Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kronologi Mayat Mozza Ditemukan Tinggal Kerangka di Tol Jangli Semarang

Published September 5, 2026 · Updated September 5, 2026 · By Jessica Moore - nusantaranews1.com

Foto : Jessica Moore - nusantaranews1.com

Kerangka di Lereng Tol Jangli: Jejak Media Sosial Membuka Misteri Hilangnya Mozza

Nusantaranews1.com – Sebuah karung yang tergeletak di lereng Jalan Tol Jangli, kawasan Tembalang, Kota Semarang, menyimpan rahasia yang selama lebih dari dua tahun menggeledek di benak keluarga. Di dalamnya, polisi menemukan kerangka manusia utuh yang teridentifikasi sebagai Mozza Axillia Gunarsa, gadis berusia 19 tahun asal Bergas, Kabupaten Semarang. Penemuan itu terjadi pada Jumat, 4 September 2026, dan sekaligus mengakhiri pencarian panjang yang dimulai sejak Mozza dilaporkan hilang pada Juni 2025.

Yang membuat kasus ini berbeda dari banyak perkara orang hilang lainnya adalah titik awal pembukaannya. Bukan saksi mata, bukan rekaman CCTV, melainkan sebuah perangkat elektronik milik korban yang masih tersambung ke akun media sosial. Dari sanalah seluruh benang kasus ditarik kembali hingga ke ujungnya.

Benang Digital yang Mengarah ke Pelaku

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, mengungkapkan bahwa penyelidikan sempat mandek berbulan-bulan sebelum orang tua Mozza menyampaikan informasi baru kepada penyidik.

"Beberapa minggu lalu kami dapat petunjuk baru dari orang tua korban, ada perangkat elektronik yang masih tersambung dengan media sosial korban, dari situ penyelidikan bermula," ujar AKP Bodia Teja Lelana.

Dari penelusuran digital tersebut, terungkap bahwa sebelum menghilang, Mozza sempat bertemu seorang pria berinisial MPDA, usia 22 tahun, warga Kabupaten Blora, yang disebut-sebut sebagai teman dekat korban. Jejak pertemuan itu menjadi pemicu utama bagi tim Satreskrim untuk bergerak lebih jauh.

Lacak, Bekuk, dan Pengakuan

Polisi kemudian menelusuri keberadaan MPDA. Pria itu diketahui pernah menyewa kamar kos di kawasan Sriwijaya, Kelurahan Tegalsari, Kota Semarang. Namun saat petugas tiba, MPDA sudah tidak tinggal di sana. Penyidik pun menggali informasi dari rekan-rekan pelaku untuk mempersempit lokasi.

Upaya itu membuahkan hasil. Tim Satreskrim Polres Semarang akhirnya menangkap MPDA di kediamannya di Kabupaten Blora tanpa perlawanan. Di hadapan penyidik, MPDA mengakui perbuatannya secara terbuka.

Linimasa yang Terungkap

Menurut pengakuan pelaku, pembunuhan terhadap Mozza terjadi pada 25 Juni 2025. Tiga hari kemudian, tepatnya 28 Juni 2025, orang tua korban secara resmi mengajukan laporan kehilangan ke kepolisian. Artinya, Mozza sudah tidak hidup ketika keluarganya baru mulai mencari.

Setelah membunuh korban, MPDA membungkus jasad Mozza ke dalam karung dan membuangnya di lereng Tol Jangli, Tembalang, Kota Semarang. Lokasi pembuangan itu baru terkonfirmasi ketika petugas gabungan bergerak ke titik yang ditunjukkan pelaku pada Jumat siang, 4 September 2026.

Identifikasi Forensik

Di lokasi, polisi menemukan karung berisi kerangka manusia utuh beserta sejumlah barang bukti milik korban. Kerangka tersebut langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Semarang untuk menjalani pemeriksaan forensik lebih lanjut.

Secara visual, pihak keluarga meyakini bahwa kerangka itu memang Mozza. AKP Bodia menjelaskan dasar identifikasi awal tersebut.

"Keterangan dari orang tua Mozza, identifikasi visual memastikan kerangka itu adalah Mozza dari tambalan gigi, struktur gigi, gigi gingsul, dan jepit rambut yang ditemukan di TKP. Namun secara scientific crime investigation, kami tetap mengambil sampel DNA untuk membandingkannya," tegas AKP Bodia.

Proses pembandingan DNA menjadi langkah konfirmasi ilmiah yang tidak dapat dilewati dalam prosedur kriminal forensik. Hasilnya akan menjadi dasar hukum final sebelum berkas perkara dilimpahkan ke kejaksaan.

Motif yang Masih Digali

Hingga saat ini, kepolisian masih mendalami motif utama di balik pembunuhan yang dilakukan secara tega tersebut. Pertanyaan tentang mengapa MPDA memilih membuang jasad korban di lereng tol yang relatif terpencil, serta mengapa kerangka baru ditemukan lebih dari dua tahun setelah pembuangan, menjadi fokus penyidikan lanjutan.

Kasus ini juga menyoroti peran teknologi digital dalam penanganan perkara orang hilang. Perangkat yang masih aktif dan terhubung ke jejaring sosial terbukti menjadi kunci pembuka yang tidak tersedia dalam kasus-kasus konvensional. Bagi keluarga korban, penemuan itu sekaligus menjadi jawaban atas pertanyaan yang selama lebih dari dua tahun menggantung tanpa kepastian.

Polres Semarang menyatakan akan terus mengusut seluruh aspek perkara hingga seluruh fakta hukum terungkap secara utuh, termasuk aspek motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kronologi Mayat Mozza Ditemukan Tinggal Kerangka?

Kronologi Mayat Mozza Ditemukan Tinggal Kerangka is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kronologi Mayat Mozza Ditemukan Tinggal Kerangka matter?

Kronologi Mayat Mozza Ditemukan Tinggal Kerangka matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.