John Herdman Siap Coret Pemain Timnas Indonesia, Nasib 50 Pemain Ditentukan Pekan Depan
John Herdman Akan Coret 50 Pemain Timnas Indonesia, Nasib Ditentukan Pekan Depan
Nusantaranews1.com – Tim Nasional Indonesia (Timnas Indonesia) kembali menghadirkan new policy dalam persiapan menghadapi Piala AFF 2026. Pelatih asal Inggris, John Herdman, menyatakan bahwa keputusan untuk memangkas jumlah pemain dalam pemusatan latihan (TC) tahap awal akan diumumkan pekan depan. Kebijakan ini bertujuan memastikan skuad Garuda memiliki komposisi terbaik guna menghadapi kompetisi yang dimulai pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Dengan adanya new policy ini, nasib 50 pemain yang telah mengikuti TC pertama akan ditentukan secara lebih transparan dan objektif.
Struktur Pemusatan Latihan
Pemusatan latihan dibagi menjadi dua fase untuk memastikan pemain dites secara menyeluruh. Tahap pertama berlangsung dari 5 hingga 11 Juli 2026, fokus pada pengukuran kondisi fisik dan kebugaran. Tahap kedua diadakan dari 14 hingga 25 Juli 2026, dimana Herdman akan menilai performa teknis dan mental para pemain. New policy ini mencakup evaluasi berkelanjutan sepanjang masa TC, sehingga memungkinkan pelatih membuat keputusan yang lebih tepat berdasarkan kinerja aktual. Pemain yang tidak mencapai standar akan dipertimbangkan untuk dikeluarkan dari daftar sementara.
Proses Seleksi Berdasarkan Kriteria Terbaru
John Herdman menjelaskan bahwa new policy ini berbeda dari metode sebelumnya, karena lebih menekankan pada konsistensi dan kemampuan bermain dalam kondisi intens. Ia menambahkan bahwa keputusan untuk TC kedua akan diumumkan pada Senin atau Selasa pekan depan. "Para pemain telah memberikan upaya maksimal selama enam hari di sini. Kita akan memanfaatkan jeda antarfase untuk mengevaluasi secara lebih mendalam," kata pelatih yang memimpin Timnas Indonesia sejak 2023.
Proses ini memperketat persaingan di dalam skuad, karena hanya sekitar 26 pemain yang akan diizinkan untuk tampil dalam babak final. New policy ini juga memberikan ruang bagi pemain yang sedang berkembang untuk membuktikan kapasitasnya, terutama dari luar negeri yang turut berpartisipasi. Herdman menggarisbawahi bahwa keputusan akhir akan dibuat berdasarkan kriteria yang jelas, termasuk keterlibatan dalam laga uji coba serta kecocokan dengan strategi tim.
Persiapan untuk Piala AFF 2026
Turnamen Piala AFF 2026 menggunakan format kandang dan tandang, sehingga membutuhkan keputusan cepat dalam pembentukan skuad. Herdman menjelaskan bahwa new policy ini berdampak signifikan pada rencana latihan, karena memaksimalkan evaluasi selama masa TC. Selain itu, kebijakan ini juga memberikan kejelasan bagi pemain yang akan tampil di fase grup dan babak penyisihan. "Kita membutuhkan tim yang solid dan siap bertanding di setiap laga," ujarnya.
Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste. Keberhasilan dalam fase grup akan menjadi penentu untuk melangkah ke babak lebih lanjut. Dengan new policy ini, Herdman berharap bisa mengoptimalkan performa pemain serta meningkatkan peluang meraih juara. Pemain yang masuk daftar pemantauan akan diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sebelum keputusan akhir diambil.
Perubahan Strategi dalam Pembentukan Skuad
Dalam new policy yang diterapkan, Herdman memperketat persyaratan untuk masuk ke daftar akhir. Hal ini mencakup penilaian khusus terhadap kecepatan adaptasi pemain terhadap gaya bermain Timnas. Selain itu, pelatih juga mempertimbangkan faktor psikologis dan kemampuan bermain dalam tekanan. "Kita ingin memastikan setiap pemain yang berada di daftar akhir benar-benar siap untuk menghadapi kompetisi yang sangat ketat," jelas Herdman.
Proses ini menimbulkan rasa optimis dan cemas di kalangan pemain. Beberapa pemain mengaku merasa tertekan, namun juga termotivasi untuk menunjukkan prestasi terbaik. New policy ini diharapkan mampu menciptakan skuad yang lebih kompetitif dan berimbang, sehingga mampu memperkuat posisi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Herdman juga menegaskan bahwa keputusan ini tidak hanya berdasarkan performa fisik, tetapi juga kesiapan mental dan kekompakan tim.
"Kita akan melihat hasil dari fase pertama ini, dan dari situ kita akan memutuskan siapa yang layak bertahan. New policy ini adalah langkah penting untuk memastikan Timnas Indonesia bisa berkiprah maksimal di turnamen ini," kata John Herdman saat diwawancara di Gianyar, Bali.