Sport

Dari Posisi 23 ke 1! Veda Ega Pratama Beberkan Kunci Sukses di Practice Moto3 Jerman 2026

Foto : Mary Jones - nusantaranews1.com

Veda Ega Pratama: Dari Posisi 23 ke 1 di Practice Moto3 Jerman 2026

Nusantaranews1.com – Dalam sesi practice Moto3 Jerman 2026 menjadi sorotan karena peningkatan luar biasa yang dicatatkan oleh pembalap muda asal Gunungkidul, Yogyakarta, Veda Ega Pratama. Dari posisi ke-23 di FP1, ia mampu melonjak ke peringkat pertama dalam FP2, menunjukkan transformasi signifikan dalam performa. Prestasi ini tidak hanya menggembirakan bagi Veda, tetapi juga menarik perhatian para penggemar Moto3 yang memantau persaingan ketat di sirkuit Sachsenring.

Pencapaian Mengesankan dalam Sesi Practice

Kemajuan Veda di sesi latihan ke-2 (FP2) menjadi bukti kerja keras dan kepercayaan diri yang ia bangun sepanjang musim. Ia menjelaskan bahwa hasil yang diperoleh di FP2 terbentuk dari evaluasi tim dan perbaikan teknis yang dilakukan sejak sesi pertama. “FP2 hari ini sangat baik, hasilnya bagus setelah saya berjuang keras di FP1,” kata Veda, yang usianya 17 tahun. Ia juga menegaskan bahwa latihan ini menjadi kesempatan untuk mengoptimalkan strategi dan meningkatkan kecepatan sepeda motornya.

“Sesi sore tadi sangat baik, hasilnya bagus setelah FP1 saya berjuang keras,” ujar Veda Ega Pratama, yang kini mampu bersaing di posisi teratas.

Analisis data dari FP1 menjadi dasar perbaikan yang signifikan. Veda mengungkapkan bahwa timnya mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan, seperti pengaturan suspensi dan penggunaan rem. “Setelan motor yang diperbaiki membuat saya lebih nyaman saat melibas setiap tikungan, dan itu yang sangat membantu,” tambahnya. Kemajuan ini menunjukkan komitmen tim untuk mengembangkan potensi pembalap mereka sebelum seri utama.

Peran Tim dalam Mendukung Kinerja Veda

Kinerja Veda tidak terlepas dari dukungan tim yang tangguh. Dalam sesi practice, tim melakukan diskusi intensif untuk menyesuaikan spesifikasi sepeda motor sesuai kebutuhan pembalap. “Setelah FP1 kami berdiskusi dengan tim dan berusaha memperbaiki hal-hal yang masih kurang optimal,” katanya. Proses ini menunjukkan pola kerja kolaboratif yang menjadi kunci sukses dalam kompetisi Moto3. Veda juga mengakui bahwa keterlibatan teknisi dan pengalaman pembalap senior membantu mengarahkan perbaikan-perbaikan kritis.

“Setelah FP1 kami berdiskusi dengan tim dan berusaha memperbaiki hal-hal yang masih kurang optimal,” ujar Veda, yang optimis untuk kualifikasi dan balapan nanti.

Adapun sirkuit Sachsenring, yang dikenal dengan karakteristik trek yang menantang, menjadi ujian pertama bagi Veda. Ia mengungkapkan bahwa medan ini membutuhkan strategi khusus, termasuk pemanasan sebelum start dan pengaturan kecepatan saat melewati tikungan. “Trek ini tidak mudah ditaklukkan, tetapi dengan penyesuaian setelan motor, saya merasa lebih siap,” katanya. Hal ini menegaskan bahwa “Topics Covered” dalam persiapan kompetisi mencakup tidak hanya teknik, tetapi juga adaptasi terhadap lingkungan balap.

Veda Ega Pratama tetap rendah hati meski berhasil meraih hasil terbaik dalam practice. Ia menyadari bahwa pencapaian ini hanyalah awal, karena masih ada tantangan sebelum seri utama. “Catatan waktu tahun lalu lebih bagus, masih lebih cepat satu detik, jadi kami harus terus bekerja untuk mencapai hasil yang lebih baik,” pungkasnya. Ini menggambarkan komitmen terhadap peningkatan konsisten, yang menjadi tema utama “Topics Covered” dalam laporan ini.

Leave a Comment