Aprida Rapi berusia 49 tahun dan Willi Mbuik berusia 24 tahun.

Mengabdi hampir sembilan tahun di Wamena

Alfonsius telah menjalankan pengabdian di Wamena selama kurang lebih sembilan tahun. Bagi keluarga, ia dikenal sebagai pribadi yang santun, tekun bekerja, dan tetap menjaga kedekatan dengan ibunya di Sikka walaupun menjalani tugas jauh dari kampung halaman.

Kabar duka pertama kali diterima ibunda korban, Maria Sukartiyam, melalui keluarga yang berada di Kupang. Bagi keluarga, kehilangan tersebut terasa semakin berat karena Alfonsius dikenal memiliki perhatian besar terhadap pekerjaan dan masyarakat yang dilayaninya.

Mendiang ini anak yang sangat baik dan rajin bekerja. Bahkan sebelum gugur, masih sempat memikirkan dan memastikan penyaluran bantuan untuk masyarakat Flores yang terdampak bencana,

ucap Maria Sukartiyam pada Jumat, 11 September 2026, saat mengenang putranya.

Kesaksian itu menggambarkan perhatian Alfonsius yang tidak berhenti pada tanggung jawabnya sebagai dokter hewan dan ASN. Di tengah penugasannya di Papua Pegunungan, ia masih memikirkan penyaluran bantuan bagi masyarakat Flores yang terdampak bencana.

Pemulangan jenazah dilakukan bertahap

Jenazah Alfonsius dijadwalkan diberangkatkan dari Wamena menuju Makassar pada Jumat, 11 September 2026, pukul 11.00 WIT. Setelah disemayamkan selama satu malam di Makassar, perjalanan dilanjutkan melalui Labuan Bajo sebelum jenazah dibawa ke Maumere, Kabupaten Sikka.

Rangkaian perjalanan tersebut menjadi masa penantian yang berat bagi keluarga di Wailiti. Kepulangan jenazah ke kampung asal memberi kesempatan bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat sekitar untuk menyampaikan penghormatan terakhir kepada Alfonsius setelah bertahun-tahun mengabdi di daerah penugasannya.

Proses pemulangan lintas wilayah juga memperlihatkan jarak yang harus ditempuh keluarga untuk membawa pulang seorang anggota keluarga yang meninggal saat melaksanakan kewajiban negara. Bagi keluarga korban, perjalanan dari Wamena hingga Maumere bukan semata perpindahan jenazah, melainkan bagian dari perpisahan yang penuh kehilangan.

Pemkab Sikka kecam kekerasan bersenjata

Pemerintah Kabupaten Sikka menyampaikan kecaman atas penembakan yang menewaskan para petugas pertanian tersebut. Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menilai tindakan bersenjata yang menyasar petugas pelayanan publik dan kegiatan kemanusiaan tidak dapat dibenarkan.

Pemerintah Kabupaten Sikka mengecam keras aksi penembakan ini. Kami meminta negara mengambil langkah tegas untuk mengusut serta menyelesaikan penanganan kekerasan bersenjata di Papua,

kata Juventus Prima Yoris Kago.

Pernyataan itu menegaskan harapan agar penembakan di Kampung Muliama diusut dan penanganan kekerasan bersenjata di Papua dilakukan secara tegas. Bagi pemerintah daerah, keselamatan petugas yang menjalankan pelayanan publik menjadi perhatian penting, terutama ketika mereka bertugas menjangkau masyarakat di wilayah yang jauh dari daerah asalnya.

Tragedi ini meninggalkan kesedihan bagi dua daerah sekaligus: Jayawijaya, tempat Alfonsius menjalankan pengabdian, serta Sikka, tempat keluarga dan kampung halamannya berada. Di tengah kesedihan itu, keluarga mengenang sosok Alfonsius sebagai anak yang baik, pekerja keras, dan seorang ayah yang meninggalkan putra kecilnya pada usia lima tahun.

Frequently Asked Questions

What is Pilu Dokter Hewan asal Sikka Korban?

Pilu Dokter Hewan asal Sikka Korban is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pilu Dokter Hewan asal Sikka Korban matter?

Pilu Dokter Hewan asal Sikka Korban matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment