Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Remaja Korban Pembacokan Geng Motor di Mataram tewas, 11 Orang Ditangkap

Published Oktober 28, 2026 · Updated Oktober 28, 2026 · By David Jackson - nusantaranews1.com

Foto : David Jackson - nusantaranews1.com

Remaja Korban Pembacokan Geng Motor di Mataram Meninggal, Polisi Amankan 11 Orang

Nusantaranews1.com – Remaja Korban Pembacokan Geng Motor di Mataram, M Gibran Anugrah Aditya, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pelajar SMP berusia 14 tahun itu menjadi korban pembacokan yang terjadi di Jalan Udayana, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Gibran yang duduk di kelas 2 SMP mengembuskan napas terakhir pada Selasa sore, 27 Oktober 2026. Sebelum meninggal, dia mengalami luka bacok pada kepala dan beberapa bagian tubuh lainnya sehingga kondisinya dilaporkan kritis selama mendapatkan penanganan medis.

Insiden kekerasan tersebut terjadi pada Minggu dini hari, 25 Oktober 2026. Saat itu, Gibran berada di Jalan Udayana bersama dua rekannya, M Gilang Hidayat dan Fahmi, yang keduanya berusia 16 tahun. Ketiganya diketahui sebelumnya berpamitan dari rumah untuk membeli nasi.

Dalam peristiwa itu, ketiga remaja tersebut menjadi korban serangan yang diduga melibatkan kelompok geng motor. Selain Gibran, Gilang dan Fahmi juga membutuhkan perawatan setelah kejadian. Keduanya berhasil diselamatkan dan masih menjalani pemulihan dari dampak serangan tersebut.

Kondisi Korban Sempat Kritis

Remaja korban pembacokan geng motor tersebut sempat mendapat perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Mataram. Namun, luka yang dialaminya tidak dapat diatasi hingga akhirnya Gibran meninggal dunia. Kabar duka itu meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan warga di sekitar tempat tinggalnya.

Kematian Gibran juga menambah perhatian terhadap keamanan remaja yang beraktivitas di ruang publik, khususnya pada malam hingga dini hari. Aktivitas sederhana seperti membeli makanan bersama teman berubah menjadi tragedi yang berdampak besar bagi keluarga korban.

Peristiwa di Jalan Udayana ini tidak hanya menimbulkan luka fisik bagi para korban yang selamat. Pengalaman kekerasan dapat menjadi beban emosional bagi remaja, keluarga, serta teman-teman yang berada di sekitar mereka. Dukungan dari keluarga dan lingkungan menjadi penting dalam masa pemulihan.

Duka Keluarga di Kampung Melayu Ampenan

Rumah duka Gibran di Kampung Melayu, Ampenan, Kota Mataram, didatangi kerabat, tetangga, dan warga yang menyampaikan belasungkawa. Kehadiran warga menjadi bentuk dukungan bagi keluarga yang kehilangan seorang anak di usia yang masih sangat muda.

Gibran diketahui merupakan anak yatim. Kepergiannya menjadi pukulan berat bagi keluarga, terutama karena sebelum kejadian dia hanya pergi bersama rekan-rekannya untuk membeli makanan. Keluarga merencanakan pemakaman Gibran pada Rabu di pemakaman umum Kelurahan Banjar, Ampenan, Kota Mataram.

“Korban ini anak yatim. Pelaku satu motor bonceng tiga,” kata paman korban, Wahyu Hidayat, Rabu (28/10/2026).

Keterangan keluarga tersebut menggambarkan duka yang dirasakan orang-orang terdekat korban. Warga pun berharap proses hukum dapat mengungkap seluruh rangkaian kejadian dan memberikan kejelasan bagi keluarga Gibran.

Polisi Periksa 11 Orang yang Diamankan

Polisi terus menangani kasus remaja korban pembacokan geng motor di Mataram ini. Sebanyak 11 orang telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan keterlibatan mereka dalam peristiwa kekerasan di Jalan Udayana.

Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami peran setiap orang yang diamankan, termasuk keberadaan mereka di lokasi dan keterkaitannya dengan pembacokan tersebut. Jumlah orang yang diperiksa menunjukkan penyidik masih berupaya mengurai peristiwa yang melibatkan lebih dari satu pihak.

Hingga berita ini disusun, belum ada penjelasan resmi mengenai motif serangan. Keterangan dari aparat penegak hukum diperlukan untuk mengetahui latar belakang kejadian, rangkaian serangan, serta pihak yang bertanggung jawab atas meninggalnya Gibran.

Penanganan perkara secara menyeluruh diharapkan dapat memberi rasa keadilan bagi keluarga korban. Masyarakat juga menantikan perkembangan penyelidikan terhadap 11 orang yang telah diamankan polisi.

FAQ Remaja Korban Pembacokan Geng Motor di Mataram

Di mana pembacokan terjadi?

Pembacokan terjadi di Jalan Udayana, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu dini hari, 25 Oktober 2026.

Siapa korban yang meninggal dunia?

Korban meninggal adalah M Gibran Anugrah Aditya, pelajar SMP berusia 14 tahun. Dia meninggal pada Selasa sore, 27 Oktober 2026, setelah sempat dirawat akibat luka bacok.

Berapa orang yang telah diamankan polisi?

Polisi telah mengamankan 11 orang untuk diperiksa terkait peristiwa pembacokan tersebut. Pemeriksaan masih dilakukan guna mendalami keterlibatan masing-masing pihak.

Apa yang dapat dilakukan warga jika menyaksikan kekerasan di jalan?

Warga sebaiknya segera mencari tempat aman, menghubungi aparat berwenang, dan membantu korban mendapatkan pertolongan medis tanpa mengambil tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri. Informasi yang disampaikan kepada petugas sebaiknya berdasarkan apa yang benar-benar dilihat atau diketahui.

Related Reading