Nusantaranews1
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Karhutla Katingan Dekati Ponpes, 5 Armada Pemadam Dikerahkan

Published Oktober 19, 2026 · Updated Oktober 19, 2026 · By David Jackson - nusantaranews1.com

Foto : David Jackson - nusantaranews1.com

Karhutla Katingan Dekati Ponpes, 5 Armada Pemadam Dikerahkan

Nusantaranews1.com – Karhutla Katingan Dekati Ponpes 5 Armada menjadi perhatian serius setelah kebakaran hutan dan lahan dilaporkan terjadi di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Api sempat mendekati akses jalan utama dan pondok pesantren di kawasan Bukit Batu, sehingga petugas segera melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas ke lokasi yang lebih berisiko.

Penanganan kebakaran dilakukan di dua wilayah, yaitu Hampangan dan Bukit Batu, Kecamatan Katingan Hilir. Petugas gabungan dari Polres Katingan, BPBD, TNI, KPHP, relawan, serta unsur terkait lainnya diterjunkan untuk memadamkan api dan melakukan pendinginan pada area terdampak.

Kecepatan penanganan menjadi penting karena kebakaran lahan dapat berkembang ketika bertemu vegetasi kering dan kondisi cuaca yang mendukung penyebaran api. Selain mengancam kawasan lahan, api yang bergerak mendekati fasilitas pendidikan dan jalur aktivitas warga memerlukan pengamanan lebih intensif.

Lima Armada Dikerahkan untuk Kendalikan Api

Dalam operasi Karhutla Katingan Dekati Ponpes 5 Armada, petugas mengerahkan lima kendaraan pemadam. Salah satu armada yang digunakan adalah mobil water cannon untuk membantu penyemprotan air ke area kebakaran dan titik yang masih menimbulkan asap.

Penggunaan armada pemadam dilakukan untuk mempercepat pengendalian api, terutama pada kawasan yang dinilai rawan. Petugas berupaya agar api tidak menjalar lebih dekat ke pondok pesantren di Bukit Batu maupun ke lingkungan sekitar yang digunakan warga untuk beraktivitas.

Pemadaman tidak hanya berfokus pada api yang terlihat di permukaan. Petugas juga memeriksa kondisi lahan yang telah terbakar karena bara dapat tetap tersimpan di bawah permukaan atau di antara sisa vegetasi. Bara yang belum benar-benar padam berpotensi memunculkan asap dan api kembali.

Selain menggunakan air, petugas memakai cairan X-Fire untuk membantu mengatasi titik panas yang masih tersisa. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menurunkan suhu lahan dan memperkecil risiko kebakaran kembali terjadi di area yang sudah ditangani.

“Api yang mendekati pondok pesantren di Bukit Batu ini sudah dapat kami padamkan dan saat ini telah dilaksanakan kegiatan pendinginan,” ujar Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono, Minggu (18/10/2026).

Pendinginan Dilakukan agar Bara Tidak Menyala Lagi

Setelah api berhasil dikuasai, petugas melanjutkan kegiatan pendinginan. Tahap ini menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla karena lahan yang tampak telah padam belum tentu bebas dari bara tersembunyi. Panas yang tertinggal dapat memicu kembali kebakaran apabila tidak ditangani secara menyeluruh.

Asap dari titik bara juga dapat mengganggu warga, terutama jika muncul di dekat jalan atau kawasan permukiman. Karena itu, petugas melakukan pemantauan pada lokasi bekas kebakaran untuk memastikan tidak ada lagi sumber panas yang dapat berkembang menjadi api baru.

Perhatian khusus diberikan pada kawasan Bukit Batu karena lokasi kebakaran sempat berada dekat pondok pesantren. Pengamanan fasilitas pendidikan diperlukan agar penghuni dan aktivitas di sekitar lokasi tetap terlindungi selama proses pemadaman serta pendinginan berlangsung.

Koordinasi lintas unsur membantu penanganan dilakukan secara bersamaan, mulai dari pemadaman api, pengawasan titik rawan, hingga pendinginan lahan. Kolaborasi aparat, instansi penanggulangan bencana, unsur kehutanan, relawan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Warga Diimbau Tidak Membuka Lahan dengan Membakar

AKBP Dodik Hartono mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Api kecil dapat cepat meluas ketika kondisi lahan kering dan angin membantu penyebarannya, sehingga kebakaran menjadi lebih sulit dikendalikan.

Warga juga diminta segera melaporkan apabila melihat asap atau titik api yang mencurigakan. Informasi sejak awal dapat membantu petugas melakukan penanganan lebih cepat sebelum kebakaran membesar dan mengancam bangunan, jalan, maupun kawasan sekitar.

Pencegahan tetap menjadi langkah utama dalam menghadapi karhutla. Menghindari pembakaran terbuka, memperhatikan kondisi lingkungan, serta melaporkan kejadian secara cepat dapat membantu mengurangi risiko kerusakan yang lebih luas.

FAQ Karhutla Katingan

Apa yang dilakukan petugas setelah api padam?

Petugas melanjutkan pendinginan dan pemantauan pada lahan bekas terbakar untuk memastikan bara tidak kembali memicu asap maupun api baru.

Mengapa kebakaran dekat pondok pesantren perlu segera ditangani?

Kebakaran yang mendekati fasilitas pendidikan berisiko mengganggu keselamatan penghuni dan aktivitas di sekitarnya. Karena itu, pemadaman dan pengamanan dilakukan agar api tidak meluas ke lokasi vital.

Apa yang harus dilakukan warga saat melihat asap atau titik api?

Warga sebaiknya segera menyampaikan informasi kepada petugas atau pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan lebih awal. Tindakan cepat dapat mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar.

Related Reading