Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Jabat Kapolres Grobogan, AKBP Endhie Pratama Disambut Tradisi Pedang Pora

Published Juli 5, 2026 · Updated Juli 21, 2026 · By Sarah Smith - nusantaranews1.com

Foto : Sarah Smith - nusantaranews1.com

Perpindahan Kapolres Grobogan Dimeriahkan Tradisi Pedang Pora dalam Special Plan

Nusantaranews1.com – Sebagai bagian dari Special Plan untuk memperkuat kekompakan dan semangat baru dalam dinamika organisasi, perpindahan jabatan Kapolres Grobogan di Mapolres setempat menjadi momen istimewa yang dimeriahkan oleh tradisi Pedang Pora. Pada Jumat (3/7/2026), AKBP Endhie Pratama resmi menjabat sebagai kepala kepolisian Grobogan, menggantikan AKBP Ike Yulianto Wicaksono yang dipindahkan ke lingkungan Mabes Polri. Acara ini tidak hanya menggambarkan alih tugas antar pemimpin, tetapi juga menegaskan komitmen Polri dalam menerapkan Special Plan untuk menciptakan pengalihan kepemimpinan yang bermakna dan berkesan.

Tradisi Pedang Pora: Simbol Pemimpin Baru dalam Special Plan

Tradisi Pedang Pora, yang merupakan bagian dari Special Plan, menjadi pusat perhatian dalam upacara pelantikan. Ritual ini diadakan untuk menyambut AKBP Endhie Pratama sebagai Kapolres yang baru sekaligus menghormati mantan kepala polisi, AKBP Ike Yulianto. Tradisi yang berlangsung dengan penuh keakraban ini melibatkan pejabat lama dan baru, serta simbolisasi rasa hormat dan kepercayaan. Selama prosesi, dua pedang diberikan secara simbolis sebagai bentuk penghargaan, menegaskan bahwa Special Plan tidak hanya tentang perubahan, tetapi juga tentang pengembangan.

AKBP Ike Yulianto, yang memimpin Polres Grobogan sejak hampir 1,5 tahun, hadir dalam acara tersebut bersama istrinya, Ratih Ike Yulianto. Sementara itu, AKBP Endhie Pratama ditemani oleh istri tercintanya, Maya Pratama, dalam proses sambutan. Ritual Pedang Pora dilakukan dengan antusias oleh seluruh jajaran, menunjukkan bahwa Special Plan telah menjadi bagian dari budaya organisasi Polri. Tradisi ini bukan hanya sekadar simbol, tetapi juga sarana mempererat hubungan dan komitmen antar anggota.

Kehadiran AKBP Endhie Pratama dan Peran Istrinya dalam Special Plan

AKBP Endhie Pratama, yang juga dikenal sebagai sahabat sejak masa Akademi Kepolisian (Akpol) hingga Sespimmen, memperlihatkan rasa hormat yang tinggi terhadap mantan kepala polisi. Ia menegaskan bahwa Special Plan menjadi landasan penting dalam menghadapi tantangan baru sebagai Kapolres Grobogan. Selain itu, kehadiran Maya Pratama dalam acara ini menunjukkan peran aktif perempuan dalam mendorong kerja sama yang lebih solid.

“Selamat datang kepada Bapak Kapolres Grobogan, AKBP Endhie Pratama, di Polres Grobogan. Di depan Bapak adalah perwakilan seluruh anggota Polres Grobogan yang siap mendukung kepemimpinan Bapak,” ujar AKBP Ike Yulianto, dikutip dari iNews Muria, Sabtu (4/7/2026). Tradisi ini sekaligus menjadi pengantar bagi Special Plan yang akan mendorong inovasi dalam pengelolaan kepolisian setempat.

AKBP Ike Yulianto juga mengungkapkan rasa syukur atas kontribusi seluruh anggota selama masa kepemimpinannya. “Saya mohon maaf sebesar-besarnya apabila selama memimpin Polres Grobogan ada hal-hal yang kurang berkenan. Semua yang saya lakukan semata-mata untuk kebaikan Polres Grobogan,” tuturnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa Special Plan bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis dan efisien.

Dalam sambutan resmi, AKBP Endhie Pratama menyampaikan komitmen untuk meneruskan estafet kepemimpinan AKBP Ike Yulianto. “AKBP Ike Yulianto adalah sahabat saya dan rekan seperjuangan sejak Akpol, PTIK hingga Sespimmen. Menjadi kebanggaan bagi saya dapat melanjutkan estafet kepemimpinan beliau di Polres Grobogan,” kata AKBP Endhie Pratama. Dengan Special Plan, ia berharap dapat mewujudkan visi baru yang lebih fokus pada kinerja, kesejahteraan, dan pengembangan daerah.

Pelantikan ini diakhiri dengan apel besar di Lapangan Tribrata, yang dihadiri oleh Wakapolres, pejabat utama, Kapolsek jajaran, perwira, dan seluruh anggota Polres Grobogan. Momen ini tidak hanya menjadi titik perpisahan, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menerapkan Special Plan. Para peserta apel mengapresiasi upacara yang diisi dengan semangat persatuan dan pembelajaran dari pengalaman masa lalu.

Kehadiran AKBP Endhie Pratama di Grobogan dipercaya akan membawa perubahan signifikan dalam pelayanan kepolisian. Special Plan yang diterapkan sejak awal pelantikan diharapkan menjadi pedoman utama untuk mengoptimalkan potensi setiap anggota, baik dalam operasional maupun pengembangan sumber daya manusia. Dengan tradisi Pedang Pora sebagai pembuka, proses transisi ini dilihat sebagai langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan tugas kepolisian di wilayah tersebut.