Tawuran Pelajar di Kendari, 2 Siswa SMA Luka Terkena Busur di Kepala dan Pinggang
Tawuran Pelajar di Kendari 2 Siswa Luka
Nusantaranews1.com – Insiden Tawuran Pelajar di Kendari 2 Siswa mengguncang warga Sulawesi Tenggara setelah dua pelajar SMA mengalami luka tembus akibat anak panah busur. Peristiwa terjadi di kawasan perempatan lampu merah Wua-Wua, Kota Kendari. Satu korban tertembus di area belakang kepala, sementara korban kedua tertembus di bagian punggung. Keduanya segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan medis darurat.
Kronologi Bentrokan dan Penangkapan Terduga Pelaku
Bentrokan pecah ketika dua kelompok pelajar berpapasan di sekitar perempatan tersebut. Salah satu kelompok membawa busur yang sebelumnya disimpan di dalam jok sepeda motor. Setelah menerima kabar adanya keributan di dekat SMKN 2 Kendari, kelompok itu bergerak menuju lokasi dan melepaskan satu mata busur ke arah lawan. Dua pelajar yang tidak terlibat langsung dalam konfrontasi menjadi korban tembakan busur tersebut.
Sesegera setelah laporan masuk, Tim URC Buser 77 Satreskrim bersama Unit Kamneg Satintelkam Polresta Kendari turun ke lapangan. Dari penyidikan awal, aparat mengamankan sejumlah pelajar yang diduga terlibat dalam keributan. Dua di antaranya, berinisial DI (18 tahun) dan S (16 tahun), ditahan untuk pemeriksaan lanjutan. Keduanya masih berstatus sebagai siswa SMA aktif.
Barang Bukti dan Proses Penyidikan
Penyidik menyita satu unit busur, dua mata busur, serta satu golok sisir dari tangan para terduga pelaku. Keterangan awal menunjukkan bahwa busur beserta dua mata busur disimpan di jok sepeda motor milik salah satu pelaku sebelum mereka menuju lokasi bentrokan. Senjata tersebut dibawa dengan sengaja ketika kelompoknya bergerak ke arah SMKN 2 Kendari.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau, menegaskan bahwa pendalaman kasus terus berjalan. Ia menyatakan bahwa laporan telah diterima dan proses penyidikan akan dituntaskan secara menyeluruh. Kasus Tawuran Pelajar di Kendari 2 Siswa ini menjadi perhatian khusus mengingat penggunaan senjata busur yang jarang ditemui dalam konflik antarpelajar.
"Laporan sudah kami terima ada dua korban di lokasi dan tempat berbeda. Kasusnya akan kami tuntaskan," ujar Kompol Welliwanto Malau, Selasa (18/8/2026).
Penyidik masih mendalami peran masing-masing terduga pelaku, termasuk sejauh mana keterlibatan mereka dalam aksi tersebut. Pemeriksaan lanjutan dijadwalkan berlanjut hingga seluruh rangkaian peristiwa dapat dipetakan secara utuh dan pihak yang bertanggung jawab dapat diidentifikasi dengan pasti.
FAQ: Informasi Praktis untuk Orang Tua dan Warga Kendari
Apakah kedua korban dalam kondisi stabil?
Berdasarkan informasi yang tersedia, kedua pelajar segera mendapat penanganan medis setelah insiden. Kondisi terkini keduanya belum diumumkan secara rinci oleh pihak kepolisian maupun rumah sakit. Orang tua disarankan menghubungi fasilitas kesehatan terdekat di Kendari untuk memperoleh pembaruan informasi langsung.
Bagaimana warga melaporkan insiden serupa?
Warga dapat melaporkan kejadian ke Polresta Kendari melalui kantor terdekat atau menghubungi nomor layanan kepolisian setempat. Menyampaikan informasi seperti lokasi kejadian, waktu, dan identitas korban akan mempercepat proses penanganan serta membantu penyidik mengumpulkan bukti secara tepat waktu.
Apa langkah yang perlu dilakukan orang tua jika anak menjadi korban?
Langkah pertama adalah memastikan korban mendapat penanganan medis segera tanpa menunda. Setelah kondisi stabil, buat laporan resmi ke pihak kepolisian dengan membawa bukti pendukung seperti foto luka, keterangan saksi, dan identitas pelaku jika diketahui. Simpan seluruh dokumen medis dan biaya perawatan untuk keperluan administrasi serta potensi tindak lanjut hukum.