Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Sosok M Zulfikar Drakel, Dokter Koas FKUI Ditemukan Meninggal di Metro Lampung

Published Juli 22, 2026 · Updated Juli 22, 2026 · By Sandra Thomas - nusantaranews1.com

Foto : Sandra Thomas - nusantaranews1.com

Sosok M Zulfikar Drakel Dokter Koas FKUI Tewas di Metro

Nusantaranews1.com – Kabar duka datang dari Lampung Timur, di mana seorang dokter muda bernama M Zulfikar Drakel ditemukan meninggal dunia di penginapan tempat ia tinggal. Sosok M Zulfikar Drakel Dokter Koas FKUI ini sedang menjalani Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) ketika tragedi tersebut terjadi. Rekan-rekan sejawatnya mulai merasa khawatir setelah tidak dapat menghubungi dirinya selama beberapa hari. Atas permintaan mereka, pengelola penginapan di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Metro Pusat, segera memeriksa kamar yang ditempati oleh sang dokter muda.

Selama kurang lebih dua hari, Zulfikar tidak terlihat keluar dari kamarnya. Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, ditemukan bahwa ia telah meninggal dunia di dalam kamar mandi pada Selasa, 21 Juli 2026, pukul 19.00 WIB. Kejadian ini mengejutkan banyak pihak, terutama keluarga dan teman-teman dekatnya yang mengetahui bahwa ia dalam kondisi sehat sebelum peristiwa tersebut.

Perjalanan Pendidikan dan Karier Medis

Zulfikar merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia angkatan 2018 yang berasal dari Kalimantan Tengah. Berdasarkan catatan resmi dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan, ia tercatat sebagai peserta Program Internship Dokter Indonesia angkatan Februari 2026. Selama menjalani program tersebut, ia ditugaskan untuk menjalankan pengabdian di RSUD Sukadana, Kabupaten Lampung Timur. Gelar lengkapnya dalam keterangan resmi adalah dr. M. Zulfikar Drakel, M.Res., yang menunjukkan dedikasinya terhadap dunia kedokteran.

Selama masa studinya di FKUI, Zulfikar dikenal sebagai mahasiswa yang berprestasi dan memiliki semangat tinggi dalam mempelajari ilmu kedokteran. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, ia melanjutkan program magister riset untuk memperdalam kompetensinya. Keputusan untuk mengikuti program PIDI merupakan langkah strategis dalam kariernya sebagai dokter, karena program ini memberikan pengalaman klinis yang berharga bagi para dokter muda.

Reaksi FKUI dan Pernyataan Resmi

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyampaikan duka mendalam atas kepergian salah satu alumninya. Pihak almamater menekankan bahwa kehilangan seorang dokter muda merupakan peristiwa yang sangat bermakna bagi dunia medis nasional. Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu, 22 Juli 2026, FKUI menyoroti perlunya menciptakan budaya kerja yang memanusiakan tenaga kesehatan muda.

"Kepergian seorang dokter muda adalah kehilangan yang sangat berarti. Ia mengingatkan kita bahwa di balik tugas, tanggung jawab, dan tuntutan pelayanan, setiap dokter tetaplah manusia yang memiliki batas, membutuhkan dukungan, dan berhak berada dalam lingkungan kerja yang aman, sehat, serta bermartabat."

Pernyataan ini mencerminkan keprihatinan mendalam dari FKUI terhadap kondisi para dokter koas yang sering kali menghadapi tekanan tinggi dalam menjalankan tugasnya. FKUI juga berkomitmen untuk terus memperjuangkan kesejahteraan para dokter muda yang sedang menjalani program internship.

Masa Tinggal dan Karakter Pribadi

Selama menjalani program di Lampung Timur, Zulfikar telah menetap di penginapan tersebut sejak bulan Ramadan. Pengelola tempat penginapan menggambarkan sosoknya sebagai pribadi yang pendiam dan sopan. Selama masa tinggalnya, ia tidak pernah menimbulkan masalah baik dengan pengelola maupun penghuni penginapan lainnya. Kehidupannya sehari-hari berjalan dengan tenang dan teratur.

Menurut saksi mata, Zulfikar dikenal sebagai orang yang rajin dan disiplin. Ia biasanya bangun pagi untuk bersiap-siap menuju tempat kerjanya di RSUD Sukadana. Setelah pulang dari tugas, ia cenderung langsung kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Pola hidup yang sederhana ini mencerminkan karakternya yang tidak suka bermewah-mewah.

Proses Investigasi dan Evakuasi Jenazah

Tim Satreskrim Polres Metro bersama Inafis segera melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi memeriksa kondisi kamar, mengamankan barang-barang milik korban, meminta keterangan saksi, serta menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi. Jenazah Zulfikar kemudian dievakuasi ke RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro untuk menjalani pemeriksaan medis dan autopsi. Hingga Rabu, 22 Juli 2026, pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematiannya.

Investigasi masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada unsur kejahatan dalam kasus ini. Polisi juga menghubungi keluarga Zulfikar di Kalimantan Tengah untuk memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan kasus. Keluarga menyambut kabar tersebut dengan rasa sedih namun juga lega karena mengetahui bahwa tidak ada indikasi kekerasan atau kejahatan.

Ringkasan Data dan Informasi Penting

Nama Muhamad Zulfikar Drakel
Gelar dr. M. Zulfikar Drakel, M.Res.
Usia 25 tahun
Asal Kalimantan Tengah
Pendidikan FK UI angkatan 2018
Program PIDI angkatan Februari 2026
Lokasi penugasan RSUD Sukadana, Kabupaten Lampung Timur
Ditemukan Penginapan di Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro
Tanggal ditemukan Tuesday, 21 Juli 2026

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak terkait untuk terus memperhatikan kesejahteraan para dokter muda yang sedang menjalani program internship. Sosok M Zulfikar Drakel Dokter Koas FKUI ini akan selalu dikenang sebagai seorang dokter muda yang berdedikasi dan penuh harapan dalam dunia kedokteran Indonesia.