Gempa M5,6 Guncang Pacitan, Getaran Dirasakan 14 Daerah di Jateng-DIY
Nusantaranews1.com – Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, kembali diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 pada Sabtu (27/6/2026) siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi informasi bahwa gempa ini terjadi di daerah laut, sekitar 86 kilometer ke arah tenggara wilayah Pacitan. Getaran dari gempa M5,6 ini tidak hanya dirasakan di Pacitan, tetapi juga mencapai 14 daerah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menurut data seismik yang diterbitkan BMKG.
Episentrum dan Kedalaman Gempa
BMKG mencatat bahwa episentrum gempa terjadi pada pukul 14.47 WIB, tepatnya di koordinat 8,96 derajat lintang selatan dan 111,16 derajat bujur timur. Gempa M5,6 ini berada di kedalaman sekitar 10 kilometer, sehingga termasuk dalam kategori gempa dangkal. Data tersebut diungkapkan sebagai hasil analisis awal, dengan kemungkinan perubahan informasi setelah proses pengolahan data lebih lanjut.
“Update gempa Mag:5.6, 27-Jun-26 14:47:21 WIB, Lok:8.96 LS, 111.16 BT (Pusat gempa berada di laut 86 km Tenggara Pacitan), (MMI) III Pacitan, III Wonogiri, III Blitar, III Tulungagung, II Kulonprogo, II Bantul, II Sleman, II Yogyakarta, II Trenggalek, II Malang, II Nganjuk, II Magetan, II Klaten, II Ponorogo, II Jember,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Dalam gempa M5,6 ini, intensitas getaran mencapai MMI III di beberapa kota, yang menunjukkan bahwa getaran cukup terasa oleh masyarakat. Daerah terdampak antara lain Pacitan, Wonogiri, Blitar, dan Tulungagung, dengan tingkat kekuatan getaran yang beragam. Sementara itu, di kota-kota lain seperti Yogyakarta, Malang, dan Jember, getaran hanya dirasakan dengan intensitas MMI II. BMKG menegaskan bahwa gempa M5,6 ini merupakan kejadian alami yang memerlukan pantauan lebih lanjut.
Kondisi Pasca-Gempa dan Upaya Pemantauan
Sejauh ini, belum ada laporan kerusakan berat atau korban jiwa akibat gempa M5,6 ini. Namun, BMKG memperingatkan bahwa gempa bumi bisa menimbulkan dampak lanjutan, terutama jika terjadi aktivitas seismik tambahan. Sejumlah daerah yang terdampak gempa M5,6 ini mulai melakukan pemeriksaan terhadap bangunan dan infrastruktur, sebagai antisipasi kemungkinan kerusakan.
“Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dalam penjelasannya.
Kondisi cuaca dan lingkungan di sekitar episentrum gempa M5,6 tetap stabil. BMKG juga menambahkan bahwa kejadian ini menjadi peluang untuk memantau pola aktivitas seismik di wilayah Jawa Timur. Para ahli geofisika sedang menganalisis data untuk mengetahui kemungkinan terjadi gempa besar berikutnya atau peningkatan aktivitas tektonik.
Respons Masyarakat dan Pemerintah
Masyarakat di Pacitan dan daerah terdampak gempa M5,6 mulai mengunggah video serta foto peristiwa tersebut di media sosial. Beberapa warga menyebutkan bahwa getaran cukup kuat untuk membuat mereka terkejut, meski tidak menimbulkan kepanikan besar. Pemerintah setempat menyarankan warga tetap waspada dan memantau informasi dari BMKG.
Kabupaten Pacitan, yang terkenal sebagai daerah rawan gempa, sebelumnya sudah memiliki sistem pencegahan bencana yang cukup lengkap. Gempa M5,6 ini menegaskan kembali pentingnya kesadaran masyarakat akan risiko bencana alam di wilayah pesisir timur Jawa. Selain itu, pihak terkait seperti BMKG terus memberikan pemutakhiran terkini mengenai kondisi gempa dan potensi keterkaitan dengan aktivitas vulkanik atau tektonik di sekitarnya.
