2 Wisatawan asal Karawang Tewas Tertimbun Longsor di Curug Cileat Subang
2 Wisatawan asal Karawang Tewas Tertimbun – Sebuah bencana alam mengerikan terjadi di Curug Cileat, Subang, Jawa Barat, pada Jumat (15/5/2026), saat dua wisatawan dari Karawang jadi korban tertimbun material longsor. Lokasi kejadian berada di Kampung Cibago RT 14 RW 04, Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, yang merupakan salah satu tempat wisata populer di daerah tersebut. Pada saat kejadian, hujan deras yang mengguyur wilayah selama beberapa hari terakhir memicu kondisi tanah yang rentan longsor, sehingga membuat kejadian ini lebih mengerikan.
Latar Belakang dan Kondisi Cuaca
Curug Cileat dikenal sebagai destinasi wisata alam yang menawarkan pemandangan indah dan suasana sejuk. Namun, dalam beberapa hari terakhir, daerah tersebut mengalami intensitas hujan tinggi yang mengakibatkan peningkatan risiko longsor. Masyarakat sekitar mulai memperingatkan pengunjung untuk berhati-hati, terutama di area tebing yang terjal. “Sudah lama kami mengingatkan soal bahaya longsor di sini, tapi kejadian ini lebih parah dari yang diperkirakan,” kata seorang warga setempat, yang tidak ingin disebutkan namanya.
Bencana alam ini terjadi saat dua wisatawan yang sedang menghabiskan waktu liburan di kawasan Curug Cileat memutuskan untuk mengambil foto di area yang sebelumnya sudah berpotensi longsor. Menurut sumber di lapangan, situasi memburuk setelah hujan deras terus mengguyur wilayah selama lebih dari 24 jam, menyebabkan tanah menjadi lembap dan rentan tergerus. “Kondisi cuaca memang tidak menentu, tapi kejadian ini membuktikan bahwa kita harus lebih waspada,” tambah sumber tersebut.
Proses Pencarian dan Evakuasi
Pasca-bencana, tim gabungan dari BPBD Karawang, BPBD Subang, serta organisasi SAR lainnya langsung melakukan pencarian korban. “Tim TRC BPBD Karawang dan BPBD Subang bergerak cepat ke lokasi setelah menerima laporan,” jelas Ferry Muharram, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang. Pencarian dilakukan dengan menyisir area longsor yang menutupi bagian tebing, dan beberapa relawan serta masyarakat sekitar turut membantu dalam upaya menemukan korban.
Pada Sabtu (16/5/2026), dua korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Alda Apriliani (22), warga Cikampek, dan Winda Limbong (20), warga Kosambi, Karawang, menjadi korban terakhir yang ditemukan setelah tim SAR melakukan investigasi menyeluruh. “Kedua jenazah langsung dievakuasi dan dikirim ke Karawang untuk diserahkan kepada keluarga,” tambah Ferry. Selama proses evakuasi, tim juga melakukan pengecekan terhadap area sekitar untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun.
Menurut informasi yang diperoleh, tiga rekan wisatawan berhasil menyelamatkan diri setelah mendengar suara gemuruh yang muncul dari tebing. Mereka segera mengambil langkah untuk berlari ke area yang lebih aman. Namun, dua korban tidak sempat menghindar karena posisi mereka di lokasi yang rentan terhadap longsor. “Mereka sedang berfoto saat bencana terjadi, dan situasi memburuk cepat,” kata Ferry, menjelaskan bahwa kejadian ini terjadi secara mendadak.
Upaya Pencegahan dan Penyelamatan
BPBD Karawang dan Subang, bersama TNI, Polri, serta relawan, mempercepat operasi pencarian untuk memastikan semua korban ditemukan. Selama proses penyelamatan, tim SAR menggunakan alat khusus dan melakukan koordinasi yang ketat dengan pihak setempat. “Kita harus cepat tanggap agar korban bisa ditemukan dalam waktu singkat,” tegas Ferry, yang menekankan pentingnya kecepatan dalam penanggulangan bencana.
Sebagai respons terhadap insiden ini, pihak setempat dan pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi lingkungan sekitar Curug Cileat. “