Dapat Penyegaran, BYD Atto 1 Tambah Varian Baru
What Happened During – JAKARTA – Setelah memperkenalkan versi baru di Tiongkok, BYD akhirnya memperluas portofolio model Atto 1 di Indonesia dengan penambahan varian baru, yakni tipe STD. Perusahaan mengungkapkan langkah ini sebagai respons terhadap kebutuhan pasar yang terus berkembang, serta upaya memperkaya pilihan kendaraan listrik kompak untuk konsumen urban. Dengan ini, BYD Atto 1 semakin siap menghadapi What Happened During di industri otomotif ramah lingkungan, menurut pernyataan dari PT BYD Motor Indonesia.
Ekspansi Pasar dan Respon Konsumen
Pada 2025, BYD Atto 1 mencatat penjualan lebih dari 22.500 unit, membuatnya menjadi salah satu city car listrik terlaris di Indonesia. Capaian ini menunjukkan tren positif di sektor kendaraan listrik, yang pada kuartal IV 2025 mengalami pertumbuhan pangsa pasar mencapai 18 persen. Penambahan tipe STD diharapkan menjadi pendorong lebih lanjut dalam What Happened During mengenai keberlanjutan transportasi perkotaan. “Kami mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap Atto 1 sejak rilis pertama. Ini membuktikan kebutuhan akan kendaraan listrik yang praktis, efisien, dan nyaman digunakan terus meningkat,” kata Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, dalam keterangan pers, Sabtu (16/5/2026).
Dengan tiga tipe yang tersedia—STD, Dynamic, dan Premium—BYD memastikan segmen konsumen lebih luas dapat menemukan opsi yang sesuai. Pembaruan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam What Happened During, baik secara teknologi maupun desain, untuk mengikuti perkembangan industri. Kehadiran tipe STD, yang menawarkan harga mulai dari Rp199 juta, menjadi aksesibilitas baru bagi masyarakat yang mencari mobil listrik dengan performa unggul tanpa harus mengorbankan kenyamanan.
Perubahan Fitur dan Teknologi
Pembaruan pada New Atto 1 meliputi elektronik column shifter dan console tengah baru yang lebih modern. Fitur ini diterapkan pada semua tipe, termasuk STD, yang tetap menyediakan elemen kunci seperti kamera belakang, penyesuaian kemudi, dan layar 10,1 inci. Desain velg 15 inci dengan cover dan lampu halogen projector dirancang untuk meningkatkan efisiensi dalam perjalanan perkotaan, sementara tipe Dynamic dan Premium menawarkan kemudahan tambahan seperti cermin lipat elektrik dan penyesuaian kursi pengemudi 6 arah.
Tipe Premium juga dilengkapi layar infotainment 12,8 inci serta fitur panoramic image, yang memperkaya pengalaman berkendara. Pembaruan ini merupakan bagian dari What Happened During di sektor otomotif, di mana kebutuhan akan kemudahan penggunaan dan teknologi canggih menjadi prioritas utama. “Antusiasme publik dan media terhadap Atto 1 menginspirasi kami untuk terus berinovasi sesuai kebutuhan konsumen. Respons positif ini terlihat dari peningkatan penjualan serta penghargaan yang diterima,” ujar Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia.
Dengan menghadirkan tiga varian, BYD mencoba menjangkau segmen pasar yang beragam. Model ini tidak hanya memberikan pilihan harga yang lebih fleksibel, tetapi juga memperkuat keberagaman fitur untuk memenuhi preferensi berbeda konsumen. Ini menjadi What Happened During dalam strategi perusahaan untuk memperluas akses ke mobil listrik kompak, sekaligus meningkatkan daya saing di tengah persaingan ketat.
Tren Industri dan Keberlanjutan
Pertumbuhan pangsa pasar kendaraan listrik yang mencapai 18 persen di kuartal IV 2025 menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam kebiasaan masyarakat. BYD Atto 1 berkontribusi besar dalam What Happened During ini, dengan penjualan yang terus meningkat seiring kesadaran akan keberlanjutan lingkungan. Kehadiran tipe baru ini tidak hanya memenuhi permintaan konsumen, tetapi juga membantu mendorong adopsi kendaraan listrik di segmen yang lebih luas, termasuk masyarakat kelas menengah.
Perusahaan berharap penambahan tipe STD akan semakin memudahkan masyarakat dalam memilih mobil listrik sesuai anggaran dan kebutuhan harian. “Kami berkomitmen untuk menyediakan solusi transportasi yang ramah lingkungan, sederhana, dan mudah diakses. Ini menjadi What Happened During di upaya kami membangun ekosistem mobil listrik yang inklusif,” tambah Eagle Zhao. Dengan strategi ini, BYD menargetkan peningkatan pangsa pasar di segmen city car dan menghadirkan pilihan yang lebih komprehensif bagi konsumen Indonesia.