Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Meeting Results: Polisi dan Subdenpom Labuhanbatu Dalami Dugaan Penganiayaan yang Tewaskan Warga

Published Juni 18, 2026 · Updated Juni 18, 2026 · By Michael Jones

Meeting Results: Polisi dan Subdenpom Labuhanbatu Dalami Dugaan Penganiayaan yang Tewaskan Warga

Meeting Results - Kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian seorang warga di Desa Sukarame Baru, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, terus dikembangkan oleh Polres Labuhanbatu dan Subdenpom Rantauprapat. Hasil meeting results yang diumumkan dalam rapat bersama menunjukkan bahwa pihak kepolisian dan instansi pengawas keamanan masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut. Dalam rapat, pihak berwenang menyatakan bahwa ada indikasi kuat bahwa empat petugas dari PT Agrinas Palma Nusantara, termasuk dua anggota TNI, terlibat dalam kekerasan yang memicu kematian LD Hutabarat.

Kronologi dan Penyelidikan yang Dilakukan

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian terjadi pada Selasa (16/6/2026) di Dusun Lubuk Pinang, lokasi penimbangan buah kelapa sawit. LD Hutabarat, korban, dikabarkan menjadi sasaran pencurian buah sawit. Setelah itu, petugas keamanan perusahaan melakukan pengejaran hingga korban mengalami luka-luka yang akhirnya berujung pada kematian. Dalam meeting results yang diadakan, Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya mengatakan bahwa pihaknya telah menyelesaikan pemeriksaan terhadap 10 saksi, termasuk empat petugas keamanan perusahaan. Selain itu, tim penyidik juga memastikan bahwa autopsi korban telah dilakukan untuk memperjelas penyebab kematian.

Hasil meeting results juga menegaskan bahwa investigasi masih berlangsung. Polisi menyatakan bahwa pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti lebih lanjut, termasuk rekaman CCTV, laporan medis, serta keterangan saksi. "Kami berupaya keras untuk memastikan kebenaran setiap fakta," ujar AKBP Wahyu Endrajaya. Pihak Subdenpom Rantauprapat turut meninjau ulang prosedur pengawasan di tempat kejadian, dengan fokus pada perlakuan terhadap korban dan keandalan petugas yang terlibat.

Keluarga Korban dan Tuntutan Mereka

Keluarga LD Hutabarat menyampaikan keluhan mereka dalam meeting results yang dihadiri oleh perwakilan dari pihak kepolisian. Mereka menegaskan bahwa korban menjadi korban kekerasan yang tidak terduga, terutama karena diperlakukan seperti pemukul atau pelaku tindakan kekerasan. "Anak kami dikeroyok oleh oknum TNI, mereka mengenakan pakaian preman," kata Ramlan Nainggolan, warga setempat yang mewakili keluarga korban. Menurut Ramlan, dua dari pelaku dugaan tersebut adalah anggota TNI yang sedang bertugas secara BKO di perusahaan.

Dalam meeting results, keluarga korban meminta pihak berwenang memastikan keadilan. Mereka juga menyoroti perlakuan oknum TNI yang dinilai terkesan tidak transparan. "Kami yakin ada pihak yang sengaja menganiaya korban untuk menyembunyikan kebenaran," ujarnya. Selain itu, keluarga mengungkapkan bahwa korban sebelumnya sudah beberapa kali mengeluhkan perbuatan tidak pantas dari petugas keamanan perusahaan.

Respons Perusahaan dan Pihak Terkait

PT Agrinas Palma Nusantara, perusahaan yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut, memberikan respons dalam meeting results. Humas perusahaan, Hendri, mengatakan bahwa dua petugas yang diamankan hanya diperiksa di mess dan kini sudah dilepas. "Kami bersedia bekerja sama dengan pihak kepolisian dan Subdenpom untuk menyelesaikan kasus ini secara transparan," tambah Hendri. Meski demikian, keluarga korban masih merasa tidak puas dengan penjelasan yang diberikan, terutama mengenai peran oknum TNI dalam kejadian tersebut.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa hasil autopsi akan menjadi dasar dalam menentukan kebenaran kronologi kejadian. Dalam meeting results, mereka juga menyebutkan bahwa akan dilakukan pemeriksaan terhadap lebih banyak saksi serta verifikasi terhadap laporan-laporan yang diberikan. "Kami akan memastikan setiap detail kejadian terungkap secara lengkap," jelas AKBP Wahyu Endrajaya. Pihak Subdenpom juga menjanjikan investigasi yang lebih mendalam untuk menilai kelayakan pengawasan yang diberikan kepada petugas di lapangan.

Meeting results kali ini menjadi momen penting dalam memperjelas pihak-pihak yang terlibat dan tindakan lanjut yang akan diambil. Para pengunjung dan warga setempat berharap bahwa investigasi ini dapat memberikan kejelasan dan keadilan bagi korban serta keluarganya. Sementara itu, pihak perusahaan dan kepolisian terus bekerja sama untuk mempercepat proses penyelidikan, dengan harapan kasus ini dapat menjadi contoh terkait perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap para petugas keamanan di lingkungan industri pertanian.