Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Demo di Jombang, Mahasiswa Ancam Aksi Lebih Besar Jika Tuntutan Tak Dipenuhi

Published Juni 20, 2026 · Updated Juni 20, 2026 · By David Jackson

Demo di Jombang, Mahasiswa Ancam Aksi Lebih Besar Jika Tuntutan Tak Dipenuhi

Latest Program - JOMBANG, Jawa Timur, ribuan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Jombang pada Jumat (19/6/2026) siang. Mereka memprotes ketundaan pemerintah dalam merespons pelemahan rupiah terhadap dolar AS, yang menurut mereka memperparah kesulitan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Aksi ini menjadi bagian dari serangkaian tuntutan mahasiswa yang berfokus pada kebijakan ekonomi lokal.

Penyebab dan Dampak Pelemahan Rupiah

Aksi demonstrasi ini terjadi di tengah krisis ekonomi yang terus berlanjut, di mana nilai tukar rupiah terus mengalami penurunan signifikan. Mahasiswa menilai bahwa pelemahan rupiah berdampak langsung pada biaya operasional usaha dan daya saing UMKM. Dalam pengamatan mereka, perusahaan lokal kesulitan memenuhi kebutuhan produksi karena harga bahan baku meningkat, sementara pendapatan konsumen tetap stagnan.

Menurut Syahrurrozi Akbar, mahasiswa Universitas Darul Ulum Jombang, masalah ini sudah menjadi isu nasional yang sejak lama dibicarakan oleh DPRD Jombang. Namun, sampai saat ini, tindakan konkret dari pemerintah daerah belum terlihat. "Kebijakan yang diusulkan masih bersifat abstrak, tanpa adanya Latest Program yang jelas untuk mengatasi krisis ini," ujarnya.

Tuntutan Mahasiswa dan Diskusi dengan Pemimpin DPRD

Peserta aksi menekankan tiga poin utama: pertama, mempercepat kebijakan untuk menstabilkan rupiah; kedua, memberikan bantuan langsung kepada UMKM yang terdampak; dan ketiga, transparansi proses pengambilan keputusan oleh DPRD Jombang. Mereka juga meminta pemerintah daerah mengevaluasi efektivitas kebijakan yang sudah dijalankan selama ini.

Selama aksi, para mahasiswa berdialog dengan anggota DPRD Jombang, Anas Burhani, yang mengakui ada kekurangan dalam respons pemerintah. "Kami memang sudah menyepakati beberapa kebijakan, tetapi implementasinya masih tertunda karena keterbatasan anggaran dan prosedur birokrasi," jelas Anas. Meski demikian, ia menjanjikan bahwa pihaknya akan mempercepat proses penyelesaian.

"Kami akan terus mengawasi tindakan pemerintah Jombang dan menuntut Latest Program yang lebih nyata. Jika dalam waktu dua minggu tuntutan ini tidak dipenuhi, aksi lebih besar akan kita lakukan," tegas Syahrurrozi, yang menjadi salah satu pembicara utama dalam aksi.

Aksi ini menarik perhatian berbagai pihak, termasuk organisasi kewirausahaan lokal dan pengusaha kecil. Mereka menyatakan dukungan terhadap tuntutan mahasiswa, tetapi juga menyoroti kebutuhan bantuan finansial dan pelatihan yang lebih luas. Beberapa peserta aksi mengatakan bahwa mereka ingin melibatkan lebih banyak stakeholder dalam diskusi untuk menciptakan solusi holistik.

Dalam konteks nasional, pelemahan rupiah menjadi isu yang semakin mendesak. Ekonomi Jawa Timur, khususnya wilayah Jombang, terkena dampak paling signifikan karena ketergantungan pada sektor usaha tradisional. Mahasiswa berharap Latest Program yang dicanangkan pemerintah bisa mencakup langkah-langkah seperti subsidi bahan baku, keringanan pajak, dan pendampingan pemasaran bagi UMKM.

Sebagai langkah awal, aksi ini diharapkan mendorong DPRD dan Pemkab Jombang untuk merumuskan strategi yang lebih praktis. Mahasiswa juga berharap kebijakan tersebut bisa diimplementasikan dalam waktu dekat, agar dampak ekonomi tidak semakin parah. Aksi mereka bukan hanya untuk menyampaikan aspirasi, tetapi juga sebagai sarana tekanan agar pemerintah lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.