Daftar Isi
Tragis! Remaja di Jayapura Tewas Diduga Dibakar Ibu Angkat
Special Plan – Tragedi yang terjadi di Jayapura semakin menarik perhatian publik setelah seorang remaja perempuan berinisial DP, berusia 16 tahun, dinyatakan meninggal dunia setelah menerima perawatan intensif di Rumah Sakit Dian Harapan selama 12 hari. Kematian DP, yang dilaporkan pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIT, diduga terkait peristiwa pembakaran yang dilakukan ibu angkatnya, berinisial DAY, di Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, Papua. Special Plan menyoroti upaya penyelidikan yang sedang berlangsung untuk mengungkap detail lengkap kasus ini.
Peristiwa Membakar dan Konsekuensinya
Menurut informasi yang diperoleh, kejadian ini berawal ketika DP diperintahkan oleh DAY untuk membeli barang di kios pada Sabtu (6/6/2026) antara pukul 17.00 hingga 18.00 WIT. Setelah pulang, korban segera diperiksa dan ditemukan dalam kondisi luka bakar berat. Dalam perawatan intensif di RS Dian Harapan, kondisi kritisnya terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal. Menurut salah satu keluarga korban, tubuh DP hampir seluruhnya terbakar, hanya rambut yang tidak terkena api, sebagaimana dilaporkan oleh iNews Sorongraya.
Special Plan menyebutkan bahwa kasus ini menjadi sorotan karena keterlibatan ibu angkat dalam tindakan kekerasan terhadap remaja. Sejumlah warga setempat mengungkapkan kekecewaan terhadap perbuatan DAY yang dianggap terlalu kasar, terutama karena DP dikenal sebagai anak yang baik dan disiplin. Selain itu, kasus ini juga menjadi pembicaraan hangat di media sosial, dengan banyak netizen menyampaikan dukungan terhadap keluarga korban.
Investigasi dan Keterangan Resmi
Kasus DP yang meninggal dunia akibat luka bakar sedang ditangani oleh Polsek Sentani Timur. Berdasarkan penyelidikan awal, DAY yang merupakan ibu angkat DP sempat ditangkap setelah kejadian, tetapi dilepaskan sementara karena masih memerlukan waktu untuk mengurus korban yang dirawat di rumah sakit. Special Plan mencatat bahwa keputusan ini didasari oleh kondisi korban yang tidak memiliki keluarga yang mendampinginya di rumah sakit, sehingga pelaku diberi kesempatan untuk memastikan proses medis berjalan lancar.
“Kami masih mengumpulkan bukti dan saksi untuk memastikan kebenaran peristiwa ini,” kata Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius Vox Dei Paron Helan, dalam jumpa pers Kamis (18/6/2026). “Setelah memperoleh keterangan lengkap, kami akan segera memberikan pemberitahuan resmi terkait penyebab kematian DP.”
Dalam Special Plan, polisi juga mengungkap bahwa investigasi fokus pada hubungan antara pelaku dan korban. Berdasarkan laporan awal, DAY diduga marah karena perbedaan pendapat atau masalah pribadi yang belum diungkap. Selain itu, ada kemungkinan korban dianiaya sebelum dibakar, dengan luka-luka yang menunjukkan tanda-tanda kekerasan sebelum kejadian utama.
Dampak Sosial dan Reaksi Masyarakat
Kasus ini tidak hanya mengguncang keluarga korban, tetapi juga menimbulkan respon dari masyarakat Jayapura. Banyak warga mengeluhkan kurangnya perlindungan terhadap anak-anak yang ditempatkan di rumah keluarga. Special Plan melaporkan bahwa sejumlah aktivis lokal meminta pemerintah untuk mengevaluasi sistem penitipan anak dan memastikan bahwa institusi keluarga angkat tidak menimbulkan kekerasan terhadap remaja.
Mayat DP akan dikuburkan di Pekuburan Harapan, Kampung Nolokla, Jumat (19/6/2026) pukul 10.00 WIT. Upacara pemakaman dihadiri oleh keluarga korban, warga sekitar, serta anggota polisi yang terlibat dalam penyelidikan. Special Plan mencatat bahwa situasi ini memicu perdebatan mengenai tanggung jawab sosial dan peran keluarga angkat dalam memastikan kesejahteraan anak-anak.
Korban, yang merupakan siswa kelas III SMP Lentera Harapan, memiliki prestasi akademik yang baik. Keluarga korban menyatakan bahwa DP tidak pernah menunjukkan tanda-tanda konflik sebelum kejadian. Special Plan menekankan bahwa kasus ini menjadi pengingat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perlindungan anak di lingkungan keluarga angkat.
Sebagai bagian dari Special Plan, media lokal dan nasional terus memantau perkembangan kasus ini. Sementara itu, polisi berharap masyarakat memberikan dukungan kepada proses penyelidikan agar kebenaran dapat terungkap secara transparan. Kasus pembunuhan DP menjadi salah satu contoh nyata bagaimana Special Plan dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mencegah kejadian serupa di masa depan.