Sport

Jurgen Klopp Resmi Jadi Pelatih Timnas Jerman, Langsung Dapat Misi Berat usai Kegagalan di Piala Dunia 2026

Foto : Sarah Smith - nusantaranews1.com

Klopp Resmi Dilantik Pelatih Timnas Jerman Pasca Kegagalan Piala Dunia 2026

Nusantaranews1.com – Jurgen Klopp resmi menjadi pelatih kepala tim nasional Jerman setelah Federasi Sepak Bola Jerman atau DFB menandatangani kontrak berdurasi empat tahun. Langkah ini diambil setelah Die Mannschaft mengalami kegagalan di Piala Dunia 2026, di mana mereka tersingkir melalui adu penalti melawan Paraguay di putaran 32 besar. Penunjukan ini menandai babak baru bagi sepak bola Jerman yang sedang mencari arah setelah hasil buruk berturut-turut sejak 2018.

Klopp menggantikan Julian Nagelsmann yang memutuskan untuk mengundurkan diri setelah timnya kalah dari Paraguay. Kegagalan ini menambah catatan buruk Jerman yang juga gagal melampaui fase grup pada Piala Dunia 2018 dan 2022. Dengan pengalaman menangani Liverpool dan Borussia Dortmund, Klopp diharapkan dapat membawa perubahan signifikan bagi tim nasional.

Perjalanan Karier Klopp Menuju Timnas Jerman

Dalam pernyataan resminya, Klopp menyampaikan rasa bangganya atas kesempatan yang diberikan untuk menangani tim nasional negaranya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Red Bull yang telah memberikan izin agar ia dapat menerima tawaran pekerjaan baru tersebut. Sebelumnya, Klopp menjabat sebagai Kepala Global Sepak Bola Red Bull selama satu setengah tahun sebelum menerima tantangan baru ini.

Tim nasional bisa menyatukan rakyat Jerman seperti hampir tidak ada hal lain. Itulah yang membuat tugas ini begitu istimewa bagi saya, kata Klopp dalam pernyataannya.

Klopp juga mengungkapkan rasa syukurnya atas semua pengalaman dan pelajaran yang diperoleh selama periode di Red Bull. Ia merasa berterima kasih atas keterbukaan perusahaan yang memungkinkan kesepakatan ini terwujud. Dengan latar belakang yang kuat, Klopp siap menghadapi tantangan besar di depan.

Kini saya menantikan tugas istimewa ini dengan rendah hati dan penuh kesabaran, membangun tim yang saling berjuang, menikmati sepak bola, serta mendapat dukungan penuh dari masyarakat Jerman, ujarnya.

Struktur Kepelatihan Baru DFB

Dalam menjalankan tugas barunya, Klopp akan didampingi oleh Peter Krawietz, Pep Lijnders, serta Sven Bender yang merupakan mantan pemain Timnas Jerman sebagai jajaran staf pelatih. Selain itu, DFB juga menunjuk Per Mertesacker, mantan bek Timnas Jerman, sebagai direktur pelaksana bidang olahraga menggantikan Andreas Rettig. Juara Piala Dunia 2014 tersebut telah menandatangani kontrak hingga ajang Piala Dunia 2030.

Presiden DFB, Bernd Neuendorf, menjelaskan bahwa Klopp merupakan kandidat utama sejak awal proses pencarian pelatih baru. “Kami menjalani pembicaraan yang sangat intens. Klopp merupakan pilihan ideal sejak awal. Semua pihak di DFB sepakat dia adalah sosok yang harus kami dekati. Setelah berdiskusi langsung, keyakinan kami semakin kuat jika dia adalah orang yang tepat pada waktu yang tepat,” tegasnya.

Kompensasi dan Dukungan Red Bull

Direktur Eksekutif Red Bull, Oliver Mintzlaff, mengungkapkan bahwa keputusan untuk melepas Klopp bukanlah perkara mudah. Namun, perusahaan mendukung keinginan Klopp untuk melatih Timnas Jerman. Sebagai bentuk apresiasi, DFB tidak membayar kompensasi langsung kepada Red Bull. Sebagai gantinya, federasi akan menyumbangkan 1 juta euro atau sekitar Rp20,605 miliar kepada yayasan Wings for Life milik Red Bull.

Selain itu, Neuendorf memastikan bahwa Leipzig akan menjadi tuan rumah tiga pertandingan internasional Timnas Jerman dalam beberapa tahun ke depan. Klopp mengambil alih Timnas Jerman kurang dari dua tahun setelah bergabung dengan Red Bull. Sebelumnya, ia sukses meraih gelar Bundesliga dan DFB-Pokal bersama Borussia Dortmund, lalu mempersembahkan berbagai trofi bergengsi untuk Liverpool, termasuk Liga Champions dan Liga Inggris.

Klopp menegaskan bahwa jabatan sebagai pelatih Timnas Jerman merupakan pencapaian terbesar dalam karier kepelatihannya. “Posisi ini adalah puncak karier saya dan saya akan memberikan seluruh kemampuan untuk meraih kesuksesan. Saya memang belum sempurna, tetapi kami masih memiliki beberapa pekan sebelum jeda internasional pertama. Waktu itu cukup untuk melakukan persiapan. Saya ingin mengikuti jejak para pelatih tersukses Timnas Jerman yang mampu membangun tim dengan cara terbaik,” katanya.

Leave a Comment