Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pedro Acosta Bongkar Alasan Tinggalkan KTM demi Ducati, Bantah Terobsesi Kalahkan Marc Marquez

Published Oktober 17, 2026 · Updated Oktober 17, 2026 · By Sarah Smith - nusantaranews1.com

Foto : Sarah Smith - nusantaranews1.com

Pedro Acosta Tegaskan Ducati Dipilih demi Masa Depan Karier, Bukan untuk Menantingi Marc Marquez

Nusantaranews1.com – Pedro Acosta memastikan kepindahannya dari KTM ke Ducati untuk MotoGP 2027 berangkat dari pertimbangan karier yang matang. Pembalap Spanyol itu akan memperkuat tim pabrikan Ducati dan menjadi rekan setim Marc Marquez, tetapi ia menepis anggapan bahwa keputusan tersebut semata-mata didorong keinginan mengalahkan seniornya dengan motor yang sama.

Penjelasan Acosta muncul saat rangkaian MotoGP Indonesia di Lombok. Ia merespons pembicaraan mengenai alasan di balik perpisahannya dengan KTM, termasuk pernyataan CEO KTM Gottfried Neumeister yang sebelumnya menggambarkan percakapan pribadi mereka.

Neumeister sempat menyampaikan bahwa Acosta ingin menghadapi Marquez dengan paket yang setara. KTM disebut telah berupaya mempertahankan pembalap mudanya itu menjelang perubahan era MotoGP, dengan proyek yang dianggap menjanjikan serta tawaran finansial untuk membuatnya bertahan.

“Bukan rahasia lagi kalau saya secara pribadi mencoba meyakinkan dia untuk bertahan, tetapi itu sangat sulit,”

Neumeister mengaku jawaban Acosta meninggalkan kesan kuat baginya. Ia menilai uang bukanlah faktor yang paling menentukan bagi sang pembalap dalam memilih kelanjutan kariernya.

“Saya masih merinding karena dia mengatakan kepada saya, 'Tolong, Gottfried, ini bukan soal tambahan atau pengurangan satu juta'. Kami pernah melihat pembalap yang memulai musim dengan paket dasar, kemudian menandatangani kontrak dengan pihak lain hanya demi uang,”

Dalam penuturannya, Neumeister juga menyebut Acosta menginginkan kesempatan bertarung melawan Marquez dengan kekuatan teknis yang sebanding.

“Bagi saya, itu bukan semangat balap. Dia hanya mengatakan dalam bahasa Spanyol, 'Sekalipun Anda memiliki motor yang lebih baik dengan mesin 850cc dan saya menang menggunakan motor itu, saya ingin mengalahkan Marc dengan senjata yang sama',”

Tidak Ada Negosiasi Panjang dengan KTM

Acosta mengakui bahwa ada persoalan lain yang membuatnya tidak membuka kembali pintu pembicaraan dengan KTM. Ia menegaskan proses mempertahankannya tidak berkembang menjadi negosiasi kontrak yang serius.

“Masalahnya, saya tidak pernah bernegosiasi dengan KTM. Mereka mengirimkan kontrak kepada saya dan saya menolaknya. Mereka datang untuk mencoba meyakinkan saya, tetapi saya mengatakan tidak mungkin saya berubah pikiran,”

Pembalap berusia muda itu mengaitkan sikapnya dengan pengalaman pada tahun sebelumnya. Saat ingin meninggalkan KTM ketika itu, ia merasa respons yang diterimanya justru menempatkannya dalam situasi yang tidak ingin ia ulangi.

“Ketika saya ingin pergi dari sini tahun lalu, mereka justru mengungkit kalau saya tidak memenuhi kontrak,”

Pengalaman tersebut menjadi alasan Acosta memilih bersikap tegas, bahkan ketika KTM masih mencoba mempertahankannya. Ia tidak ingin kembali berada dalam kondisi yang sama hanya karena tawaran yang lebih besar.

