New Policy: Dorong Penguasaan Teknologi AI, Komdigi Kerja Sama ASEAN Foundation
Dorong Penguasaan Teknologi AI, Komdigi Kerja Sama ASEAN Foundation
New Policy - Dalam upaya memperkuat penguasaan teknologi kecerdasan buatan (AI), pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komdigi) mengumumkan new policy baru yang memperkuat kerja sama dengan ASEAN Foundation. Kebijakan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan digital dan literasi AI di seluruh wilayah Indonesia, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang kompetitif dalam era transformasi teknologi global. Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, menjelaskan bahwa new policy ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk menjawab tantangan dan peluang di bidang AI, yang kini dianggap sebagai faktor utama dalam menentukan posisi negara dalam ekonomi digital.
Peluncuran Program ASEAN AI Ready
Program ASEAN AI Ready, yang menjadi bagian dari new policy ini, dirancang sebagai inisiatif kolaboratif antara Komdigi dan ASEAN Foundation. Tujuan utama dari program ini adalah menciptakan lingkungan yang mendukung pemanfaatan AI secara luas, mulai dari pendidikan hingga sektor swasta. Nezar Patria dalam pernyataan resmi mengatakan bahwa new policy ini bertujuan membangun talenta digital yang siap menghadapi perubahan teknologi, dengan fokus pada penguasaan keterampilan AI sebagai salah satu elemen kunci. Menurutnya, kerja sama dengan organisasi internasional seperti ASEAN Foundation akan mempercepat proses penerapan teknologi AI di Indonesia.
“Kami berharap program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan masyarakat, tetapi juga menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi teknologi berbasis AI,” tutur Nezar dalam acara peluncuran new policy di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Kolaborasi ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, perusahaan teknologi, dan masyarakat umum. Nezar menekankan bahwa new policy ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia memiliki akses ke sumber daya dan pelatihan yang relevan. Selain itu, program ini juga dirancang untuk menyeimbangkan kebutuhan lokal dengan standar internasional, agar Indonesia bisa berperan aktif dalam penguasaan teknologi AI di tingkat regional dan global.
Pelaksanaan Fase Kedua Program AI Ready
Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Piti Srisangnam, menjelaskan bahwa program AI Ready ASEAN telah mencapai lebih dari 5,3 juta peserta sejak dimulai. Piti mengatakan bahwa fase kedua program ini akan berlangsung hingga tahun 2028, dengan target memperluas cakupan pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia di berbagai daerah, termasuk Aceh hingga Papua. New policy ini diharapkan akan mendorong partisipasi aktif masyarakat dan menciptakan solusi AI yang berbasis kebutuhan lokal.
Piti juga menyebutkan bahwa new policy ini mencakup berbagai inisiatif seperti pelatihan keterampilan teknis, pemberdayaan komunitas, serta pembuatan platform pembelajaran digital. Ia menegaskan bahwa ASEAN Foundation akan terus berperan sebagai mitra utama dalam upaya penguasaan teknologi AI di Indonesia, dengan dukungan penuh dari Komdigi. “Kami yakin bahwa new policy ini akan membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi digital yang lebih inklusif,” ujarnya.
Salah satu contoh nyata keberhasilan program ini adalah kompetisi ASEAN Youth Challenge, di mana mahasiswa Institut Teknologi Bandung mampu merancang aplikasi NOAH AI yang digunakan untuk meningkatkan manajemen kebencanaan. Program ini menunjukkan potensi inovasi di tingkat muda, yang diharapkan bisa terus berkembang melalui new policy yang dijalankan. Selain itu, new policy ini juga bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antar-negara ASEAN dalam menghadapi tantangan teknologi bersama.
Dengan new policy ini, Indonesia berharap bisa menjadi pusat pengembangan talenta digital di kawasan Asia Tenggara. Nezar Patria menambahkan bahwa penguasaan teknologi AI bukan hanya kebutuhan bagi sektor teknologi, tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan di sektor pendidikan, kesehatan, dan pertanian. “Penggunaan AI secara masif akan membantu mempercepat peningkatan produktivitas, serta menciptakan lapangan kerja baru di berbagai bidang,” katanya.