Ojol Driver Viral Saat Motor Diangkut Dishub Saat Ambil Orderan, Rano Karno Jelaskan Kejadian
Insiden Viral di Jakarta Timur Mengguncang Warga
What Happened During: Sebuah video yang menayangkan kejadian seorang pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta Timur terkejut saat motornya diangkut oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) di tengah proses mengambil pesanan, menjadi trending di media sosial. Insiden ini menarik perhatian Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, yang segera memberikan penjelasan terkait tindakan Dishub tersebut.
Pengemudi ojol yang terlibat dalam kejadian viral ini berada di Jalan Jatinegara Timur, depan J-Town, saat petugas Sudinhub Jakarta Timur melakukan operasi penertiban parkir liar. Tindakan petugas dianggap tiba-tiba karena motor yang diangkut tersebut sedang digunakan untuk mengambil pesanan dari pengguna aplikasi. Berdasarkan What Happened During, kejadian ini memicu reaksi beragam dari warga, baik dukungan maupun kritik terhadap pemerintah dalam mengatasi masalah kebersihan jalan.
Respons Dishub dan Pemprov DKI Jakarta
Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta, menjelaskan bahwa Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jaktim telah bergerak cepat dalam menangani insiden tersebut. “Sudin Perhubungan sudah ke kediamannya, artinya kita cepatlah,” ujarnya kepada wartawan pada hari Minggu (21/6/2026). Menurut Rano, pihaknya memantau isu-isu yang ramai di masyarakat, termasuk masalah parkir liar yang sering menjadi sumber kemacetan di kota.
“Kita tidak apa-apa. Kita semua ini bergerak berdasarkan Instagram. Itu yang kita pegang juga,” tambah Rano, menegaskan bahwa kejadian tersebut menjadi momentum untuk memperbaiki kebijakan transportasi. What Happened During menunjukkan bagaimana upaya Dishub untuk menjaga ketertiban lalu lintas bisa menimbulkan dampak tidak terduga, terutama terhadap para pengemudi ojol yang bergantung pada kendaraan roda dua untuk menghasilkan pendapatan.
Dishub mengungkapkan bahwa penertiban parkir liar dilakukan sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi. “Kami memahami bahwa kendaraan merupakan sarana utama untuk bekerja. Karena itu petugas mengedepankan pendekatan humanis dan memberikan penjelasan secara baik kepada yang bersangkutan,” jelas Kepala Sudinhub Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, dalam pernyataannya, Sabtu (20/6/2026).
Operasi penertiban ini dijalankan bersama Satpol PP, Sudin Sosial, dan Polisi pada Rabu (17/6/2026), dengan tujuan mengatasi keterlambatan pemberian izin parkir dan kekacauan di jalan raya. Pengemudi ojol yang motor diangkut langsung dilayani sesuai prosedur di kantor Sudinhub. Dia diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi pelanggaran, sekaligus diberikan kesempatan untuk kembali bekerja setelah mematuhi aturan.
What Happened During juga menggambarkan bagaimana tindakan Dishub dapat menjadi katalis perubahan dalam cara masyarakat mengatur mobilitas. Selain penertiban parkir liar, pihak pemerintah berupaya mengoptimalkan rute pengemudi ojol agar tidak mengganggu alur lalu lintas. Rano Karno menegaskan bahwa respons cepat terhadap laporan warga merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk memperbaiki keadaan, meski prosesnya membutuhkan waktu.
Kejadian ini menunjukkan kompleksitas dalam penerapan regulasi transportasi, khususnya di kawasan padat seperti Jakarta Timur. Meski Dishub berupaya menegakkan aturan, tindakan seperti memindahkan motor pengemudi ojol saat sedang bekerja tetap menimbulkan kontroversi. What Happened During menjadi bahan diskusi untuk mengevaluasi apakah kebijakan tersebut efektif dalam menjaga kebersihan jalan atau justru mengganggu keberlanjutan usaha para pengemudi.
Sebagai langkah ke depan, Dishub berencana mengadakan sosialisasi lebih intensif tentang aturan parkir dan penggunaan aplikasi ojol. “Kita ingin menjaga keseimbangan antara kebersihan jalan dan kebutuhan warga,” kata Harlem Simanjuntak. Selain itu, pihak pemerintah juga berharap pengemudi ojol dapat memahami bahwa kejadian seperti ini adalah bagian dari upaya menyelaraskan kebutuhan transportasi kota dengan aktivitas sehari-hari.