Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

TPPO Modus Prostitusi Online di Jatim Terbongkar, Polisi Sita 38 Kondom

Published Oktober 16, 2026 · Updated Oktober 16, 2026 · By Patricia Rodriguez - nusantaranews1.com

Foto : Patricia Rodriguez - nusantaranews1.com

Dugaan TPPO Berkedok Lowongan Kerja Terungkap di Surabaya dan Sidoarjo

Nusantaranews1.com – Seorang perempuan berusia 19 tahun asal Sumatera Selatan diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) setelah menerima tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji Rp8 juta setiap bulan. Alih-alih memperoleh pekerjaan seperti yang dijanjikan, korban diduga dieksploitasi secara seksual melalui praktik prostitusi daring di wilayah Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

Polda Jawa Timur telah menetapkan dua tersangka dalam perkara tersebut. Mereka adalah ADR, seorang perempuan asal Sidoarjo, serta AA, laki-laki asal Sukabumi. Penyidik menduga keduanya menjalankan peran yang berbeda dalam proses perekrutan, penampungan, hingga pencarian pelanggan.

Pengungkapan kasus ini disampaikan dalam konferensi pers di Mapolda Jatim pada Kamis, 15 Oktober 2026. Keterangan diberikan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast bersama Dirres PPA dan PPO Polda Jatim Kombes Pol Ganis Setyaningrum.

Korban Dijanjikan Gaji Rp8 Juta per Bulan

Hasil penyidikan sementara menunjukkan dugaan eksploitasi berlangsung dalam rentang Februari sampai Juli 2026. Pada awalnya, korban direkrut melalui tawaran pekerjaan yang menjanjikan penghasilan Rp8 juta setiap bulan. Namun, korban kemudian diduga diarahkan untuk terlibat dalam layanan prostitusi yang dijalankan secara daring.

“Kedua tersangka yang kami amankan memiliki peran berbeda. Berdasarkan hasil penyidikan sementara, aplikasi MiChat digunakan untuk mencari pelanggan,” kata Kombes Pol Ganis Setyaningrum.

Perkara ini menggambarkan risiko di balik tawaran pekerjaan yang tampak menarik, terutama apabila rincian pekerjaan, identitas perusahaan, lokasi penempatan, serta pola pembayaran tidak dijelaskan secara terbuka. Janji pendapatan tinggi dapat menjadi pintu masuk bagi pihak yang berniat memanfaatkan kondisi pencari kerja yang membutuhkan penghasilan.

Dalam kasus dugaan TPPO, korban dapat berada dalam posisi sulit karena perekrutan sering kali diawali dengan informasi yang menyesatkan. Ketika seseorang telah dibawa ke tempat tertentu atau dibuat bergantung secara ekonomi, ruang untuk menolak maupun meminta pertolongan bisa menjadi semakin terbatas.

Peran Dua Tersangka

Penyidik menduga ADR berperan dalam merekrut dan menampung korban. Selain itu, ADR disebut mengatur perpindahan korban ke sejumlah hotel di Surabaya dan Sidoarjo. Ia juga diduga mengelola kegiatan operasional serta mengoordinasikan joki.

Sementara itu, AA diduga menjalankan fungsi sebagai joki atau operator aplikasi. Tugas yang disangkakan kepadanya meliputi pencarian pelanggan melalui aplikasi MiChat dan memperoleh keuntungan dari aktivitas tersebut.

Penggunaan platform komunikasi atau aplikasi untuk mencari pelanggan menjadi salah satu aspek yang didalami penyidik. Dalam dugaan kejahatan seperti ini, teknologi dapat dimanfaatkan pelaku untuk memperluas jangkauan, mengatur komunikasi, dan menyamarkan aktivitas dari pengawasan langsung.

Kepolisian menekankan bahwa penanganan perkara tersebut merupakan bagian dari upaya perlindungan terhadap masyarakat, khususnya kelompok yang rentan menjadi sasaran eksploitasi ekonomi maupun seksual.

“Kami mengungkap dugaan tindak pidana perdagangan orang, khususnya dengan modus eksploitasi ekonomi dan seksual yang terjadi di wilayah hukum Polda Jawa Timur. Ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama mereka yang berada dalam posisi rentan,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast pada Jumat, 16 Oktober 2026.

38 Kondom hingga Telepon Seluler Disita

Dalam pengungkapan perkara itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Barang-barang tersebut meliputi 38 kondom, tiga unit telepon seluler, tangkapan layar percakapan grup WhatsApp, uang tunai Rp1.550.000, bukti transfer, serta satu kartu ATM atas nama ADR.

Barang bukti digital seperti telepon seluler, percakapan grup, dan bukti transfer memiliki arti penting dalam penyidikan. Data tersebut dapat membantu penyidik menelusuri pola komunikasi, aliran dana, pihak yang terlibat, serta dugaan pembagian peran dalam kegiatan yang sedang diperiksa.

ADR dan AA dijerat Pasal 455 dan/atau Pasal 420 juncto Pasal 421 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, sebagaimana disesuaikan melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Untuk dugaan tindak pidana perdagangan orang sebagaimana diatur dalam Pasal 455 KUHP, ancaman hukumannya dapat berupa pidana penjara hingga 15 tahun atau denda paling banyak kategori VII.

Waspadai Tawaran Kerja yang Tidak Transparan

Polda Jatim mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja dengan nominal gaji besar apabila informasi pokok mengenai pekerjaan tersebut belum jelas. Pencari kerja perlu memastikan jenis pekerjaan, nama dan alamat perusahaan, sistem kerja, tempat penugasan, serta mekanisme pembayaran sebelum menyetujui tawaran apa pun.

Perhatian juga perlu diberikan apabila calon pekerja diminta segera berpindah kota, menyerahkan dokumen pribadi, atau berkomunikasi hanya melalui pihak perorangan tanpa identitas usaha yang dapat diverifikasi. Keluarga dan orang terdekat dapat berperan dengan memastikan keberadaan anggota keluarga yang sedang mencari atau menjalani pekerjaan baru.

Masyarakat diminta segera menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan perekrutan, penampungan, atau eksploitasi seseorang demi memperoleh keuntungan. Pelaporan yang cepat dapat membantu mencegah korban lain serta memberi kesempatan bagi aparat untuk menindaklanjuti dugaan tindak pidana tersebut.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is TPPO Modus Prostitusi Online di Jatim?

TPPO Modus Prostitusi Online di Jatim is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does TPPO Modus Prostitusi Online di Jatim matter?

TPPO Modus Prostitusi Online di Jatim matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.