Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Usai Dibantai Como, MU Dikabarkan Dekati Pelatih Jerman

Published Oktober 22, 2026 · Updated Oktober 22, 2026 · By Patricia Rodriguez - nusantaranews1.com

Foto : Patricia Rodriguez - nusantaranews1.com

Manchester United Diguncang Kekalahan Como, Nama Julian Nagelsmann Mengemuka

Nusantaranews1.com – Tekanan terhadap Michael Carrick di Manchester United meningkat tajam setelah timnya tumbang 1-4 dari Como pada pertandingan Liga Champions, Rabu malam, 21 Oktober 2026 WIB. Kekalahan besar di Stadion Giuseppe Sinigaglia itu bukan hanya menambah catatan buruk Setan Merah, tetapi juga memicu pembicaraan baru soal masa depan kursi pelatih di Old Trafford.

Hasil di Italia terasa semakin berat karena performa MU dinilai jauh dari standar klub. Bruno Fernandes, kapten tim, menyampaikan kritik terbuka terhadap pendekatan taktik yang diterapkan dalam laga tersebut. Reaksi sang kapten memperlihatkan bahwa kekecewaan tidak hanya datang dari luar klub, melainkan juga dirasakan di dalam skuad.

Di tengah situasi itu, Julian Nagelsmann muncul sebagai salah satu nama yang dipertimbangkan untuk menggantikan Carrick bila INEOS memilih melakukan perubahan. Kontak awal secara informal disebut telah dilakukan dengan Nagelsmann beserta pihak yang mewakilinya untuk melihat kemungkinan kerja sama dengan Manchester United.

Pengalaman Nagelsmann Jadi Daya Tarik

Nagelsmann memiliki rekam jejak luas meski usianya masih relatif muda. Pelatih asal Jerman itu belum akan berusia 40 tahun hingga Juli tahun depan, tetapi telah menangani Hoffenheim, RB Leipzig, Bayern Munchen, dan tim nasional Jerman.

Namanya mulai menarik perhatian besar ketika memimpin Hoffenheim pada 2018. Pada masa itu, ia tercatat sebagai pelatih termuda dalam sejarah Bundesliga. Perkembangannya kemudian berlanjut bersama RB Leipzig, tempat ia membawa klub tersebut finis di posisi kedua Bundesliga pada musim pertamanya.

Keberhasilan di Leipzig mengangkat reputasinya di sepak bola Jerman dan membuka jalan menuju Bayern Munchen. Pada musim debutnya di Allianz Arena, Nagelsmann mempersembahkan dua trofi, termasuk gelar Bundesliga. Namun, masa kerjanya di Bayern berakhir sebelum musim 2022-2023 selesai karena manajemen klub memutuskan melakukan pergantian pelatih.

Setelah meninggalkan Bayern, Nagelsmann dipercaya memimpin tim nasional Jerman. Ia membawa negaranya mencapai perempat final Piala Eropa 2024 yang berlangsung di kandang sendiri. Perjalanannya bersama Jerman kemudian berakhir usai kekalahan adu penalti melawan Paraguay pada babak 32 besar Piala Dunia musim panas tahun ini.

Persaingan Kandidat untuk Old Trafford

Sebelum nama Nagelsmann ramai dibicarakan, Eddie Howe disebut sebagai kandidat utama dalam bursa pengganti Carrick. Mantan pelatih Newcastle United itu menjadi salah satu figur yang dikaitkan dengan pekerjaan di Manchester United, meski belum ada keputusan resmi dari klub.

Fabian Hurzeler juga masuk dalam perhatian manajemen MU. Pelatih Brighton & Hove Albion tersebut dipandang menarik, tetapi peluang membawanya ke Old Trafford tidak sederhana. Hurzeler masih bekerja di Brighton, klub yang tengah menunjukkan daya saing, sehingga Manchester United harus menghadapi situasi negosiasi yang lebih rumit apabila benar-benar ingin merekrutnya.

Nama lain yang tersedia adalah Antonio Conte. Pelatih Italia itu disebut siap mempertimbangkan pekerjaan di Manchester United bila menerima tawaran. Akan tetapi, belum ada komunikasi yang dilakukan dengan Conte, sehingga posisinya masih berada pada tahap spekulasi.

Nagelsmann sendiri bukan sosok asing dalam pembicaraan internal seputar arah kepelatihan MU. Namanya telah menjadi salah satu pertimbangan serius bahkan sebelum Carrick ditetapkan sebagai pelatih permanen. Situasi terkini membuat kemungkinan tersebut kembali relevan, terutama setelah kekalahan yang memperlihatkan besarnya jarak antara harapan dan penampilan tim di lapangan.

Respons Carrick Seusai Laga di Como

Di tengah pembahasan mengenai calon penggantinya, Carrick tetap menunjukkan sikap langsung kepada para pendukung setelah pertandingan. Seusai peluit akhir, ia lebih dahulu menghampiri bangku cadangan Como untuk berjabat tangan dengan Cesc Fabregas, pelatih tuan rumah.

Setelah itu, Carrick menuju tribun suporter tandang Manchester United yang datang ke Lombardy. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung yang telah menempuh perjalanan untuk menyaksikan tim mereka, tetapi pulang dengan hasil yang sangat mengecewakan.

Gestur tersebut tidak serta-merta menghapus kekecewaan atas kekalahan 1-4, namun memperlihatkan kesadaran Carrick terhadap besarnya tuntutan dari basis pendukung MU. Bagi klub sebesar Manchester United, hasil buruk di Liga Champions selalu membawa dampak lebih luas: kepercayaan pemain, reaksi suporter, dan arah kebijakan manajemen dapat berubah dalam waktu singkat.

Untuk saat ini, belum ada pengumuman mengenai pergantian pelatih. Namun, munculnya Nagelsmann, Howe, Hurzeler, dan Conte dalam pembicaraan menunjukkan bahwa posisi Carrick sedang berada di bawah sorotan serius. Langkah MU pada periode berikutnya akan menentukan apakah kekalahan di Como menjadi sekadar malam buruk, atau awal dari perubahan besar di Old Trafford.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Usai Dibantai Como MU Dikabarkan Dekati?

Usai Dibantai Como MU Dikabarkan Dekati is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Usai Dibantai Como MU Dikabarkan Dekati matter?

Usai Dibantai Como MU Dikabarkan Dekati matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.