Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Facing Challenges: Heroik! Maarten Paes Bantu Ajax Lolos ke UEFA Conference League lewat Drama Adu Penalti

Published Mei 25, 2026 · Updated Mei 25, 2026 · By Elizabeth Jones

Heroik! Maarten Paes Bantu Ajax Lolos ke UEFA Conference League lewat Drama Adu Penalti

Facing Challenges adalah tema utama dalam perjalanan Ajax Amsterdam ke babak final play-off Eredivisie 2025-2026, yang berakhir dengan kemenangan dramatis melalui babak adu penalti. Pemain kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, menjadi tokoh penting dalam pertandingan melawan Utrecht di Stadion Kras, Volendam, Belanda, pada Minggu (24/5/2026). Dengan keputusan akhir yang memperlihatkan kemampuan luar biasa, Ajax berhasil memperoleh tiket ke UEFA Conference League 2026-2027, menunjukkan ketangguhan tim dalam menghadapi tantangan.

Perjalanan Dramatis ke Adu Penalti

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kras pada hari itu sejak awal memperlihatkan kekompakan kedua tim. Setelah bermain imbang dalam waktu normal dan babak tambahan, kedua klub memasuki babak adu penalti yang menentukan nasib mereka di babak final play-off. Ajax memperlihatkan kemampuan menghadapi tantangan dengan baik, terutama berkat peran Paes yang berulang kali menyelamatkan bola dari serangan Utrecht.

Paes, yang dikenal sebagai kiper berkualitas, menunjukkan performa gemilang dalam menghadapi ujian berat di babak adu penalti. Ia sukses mengamankan dua penalti krusial, termasuk eksekusi Sebastien Haller dan Souffian El Karouani. Keberhasilan ini memastikan Ajax menang 4-3 dalam babak adu, yang memperkuat posisi mereka sebagai tim yang siap berkiprah di level Eropa.

Dalam pertandingan, Ajax juga menunjukkan ketahanan mental. Meski sempat kesulitan mengatasi tekanan Utrecht, tim asuhan Oscar Garcia tetap bermain tenang dan mengambil kesempatan saat diberikan. Gol keunggulan yang dicetak Davy Klaassen di menit ke-96 menjadi penampilan penuh semangat sebelum masuk ke babak penentuan.

Pencapaian Sebagai Kiper Timnas Indonesia

Keberhasilan Paes dalam pertandingan tersebut bukan hanya berpengaruh pada Ajax, tetapi juga menjadi momen penting bagi kariernya sebagai kiper Timnas Indonesia. Ia menunjukkan bahwa kemampuannya tidak hanya terbatas pada kompetisi domestik, tetapi juga bisa bersinar di panggung internasional. Paes memperkuat kembali fokus dan semangat dalam menghadapi tantangan, memastikan kemenangan untuk timnya.

Dalam babak adu penalti, Paes menjadi pelindung gawang Ajax dengan tanggung jawab besar. Ia menyelesaikan tugasnya dengan baik, menyelamatkan dua eksekusi dari lawan yang membuat lawan kehilangan kepercayaan. Keberhasilan ini memperlihatkan bahwa tugasnya sebagai kiper adalah menjadi penentu hasil pertandingan, dan ia tidak mengecewakan.

“Saya pikir kami memainkan dua pertandingan fantastis dan pantas bermain di Eropa musim depan,” kata Garcia. “Saya lega. Kami ingin Ajax bermain di Eropa. Ini penting bagi klub, para pemain, dan pemain yang ingin direkrut klub,” lanjutnya.

“Tugas saya untuk musim ini sudah selesai. Saya tidak tahu kapan kami akan membicarakan musim depan. Apa pun keputusan klub, tidak masalah,” ujarnya. Meski lolos ke UEFA Conference League, Garcia mengakui Ajax masih membutuhkan perubahan signifikan untuk bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa. “Musim seperti ini tidak normal. Kami harus membalikkan keadaan. Banyak hal di klub perlu diubah, tidak hanya di dalam skuad tetapi juga di luar skuad,” pungkas Garcia.

Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Ajax mampu menghadapi tantangan dengan strategi yang matang. Sebagai tim yang membidik ke Eropa, Ajax menunjukkan komitmen untuk berkembang dan berjuang sekuat tenaga. Paes, sebagai simbol keberhasilan kiper Timnas Indonesia, menjadi pahlawan yang mengubah nasib pertandingan melalui kemampuannya dalam menghadapi setiap kesempatan.