Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Bukan Parkir Bus – Shin Tae-yong Bakal Bikin Persija Main Total Football di Super League 2026-2027

Published Juni 20, 2026 · Updated Juni 20, 2026 · By Mary Jones

Shin Tae-yong Bawa Total Football ke Persija untuk Dominasi Super League 2026-2027

Bukan Parkir Bus – Shin Tae-yong, pelatih Persija Jakarta, merancang perubahan strategi berani dalam menghadapi kompetisi Super League 2026-2027. Kebiasaan "parkir bus" yang selama ini menjadi ciri khas Persija akan diubah menjadi filosofi total football, yang bertujuan mengembangkan koordinasi, mobilitas, dan kreativitas pemain di seluruh area lapangan. Pergeseran ini diharapkan mampu memperkuat daya saing tim Macan Kemayoran di liga musim depan.

Transisi dari Gaya Defensif ke Serangan Dinamis

Persija sebelumnya dikenal dengan pola permainan bertahan yang konservatif, di mana pemain cenderung mempertahankan posisi dan menunggu kesempatan untuk menyerang. Namun, Shin Tae-yong ingin mengubah paradigma ini dengan memasukkan elemen total football. Filosofi ini menekankan kecepatan, keakuratan passing, dan adaptasi posisi, sehingga tim bisa bergerak lebih cepat serta memanfaatkan kelebihan setiap pemain.

“Saya ingin Persija menjadi tim dengan mobilitas tinggi. Selain kiper, sepuluh pemain lainnya harus bisa bermain total football, lebih dari sekadar menjaga posisi mereka sendiri,” kata Shin Tae-yong, dikutip dari laman resmi Persija, Sabtu (20/6/2026).

Perubahan ini membutuhkan penyesuaian besar dalam sistem latihan. Shin Tae-yong mengungkapkan bahwa seluruh pemain, termasuk bek dan gelandang, akan diberi tugas untuk memperkaya serangan, bukan hanya bertahan. Dengan pendekatan ini, Persija diharapkan mampu mengatasi kelemahan lini belakang dan meningkatkan dominasi di pertengahan lapangan.

Kesiapan Tim dalam Menjalankan Total Football

Sejak pertengahan Juli, Persija sudah melakukan persiapan intensif untuk mewujudkan visi total football. Latihan fisik menjadi fokus utama, dengan peningkatan program stamina dan kebugaran yang dirancang oleh pelatih fisik profesional. Shin Tae-yong menjelaskan bahwa kekuatan fisik pemain akan menjadi fondasi untuk memungkinkan mereka tetap konsisten di seluruh area lapangan.

“Latihan fisik akan jauh lebih intens dari sebelumnya, tapi tentu ada batasan agar pemain tidak kelelahan. Waktu istirahat juga akan diberikan agar mereka benar-benar pulih,” ujar Shin Tae-yong.

Di samping itu, Shin juga menekankan pentingnya psikologis tim. "Kami tidak hanya menyiapkan teknik, tapi juga mental pemain untuk beradaptasi dengan gaya baru ini," tambahnya. Dengan program latihan yang lebih terstruktur, Shin yakin Persija bisa menghadapi tantangan Super League 2026-2027 secara lebih matang.

Persija juga berencana melakukan pemusatan latihan (TC) di luar negeri. Lokasi TC masih dirahasiakan, tetapi fokusnya adalah pada peningkatan kekompakan dan penerapan total football. Rizky Ridho dan rekan-rekannya akan diberi latihan khusus agar mampu beralih posisi dengan cepat, menekan lawan, serta mempertahankan keseimbangan di semua lini. Selain itu, Shin mengungkapkan bahwa TC akan menjadi ajang uji coba untuk mengukur kesiapan tim sebelum musim dimulai.

Bukan Parkir Bus: Strategi Baru untuk Meraih Kesuksesan

Shin Tae-yong menegaskan bahwa total football bukan sekadar perubahan taktik, tetapi transformasi filosofi permainan yang menyeluruh. Ia ingin setiap pemain memiliki peran fleksibel, dengan kemampuan menyerang, bertahan, dan mengoper bola secara efektif. "Bukan Parkir Bus" menjadi motto baru Persija, yang menandai pergeseran dari strategi defensif ke permainan yang lebih proaktif.

Dalam konteks Super League 2026-2027, Shin berharap pendekatan ini mampu menembus persaingan ketat. "Total football akan membuat Persija lebih kuat di segala situasi, baik saat menyerang maupun bertahan," katanya. Ia menilai, dengan kombinasi koordinasi dan kecepatan, tim bisa menjadi salah satu kontender kuat di liga musim depan.

Shin juga mengatakan bahwa keberhasilan total football bergantung pada kerja sama tim. "Pemain harus saling mendukung, bukan hanya bermain untuk diri sendiri. Ini adalah tantangan terbesar, tapi juga peluang besar untuk menorehkan sejarah baru," tegasnya. Ia optimistis bahwa transformasi ini akan membawa Persija ke tingkat yang lebih baik dalam waktu dekat.