Sport
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
Sport

Juventus Rugi Besar Jika Gagal ke Liga Champions – Kehilangan Rp1,2 Triliun

Elizabeth Jones ⏱ 3 min read

Juventus Rugi Besar Jika Gagal ke Liga Champions, Kehilangan Rp1,2 Triliun

Juventus Rugi Besar Jika Gagal ke Liga Champions menjadi isu yang mendapat perhatian luas setelah performa klub berjuluk Bianconeri terpuruk di musim ini. Tidak lolos ke kompetisi elite Eropa berdampak signifikan pada pendapatan finansial mereka, yang bisa menyebabkan kerugian hingga Rp1,2 triliun dalam satu musim. Permainan di Liga Champions tidak hanya meningkatkan prestasi tim, tetapi juga menjadi penggerak utama pendapatan dari iklan, sponsor, dan hak siar. Gagal memperoleh tiket ke Liga Champions berarti menurunkan eksposur global klub, yang berpotensi merusak keuntungan finansial yang selama ini menjadi fondasi Juventus.

Perjalanan ke Eropa dalam Bahaya

Juventus saat ini berada di posisi ketat untuk mendapatkan tiket Liga Champions. Kekalahan 0-2 atas Fiorentina di pekan lalu memperparah ketidakstabilan mereka, dengan hanya dua poin yang memisahkan Bianconeri dari zona empat besar. Meski beberapa tim kompetitif seperti Napoli dan AC Milan sedang menghadapi krisis, Juventus tetap terancam karena ketidakmampuan konsisten memperoleh poin maksimal. Jika tim tersebut tidak mampu memperbaiki posisi mereka sebelum akhir musim, kehilangan tiket ke Liga Champions akan menjadi kemungkinan besar.

Berita buruk ini juga memengaruhi rencana jangka panjang Juventus. Kehilangan keuntungan dari Liga Champions bisa menyebabkan penurunan pendapatan hingga 30% dibandingkan musim lalu, terutama karena pendapatan dari hak siar dan sponsor tergantung pada prestasi di kompetisi internasional. Sebagai contoh, pendapatan musim 2023-24 mencapai €438 juta (Rp9,01 triliun), sedangkan tahun berikutnya turun hingga €360 juta (Rp7,39 triliun) akibat absennya di Liga Champions. Namun, di musim 2024-25, pendapatan kembali naik ke €420 juta (Rp8,63 triliun), menunjukkan ketergantungan yang sangat tinggi pada ajang tersebut.

Pendapatan dari Liga Champions vs Liga Europa

Kompetisi Eropa merupakan tulang punggung pendapatan Juventus. Dalam musim 2023-24, klub tersebut memperoleh €130 juta (Rp2,68 triliun) dari Liga Champions, sementara Liga Europa hanya memberikan €30 juta (Rp638 miliar). Perbedaan ini jauh lebih besar dari aspek finansial karena jumlah pertandingan dan eksposur media yang sangat berbeda. Jika tidak bisa meraih tiket ke Liga Champions, Juventus akan kehilangan sekitar €100 juta (Rp2,07 triliun) dalam satu musim, yang bisa menjadi tantangan besar untuk pemulihan finansial.

Juventus Rugi Besar Jika Gagal ke Liga Champions bukan hanya soal kehilangan pendapatan, tetapi juga tentang pengaruhnya terhadap reputasi dan daya tarik pemain. Klub yang sering muncul di Liga Champions biasanya bisa menarik pemain berkualitas tinggi dengan bayaran lebih tinggi, sementara kehilangan akses ke kompetisi tersebut bisa membuat tim terlihat tidak kompetitif di mata publik dan sponsor.

Di sisi lain, Juventus juga mengandalkan pendapatan dari pemasaran dan kegiatan komersial. Kehadiran di Liga Champions meningkatkan nilai sepatu, jersey, dan merchandise klub. Jika mereka terdegradasi ke Liga Europa, maka nilai komersial tersebut akan turun secara drastis. Dengan adanya Liga Champions, Juventus mampu membangun jaringan sponsor yang lebih luas dan memperkuat posisi mereka sebagai klub terbaik di Italia. Kehilangan Tiket ke Liga Champions berdampak lebih dari sekadar keuangan, tetapi juga pada identitas dan ambisi klub.

Perbandingan dengan Kompetitor Lain

Klub seperti Napoli dan AC Milan juga sedang berjuang untuk mempertahankan posisi mereka di Liga Champions. Namun, Juventus memiliki perbedaan signifikan karena sejarah keberhasilan di ajang tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka menghabiskan €300 juta (Rp6,14 triliun) untuk pembelian pemain, yang sebagian besar didanai oleh pendapatan Liga Champions. Jika gagal, klub mungkin terpaksa memangkas anggaran transfer, yang bisa mengurangi kemampuan mereka untuk merekrut talenta baru.

Pendapatan dari Liga Champions juga memengaruhi pengeluaran operasional Juventus. Banyak pemain seperti Cristiano Ronaldo dan Kylian Mbappé tampil luar biasa dalam Liga Champions, yang mendorong meningkatnya nilai transfer mereka. Jika Bianconeri tidak mampu menembus ajang tersebut, maka nilai transfer pemain akan menurun, dan klub mungkin tidak bisa mempertahankan tim elite yang sudah mereka bangun. Jadi, risiko finansial akibat gagal lolos ke Liga Champions sangat nyata dan bisa mengguncang fondasi klub dalam jangka panjang.

Bagikan artikel ini