“Kemudian saya mengatakan kepada mereka, dalam keadaan apa pun, bahkan dengan seluruh uang di dunia, saya tidak akan menempatkan diri dalam situasi yang sama seperti saat itu. Mereka harus melupakannya,”

KTM memang mengajukan tawaran balasan, namun Acosta menyatakan proses itu tidak berubah menjadi pembicaraan panjang mengenai angka, durasi, ataupun syarat kontrak.

“Mereka memberikan penawaran balasan, tetapi kami tidak bernegosiasi. Saya rasa ini keputusan yang paling sedikit saya pikirkan sepanjang hidup saya,”

Ducati Dipandang sebagai Paket Paling Kompetitif

Acosta telah menetapkan pilihannya untuk bergabung dengan tim pabrikan Ducati sejak Desember lalu. Langkah itu akan membuatnya satu garasi dengan Marc Marquez mulai musim MotoGP 2027, sebuah kombinasi yang akan menarik perhatian karena mempertemukan dua pembalap Spanyol dalam satu tim pabrikan.

Bagi Acosta, inti keputusannya bukan duel personal dengan Marquez. Ia dan manajernya, Albert Valera, memprioritaskan kesempatan membela tim serta menggunakan motor yang diyakini dapat memberi ruang terbaik untuk berkembang dalam persaingan kelas utama.

“Satu-satunya tujuan saya dan Albert Valera, manajer saya, adalah menempatkan saya di atas motor paling kompetitif dan bergabung dengan tim paling kompetitif dalam 10 tahun terakhir. Saya menyebut 10 tahun hanya untuk memberikan gambaran,”

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Acosta melihat perpindahan ini sebagai keputusan strategis jangka panjang. Dalam MotoGP, kualitas paket bukan hanya ditentukan oleh mesin, melainkan juga kerja tim, arah pengembangan, pengalaman teknis, dan kemampuan pembalap memaksimalkan motor sepanjang musim.

Ducati menjadi tujuan yang dinilai Acosta paling sesuai dengan kebutuhan tersebut. Ia ingin berada di lingkungan kompetitif yang memungkinkannya mengasah kemampuan, membangun konsistensi, dan menempatkan dirinya dalam posisi untuk bersaing di level tertinggi.

Kesempatan Belajar dari Marc Marquez

Acosta juga menolak gagasan bahwa keberadaan Marquez di Ducati akan menjadikannya terobsesi untuk langsung mengalahkan rekan setimnya. Justru, ia memandang kesempatan bekerja berdekatan dengan pembalap berpengalaman itu sebagai nilai tambah yang penting.

“Ini bukan soal mengalahkan Marc. Memang benar, satu-satunya alasan saya ingin bersama Marc adalah karena saya mungkin tidak akan mendapatkan kesempatan lain untuk belajar dari pembalap terbaik sepanjang sejarah, atau setidaknya pembalap terbaik dalam 15 tahun terakhir,”

Sudut pandang tersebut menegaskan bahwa Acosta memosisikan dirinya sebagai pembalap yang ingin terus berkembang. Berada satu tim dengan Marquez dapat memberinya kesempatan menyaksikan secara langsung cara seorang juara menghadapi akhir pekan balap, membangun komunikasi dengan kru, serta menjaga performa di tengah tekanan kompetisi MotoGP.

Kepindahan menuju Ducati pada 2027 pun bukan sekadar perubahan warna seragam. Bagi Acosta, keputusan itu adalah upaya memilih lingkungan yang diyakininya paling tepat untuk melanjutkan perjalanan karier. Ia ingin mengejar motor dan tim terbaik, sambil memanfaatkan peluang belajar dari Marquez tanpa menjadikan persaingan pribadi sebagai alasan utama langkahnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pedro Acosta Bongkar Alasan Tinggalkan KTM demi?

Pedro Acosta Bongkar Alasan Tinggalkan KTM demi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pedro Acosta Bongkar Alasan Tinggalkan KTM demi matter?

Pedro Acosta Bongkar Alasan Tinggalkan KTM demi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.